Oleh: Karyudi Sutajah Putra
Jakarta – Telah terjadi perselingkuhan antara Nofriansyah Yosua Hutabarat dan istri mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi di rumah Sambo di Magelang, Jawa Tengah, 7 Juli 2022.
Dengan begitu yakinnya jaksa menyampaikan hal tersebut dalam pemaparan fakta saat membacakan amar tuntutan kepada terdakwa Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (16/1). Kuat dituntut hukuman 8 tahun penjara!
Benarkah Yosua berselingkuh dengan Putri? Kita tunggu saja jawaban Kuat yang dianggap jaksa mengetahui perselingkuhan itu seperi apa. Kita tunggu pula keputusan majelis hakim bagaimana.
Selingkuh! Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), selingkuh berarti suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong.
Tak ada yang lebih menantang daripada selingkuh. Semakin besar risiko, semakin kuat adrenalin terpacu. Semakin adrenalin terpacu, semakin berani. Mungkin demikianlah yang dialami peselingkuh, termasuk Yosua.
Jika benar Yosua berselingkuh dengan Putri, maka itu tantangan yang luar biasa. Putri adalah istri dari Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, sebuah jabatan yang sangat prestisius di Polri. Bahkan Kadiv Propam adalah polisinya polisi.
Sedangkan Yosua cuma ibarat sebutir debu. Kapan pun Sambo mau meniupnya, ia bisa terempas. Yosua adalah ajudan Sambo dengan pangkat hanya brigadir. Ia ibarat mentimun ketika berhadapan dengan Sambo yang ibarat durian. Sebab itu, berselingkuh dengan Putri sama artinya dengan menantang bahaya. Hanya orang yang punya keberanian ekstra yang bisa melakukannya. Dan Yosua berani.
Cinta
Perselingkuhan tentu saja terjadi atas dasar cinta. Tanpa cinta, tak akan pernah terjadi perselingkuhan. Darimana datangnya lintah, dari sawah turun ke kali. Darimana datangnya cinta, dari mata turun ke hati. Mungkin melihat tampang Yosua yang gagah, tampan dan rupawan, lalu jatuh cintalah Putri. Demi cinta, ia pun rela mengorbankan segalanya, termasuk kehormatan dan harga diri.
Begitu pun Yosua, demi cinta ia rela mengorbankan keperjakaannya, dan ini yang lebih dahsyat: nyawanya!
“Witing trisno jalaran soko kulino” (cinta karena terbiasa). Mungkin karena biasa bertemu, di hati Yosua dan Putri akhirnya tumbuhlah benih-benih cinta.
Lalu, siapa yang memulai menyampaikan sinyal-sinyal cinta sehingga keduanya kemudian terlibat affair?
Dari teori relasi kuasa, tak mungkin Yosua yang hanya sebutir debu akan berani memulainya. Putri-lah yang kemungkinan besar memulainya. Di antara keduanya kemudian tanpa jarak. Hilanglah sekat-sekat antara atasan dan bawahan. Cinta memang bisa mengalahkan segalanya.
Perempuan Lebih Rasional
Seandainya sejak awal Putri mengakui perselingkuhan itu, mungkin tak akan terjadi pembunuhan terhadap Yosua yang mengantarkan dirinya, sang suami Ferdy Sambo, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa. Mungkin Sambo akan memaafkannya, karena apa yang terjadi antara istrinya dan Yosua adalah atas dasar suka sama suka, bukan pelecehan seksual, bukan pemerkosaan yang menampar harga diri dan martabat keluarganya. Cinta itu memaafkan, mungkin demikian batin Sambo nantinya.
Tapi mungkin Putri takut. Ia pun tak mau ambil risiko. Ketika dugaan perselingkuhan itu diketahui Kuat, asisten rumah tangganya itu ia khawatirkan akan mengadu ke Sambo. Lalu ia mengarang cerita. Lalu ia menelepon suaminya dan mengaku baru saja dilecehkan Yosua. Akhirnya, pembunuhan berencana itu pun terjadi. Dor! Dor! Dor!
Kalau memang cinta, mengapa Putri begitu tega membiarkan Yosua terbunuh? Inilah mungkin yang dinamakan fatamorgana. Cinta itu hanya fatamorgana belaka. Cinta sesaat. Tidak sampai ke hati sanubari. Ketika bahaya mengancam, Putri lebih memilih menyelamatkan diri dengan mencelakakan Yosua yang sempat dicintainya walaupun sesaat itu. Yang penting dirinya selamat. Itulah egoisme.
Memang, dalam hal cinta, perempuan sering kali lebih rasional daripada laki-laki. Perempuan tak mau terlena dan larut dalam cinta. Apa yang dilakukan Putri itu membuktikan ia rasional. Ia lebih memilih menghindari bahaya daripada terus mencintai Yosua. Itulah!


























