LEWOLEBA, Fusilatnews. – Universitas Muhammadiyah Maumere (UM Maumere) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan dedikasinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam upaya memfasilitasi akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, UM Maumere menawarkan sejumlah kemudahan pembayaran kuliah.
Salah satu inisiatif yang menarik perhatian adalah kebijakan membayar uang kuliah dengan hasil bumi atau komoditas pertanian. Kebijakan ini memungkinkan anak-anak petani, nelayan, dan profesi lainnya yang mengalami kesulitan ekonomi untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kebijakan pembayaran kuliah dengan hasil bumi sudah lama kami terapkan di Universitas Muhammadiyah Maumere,” ujar Rektor UM Maumere, Erwin Prasetyo, saat berkunjung ke SMA PGRI Lewoleba, Kabupaten Lembata, Jumat (8/12).
Selain itu, UM Maumere juga memberikan opsi pembayaran uang kuliah secara dicicil selama enam tahun atau 72 kali masa cicilan bulanan tanpa bunga. Skema ini dirancang untuk membantu mahasiswa yang kesulitan membayar kuliah selama masa studi, sehingga mereka dapat mulai membayar cicilan setelah lulus dan bekerja.
“Skema cicilan ini tanpa bunga, dan kami memberikan waktu enam tahun untuk memudahkan mahasiswa dalam membayar kuliah setelah mereka lulus dan bekerja,” tambah Erwin.
Selain kebijakan tersebut, UM Maumere juga menerima beasiswa KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan beasiswa LazisMu. Universitas ini juga menawarkan potongan biaya kuliah bagi pendaftar baru, termasuk voucher potongan biaya kuliah yang dibagikan kepada pelajar SMA di Kabupaten Lembata.
“Voucher potongan biaya kuliah senilai Rp 702.000 berlaku setiap semester selama delapan semester masa studi di Universitas Muhammadiyah Maumere. Potongan ini tidak berlaku jika masa studi melebihi delapan semester,” jelas Erwin.
Dengan berbagai kemudahan ini, Erwin berharap UM Maumere dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat setempat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus merantau keluar Flores. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut dan mempercepat pembangunan daerah.
“Kami berharap dengan meningkatnya SDM di Lembata, perkembangan daerah akan lebih cepat karena SDM yang berkualitas adalah kunci pembangunan,” kata Erwin.
Saat ini, Universitas Muhammadiyah Maumere memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan delapan program studi (Pendidikan Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Kewarganegaraan, Ekonomi, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris) dan Fakultas Sains dan Bisnis dengan tiga program studi (Informatika, Bisnis Digital, dan Administrasi Kesehatan). Semua program studi tersebut telah terakreditasi B.
Dengan semangat Al-Ma’un dan berbagai kemudahan yang ditawarkan, UM Maumere berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di daerah-daerah dengan akses pendidikan yang masih terbatas.
























