• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Semiotika ‘Hidup Jokowi!’ Versus Seruan Legislator agar Seluruh Wakil Rakyat Mundur dari Kursi Legislatif

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
March 2, 2025
in Feature, Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

KM 50 adalah “test the water” tertinggi yang membuktikan kebenaran pernyataan Prabowo bahwa bangsa ini adalah “omon-omon.”

Seruan “Hidup Jokowi!” yang diteriakkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan sengaja dipublikasikan merupakan bentuk perlawanan dari penguasa dalam perspektif psikologi politik. Ini juga menjadi bagian dari “test the water,” mengonfirmasi kebenaran “teori omon-omon” yang disebutkan Prabowo dalam debat capres 2024. “Omon-omon” sendiri dapat dimaknai sebagai satire yang mengandung filosofi politik tentang moralitas kebangsaan, khususnya di era Jokowi dan era pasca-Jokowi.

Dalam konteks psikologi politik, menurut beberapa pakar seperti Prof. Hamdi Muluk, fungsi psikologi politik adalah memahami perilaku manusia dan peran psikologi dalam kehidupan berbangsa. Hal ini membantu masyarakat dalam memilih pemimpin dengan bijak, sementara para pemimpin juga dapat memahami karakter dan dinamika masyarakat.

Jika teori tersebut dikaitkan dengan perilaku politik Prabowo, dapat ditafsirkan bahwa ia sedang menguji reaksi publik terhadap pernyataan kontroversialnya. Beberapa poin utama dalam psikologi politik yang relevan adalah:

  1. Bagaimana pemimpin dan warga negara menilai kebijakan politik.
  2. Konsekuensi kebijakan politik terhadap sistem pemerintahan.
  3. Pengaruh kepribadian pemimpin dalam pengambilan keputusan.
  4. Dampak psikologi massa terhadap batasan kepemimpinan.
  5. Kemampuan memetakan konflik sosial-politik.

Dalam hal ini, Prabowo ingin mengetahui apakah seruannya akan menimbulkan sekadar riak kecil atau gelombang besar yang radikal dan frontal. Mengingat kedekatannya dengan Jokowi selama lima tahun terakhir (2019-2024), bahkan menganggap dirinya sebagai “murid” Jokowi, Prabowo memahami berbagai elemen masyarakat yang menginginkan Jokowi diadili atas kebijakan-kebijakannya yang dianggap merusak politik, ekonomi, dan hukum di Indonesia.

Publik telah beberapa kali mengajukan gugatan terhadap Jokowi melalui jalur hukum, termasuk dugaan ijazah palsu dan berbagai kebijakan yang dianggap merugikan negara. Dengan demikian, Jokowi dianggap sebagai “holding company” dari berbagai permasalahan bangsa, menciptakan residu yang diwarisi oleh Prabowo dan para pemimpin mendatang.

Seruan “Hidup Jokowi!” dari Prabowo menjadi tantangan yang tidak logis, seolah menjadi oposisi terhadap rakyat yang telah lama menginginkan keadilan bagi Jokowi. Harapan bahwa Prabowo akan menjadi presiden yang menegakkan hukum terhadap Jokowi kini tampak kontradiktif dan kontroversial.

Namun, reaksi terhadap seruan ini hanya sebatas spanduk “Indonesia Gelap” dari perwakilan mahasiswa, tanpa aksi lebih lanjut dari publik. Ini menunjukkan bahwa “test the water” yang dilakukan Prabowo tidak menghasilkan perlawanan signifikan. Pengalaman seperti KM 50 dan kematian ratusan petugas KPPS pada Pemilu 2019 menjadi contoh bahwa reaksi publik sering kali tidak berlanjut menjadi gerakan besar.

Di sisi lain, pernyataan keras dari Deddy Sitorus, anggota DPR RI dari PDIP, yang menyoroti kekacauan politik era Jokowi, termasuk fakta bahwa hampir 60% hasil Pilkada 2024 digugat ke MK, menunjukkan bahwa kondisi politik Indonesia saat ini sangat kacau. DPR RI, yang seharusnya berperan dalam pengawasan dan penganggaran, justru menjadi bagian dari sistem yang tidak efektif.

Kesimpulannya, semangat “Hidup Jokowi!” yang diteriakkan Prabowo lebih mencerminkan upaya membentuk narasi politik baru ketimbang gerakan yang benar-benar memiliki dampak besar. Sementara itu, ketidakpuasan publik terhadap kondisi politik di era Jokowi terus berkembang, meskipun belum mencapai titik kulminasi yang dapat mengguncang struktur kekuasaan secara signifikan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KSPI: PHK Ribuan Karyawan PT Sritex Ilegal

Next Post

Puasa Itu Healing: Belajar dari Fenomena Alam

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Next Post
Puasa Itu Healing: Belajar dari Fenomena Alam

Puasa Itu Healing: Belajar dari Fenomena Alam

Fenomena Gray Divorce dalam Pandangan Ilmiah, Moral, dan Budaya

Fenomena Gray Divorce dalam Pandangan Ilmiah, Moral, dan Budaya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...