Jakarta, Fusilatnews – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa banyak bakal calon kepala daerah dari partainya yang meragukan partisipasi mereka dalam Pilkada 2024. Mereka khawatir bahwa kecurangan yang terjadi pada Pilpres akan terulang pada pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung pada akhir tahun ini.
Hasto menyatakan bahwa banyak bakal calon kepala daerah menjadi ragu terhadap kejujuran proses Pilkada setelah melihat kontroversi yang terjadi selama Pilpres. Mereka mempertanyakan apakah partisipasi dalam Pilkada layak dilakukan mengingat adanya campur tangan alat-alat negara dan sumber daya negara yang terjadi dalam proses tersebut.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian para bakal calon kepala daerah, menurut Hasto, termasuk pengerahan aparat dan sumber daya negara. Mereka khawatir bahwa lembaga negara digunakan sebagai alat untuk menggalang kekuatan melalui ancaman hukum.
Pilpres 2024, menurut Hasto, telah menimbulkan kerusakan yang menciptakan pesimisme terhadap Pilkada. Banyak yang khawatir bahwa kecurangan yang terjadi pada Pilpres akan terulang pada Pilkada.
Hasto menekankan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres akan berpengaruh besar terhadap iklim demokrasi menjelang Pilkada. Keputusan MK akan menentukan siapa yang berani untuk maju dalam Pilkada.
Dia juga mengungkapkan bahwa peluang bagi orang-orang yang kompeten untuk menjadi kepala daerah akan semakin tertutup jika MK mengabaikan fakta-fakta kecurangan yang terjadi pada Pilpres.
PDIP juga berencana untuk mengumpulkan sejumlah calon kepala daerah yang akan diusung setelah putusan MK terkait sengketa Pilpres 2024 dibacakan. Partai tersebut akan membahas strategi terkait Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024.
Hasto mengungkapkan bahwa saat ini PDIP telah memiliki 171 kepala daerah petahana yang berpotensi untuk maju kembali untuk periode kedua di daerah masing-masing.
Sumber : Tempo






















