• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Positif Tanpa Jokowi, “Quo Vadis” PDIP?

fusilat by fusilat
May 24, 2024
in Feature
0
Positif Tanpa Jokowi, “Quo Vadis” PDIP?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Untuk pertama kalinya sejak menjadi kader utama, Joko Widodo tidak menghadiri acara strategis PDI Perjuangan, yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, mulai hari ini, Jumat (24/5/2024) hingga Ahad (26/5/2024) lusa. Jokowi lebih memilih melakukan kegiatan internal di Istana Negara Yogyakarta. Alasannya: tak diundang!

Adapun alasan PDIP tak mengundang Jokowi karena Presiden RI itu sudah bukan kader lagi. Sementara rakernas yang digelar hanya untuk kalangan internal. Dengan alasan yang sama, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pun tak diundang.

Artinya, Jokowi sudah positif didepak dari PDIP meskipun tidak disertai dengan pengembalian Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagaimana Budiman Sudjatmiko dan lainnya.

Kini, tanpa Jokowi, “quo vadis’ (mau dibawa ke mana) PDIP?

PDIP adalah Megawati. Megawati adalah PDIP. Ketika hubungan Ketua Umum PDIP itu dengan Jokowi retak bahkan bak kaca pecah akibat perbedaan haluan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, dengan sendirinya hubungan PDIP dengan Jokowi pun berantakan. Apalagi setelah menantu Jokowi yang menjadi Walikota Medan, Sumatera Utara, Bobby Nasution masuk Partai Gerindra sehingga dengan sendirinya meninggalkan PDIP.

Langkah serupa sudah ditempuh anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang nekad menjadi calon wakil presiden bagi capres Prabowo Subianto di Pilpres 2024, sehingga dengan sendirinya Walikota Surakarta, Jawa Tengah, itu pun meninggalkan PDIP meski belum menyatakan bergabung dengan partai politik lain mana pun.

Diketahui, saat maju sebagai calon walikota, baik Bobby maupun Gibran diusung PDIP, sebagaimana Jokowi saat maju sebagai calon walikota Surakarta pada 2010 dan 2015 serta calon gubernur DKI Jakarta tahun 2012, serta capres pada Pilpres 2014 dan 2019.

Sebab itu, ketika di Pilpres 2024 ketiganya mendukung Prabowo, bukan Ganjar Pranowo yang diusung PDIP, mereka dianggap  sebagai pengkhianat bahkan anak durhaka laiknya Malin Kundang.

Hubungan Megawati dan PDIP dengan Jokowi pun sulit dipulihkan lagi, seperti gelas pecah yang tak bisa dikembalikan lagi seperti wujudnya semula. Tak bisa diselamatkan. Maka rencana pertemuan Jokowi dengan Megawati pun tinggal mimpi.

Kini, setelah tidak bersama Jokowi lagi, sekali lagi mau dibawa ke mana PDIP? Apakah akan menjadi oposisi atau koalisi?

Rencana menjadi oposisi atau berkoalisi dengan pemerintahan Prabowo-Gibran baru akan diputuskan PDIP dalam Kongres 2025 mendatang. Akan tetapi, naga-naganya memang PDIP akan menjadi oposisi. Apalagi partai banteng ini sudah berpengalaman menjadi oposisi selama 10 tahun, yakni pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau periode 2004-2009 dan 2009-2014.

Uniknya, setelah puasa kekuasaan selama satu dasawarsa, PDIP justru menjadi jawara Pemilu 2014. Lalu kembali menjadi jawara di Pemilu 2019, dan kembali menjadi jawara lagi di Pemilu 2024. “Hattrick”! Menang tiga kali berturut-turut.

Dari sinilah aksioma bahwa kemenangan PDIP dalam pemilu karena faktor Jokowi mulai dipertanyakan. Faktanya, meskipun tanpa Jokowi, PDIP tetap eksis bahkan menjadi jawara Pemilu 2024, kendatipun perolehan suaranya turun dari 19,33 persen pada Pemilu 2019 menjadi 16,72 persen pada Pemilu 2024.

Ganjar yang perolehan suaranya di Pilpres 2024 hanya 16,47 persen, memang kalah telak dari Prabowo yang suaranya mencapai 58,58 persen. Tetapi apa pun ceritanya, PDIP tetap menjadi jawara di Pemilu 2024.

Artinya, faktor Jokowi tak begitu signifikan bagi PDIP. Yang signifikan adalah faktor Megawati. Berbekal fenomena inilah mestinya PDIP tidak ragu-ragu menjadi oposisi. Apalagi sudah berpengalaman sedasa warsa.

Menjadi oposisi tidak kalah terhormat dengan masuk koalisi. Bahkan bagi rakyat, akan lebih bermanfaat. Sebab kekuasaan yang tanpa kontrol bisa menjadi tiran. Bisa menjadi korup. “The power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely,” kata Lord Acton (1834-1902).

Maklum, nyaris semua parpol sudah menyatakan mendukung Prabowo-Gibran. Kecuali Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PDIP. Mereka adalah Partai Golkar, Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.

Bahkan Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pada Pilpres 2024 mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ikut-ikutan latah mendukung Prabowo-Gibran setelah jagoan mereka keok.

Nasdem dan PKB tak punya prinsip. Tak punya fatsoen politik. Tak punya malu. Mereka 100 persen pragmatis. Tujuan mereka semata-mata kekuasaan.

Memang, tujuan politik adalah kekuasaan. Tapi, “ngono yo ngono, nanging ojo ngono” alias jangan membabi buta. Ada fatsoen politik yang mesti dijaga.

PDIP, kalian mau ikut Nasdem dan PKB yang tidak punya etika seperti halnya Jokowi, lalu masuk koalisi, atau mau tetap memegang idealisme dan ideologi, dan menjadi oposisi?

Kita tunggu saja tanggal mainnya pada Kongres PDIP tahun depan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Semangat Al-Ma’un, UM Maumere Terima Pembayaran Kuliah dengan Hasil Bumi

Next Post

Benarkah Benny Gantz Orang ‘Sentris’ Penantang Netanyahu untuk Merebut Kekuasaan di Israel?

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Benarkah Benny Gantz Orang ‘Sentris’ Penantang Netanyahu untuk Merebut Kekuasaan di Israel?

Benarkah Benny Gantz Orang ‘Sentris’ Penantang Netanyahu untuk Merebut Kekuasaan di Israel?

Jepang Akan Bekerja Sama dengan ASEAN untuk Melatih 100.000 Profesional Digital

Jepang Akan Bekerja Sama dengan ASEAN untuk Melatih 100.000 Profesional Digital

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...