• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Semua Orang Bisa Berbuat Kesalahan – Tetapi Hanya Orang-Orang Idiot yang Mempertahankan Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
February 6, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Sertifikat HGB-HGU: Asli Tapi Palsu – Alat Legalisasi Untuk Mengusir Rakyat
Share on FacebookShare on Twitter

Kesalahan adalah bagian dari kodrat manusia. Setiap individu, tanpa terkecuali, pasti pernah membuat keputusan yang keliru, baik dalam skala kecil maupun besar. Namun, yang membedakan antara orang yang bijak dan orang yang bodoh adalah bagaimana mereka merespons kesalahan tersebut. Orang bijak belajar dari kesalahannya, mengakuinya, dan berusaha memperbaikinya. Sebaliknya, orang bodoh, atau dalam istilah yang lebih keras, idiot, justru memilih mempertahankan kesalahannya, membenarkan kekeliruannya, dan bahkan menggandakan kesalahan tersebut dengan berbagai dalih yang absurd.

Dalam konteks politik Indonesia, fenomena ini sangat kentara dalam lingkaran para pendukung Jokowi. Sejak awal kepemimpinannya, Jokowi dijual kepada publik sebagai pemimpin sederhana, merakyat, dan anti-korupsi. Narasi tersebut terus direproduksi meskipun bukti-bukti menunjukkan sebaliknya. Ketika janji-janji kampanyenya tak kunjung ditepati, ketika kebijakan-kebijakannya banyak yang tidak masuk akal dan merugikan rakyat, ketika oligarki semakin menguasai pemerintahan, sebagian pendukungnya tetap teguh dalam pembelaan buta mereka.

Kesalahan pertama yang harus diakui adalah bagaimana Jokowi membawa Indonesia ke dalam jurang hutang yang semakin dalam. Pada awal pemerintahannya, ia sering mengklaim bahwa pembangunan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Faktanya, utang luar negeri Indonesia meroket dan menjadi beban berat bagi generasi mendatang. Alih-alih melihat ini sebagai alarm bahaya, para pendukungnya justru berkelit dengan mengatakan bahwa utang adalah hal yang biasa bagi sebuah negara. Mereka menutup mata terhadap kenyataan bahwa utang yang tidak dikelola dengan baik hanya akan membuat rakyat semakin tercekik.

Kesalahan kedua adalah bagaimana Jokowi gagal dalam menegakkan demokrasi yang sehat. Sejak periode keduanya, demokrasi Indonesia mengalami kemunduran drastis. Kebebasan berpendapat semakin terancam, hukum semakin tumpul ke atas dan tajam ke bawah, serta lembaga-lembaga negara semakin kehilangan independensinya. Alih-alih menyadari dan mengakui bahwa mereka telah memilih pemimpin yang salah, para pendukung Jokowi justru membela dengan dalih stabilitas nasional dan pembangunan. Mereka menolak melihat kenyataan bahwa stabilitas yang dipaksakan dengan represi hanyalah kediktatoran dalam kemasan modern.

Kesalahan ketiga adalah proyek ambisius Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dipaksakan tanpa pertimbangan matang. Berbagai pakar telah memperingatkan bahwa proyek ini tidak realistis dalam jangka pendek, tidak memiliki urgensi mendesak, dan berpotensi mengorbankan banyak aspek sosial, ekonomi, serta lingkungan. Namun, alih-alih mengakui kekeliruan ini, para pendukung Jokowi justru memuji proyek tersebut sebagai bukti visi besar seorang pemimpin. Mereka menolak data, menolak fakta, dan terus memuja narasi yang dibangun oleh penguasa.

Kesalahan-kesalahan ini bukan sekadar kebijakan yang kurang tepat, tetapi merupakan bukti nyata bahwa Jokowi bukanlah pemimpin yang membawa perbaikan bagi bangsa. Namun, sebagian besar pendukungnya justru memilih untuk tetap membenarkan dan mempertahankan segala kebijakan yang telah terbukti gagal tersebut. Dalam hal ini, mereka telah jatuh ke dalam kategori yang diungkapkan dalam kutipan awal: mereka bukan hanya membuat kesalahan, tetapi juga mempertahankan dan membela kesalahan tersebut dengan membabi buta.

Kesetiaan buta terhadap pemimpin yang jelas-jelas telah menyimpang dari kepentingan rakyat adalah bentuk kebodohan yang nyata. Seorang pemimpin tidak boleh dikultuskan tanpa kritik, dan kebijakan-kebijakannya harus dievaluasi dengan kepala dingin, bukan dengan fanatisme membuta. Sikap keras kepala dalam mempertahankan kesalahan tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga menghancurkan masa depan bangsa.

Sebagai rakyat yang peduli dengan nasib negara, sudah seharusnya kita membuka mata, mengakui kesalahan, dan tidak lagi mendukung sesuatu yang jelas-jelas merugikan kepentingan publik. Indonesia tidak akan pernah maju jika rakyatnya terus mempertahankan pemimpin yang gagal dan membiarkan kebodohan berkuasa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Ancam Singkirkan Menteri yang Tak Mau Bekerja: Bahlil dan Trenggono?

Next Post

Kemenpan-RB : Penghapusan Gaji13 dan 14 ASN Masih Dibahas

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi
Aya Aya Wae

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

December 9, 2025
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama
Feature

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World
Bencana

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025
Next Post
Kemenpan-RB : Penghapusan Gaji13 dan 14 ASN Masih Dibahas

Kemenpan-RB : Penghapusan Gaji13 dan 14 ASN Masih Dibahas

Tuding KPK Sewenang-wenang Hasto Melawan

Tuding KPK Sewenang-wenang Hasto Melawan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Hilangnya Asketisme Elite NU
Feature

Hilangnya Asketisme Elite NU

by fusilat
December 9, 2025
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Asketisme, gaya hidup yang pantang terhadap kenikmatan duniawi demi mencapai...

Read more
Antara Retorika dan Realita: Bisakah Prabowo Tumbangkan Outsourcing?

Prabowo Hapus Utang KUR Petani Korban Banjir Sumatera, Ini Kata LBH Keadilan

December 8, 2025
KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

KIP “Lapor” Kapolri Soal Putusan Sengketa Ijazah Jokowi: Lukai Rasa Keadilan Publik

December 8, 2025
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

18
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

December 9, 2025
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025
Kalimantan: The Lost World

Wo, Hutan Bukan Kebun Kayu

December 9, 2025
Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

Mengenal dan Memahami Ahlussunnah wal Jamaah

December 9, 2025
Pidato Prabowo yang Membuat Perut Kembung

Prabowo Mulai Kehilangan Nalar Sehatnya

December 9, 2025
Diledek PDIP,  PSI Partai Lebih Banyak Baliho Daripada Pengurusnya,  PSI Mencak-mencak Tak Terima

“Budaya Mundur yang Mati: Ketika Jabatan Lebih Berharga dari Kehormatan”

December 9, 2025

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

Nyawa Rangkap 9 Bonjowi

December 9, 2025
Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

Ketika Nalar Menjadi Dasar Beragama

December 9, 2025

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...