• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Senjata Pamungkas Iwan Bule: Shin Tae Yong! 

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
October 13, 2022
in Feature
0
Senjata Pamungkas Iwan Bule: Shin Tae Yong! 

Ilustrasi Shin Tae Yong karya Maestro KP Hardi Danuwijoyo.

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Komisioner Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN).

JAKARTA – Hanya ada satu kata: lawan!

Itulah yang dilakukan Iwan Bule, panggilan akrab Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan, saat didesak mundur sebagai bentuk pertanggungjawabannya atas Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober lalu yang menewaskan 132 orang.

Dalam beberapa kesempatan ia selalu menyatakan menolak untuk mundur. Iwan Bule melawan desakan mundur itu. Bahkan kali ini ia mengeluarkan senjata pamungkas: Shin Tae Yong. 

Ya, pelatih Timnas Indonesia berusia 52 tahun asal Korea Selatan itu dijadikan Iwan Bule sebagai tameng hidup atau senjata pamungkas untuk melawan desakan mundur dari publik. 

STY mengancam akan mundur jika Iwan Bule mundur. Dalam unggahan di akun Instagramnya, Rabu (12/10/2022), STY berdalih, sebagai satu tim dirinya merasa bertanggung jawab atas kerja sama yang dijalin dengan PSSI. 

Jika terdapat kesalahan dari rekan kerja yang bekerja bersama sebagai satu tim, katanya, maka dia pun juga memiliki kesalahan yang sama. Nah, lho! 

Memang, pamor STY di mata publik Indonesia saat ini sedang naik daun setelah berhasil meningkatkan performa, prestasi dan peringkat Timnas. STY dicintai publik Indonesia. Bahkan banyak yang mendesak STY menjadi warga negara Indonesia (WNI).

Iwan Bule pun ternyata sadar akan hal itu. Ia lalu memanfaatkan pamor STY sebagai senjata pamungkas untuk meningkatkan “bargaining position” (posisi tawar) demi melawan desakan publik yang kian hari kian membesar bak bola salju. 

Iwan Bule yakin, publik Indonesia tak akan membiarkan STY mundur dari kursi pelatih Timnas. Akhirnya Iwan Bule menjadikan dirinya satu paket dengan STY. “Tiji tibeh, mati siji mati kabeh” (mati satu mati semua). Begitu ibaratnya.

Itulah strategi Iwan Bule dalam membungkam suara publik. Strategi, kata Sun Tzu, adalah senjata paling ampuh dalam perang. Sebagai seorang purnawirawan jenderal polisi, dia tahu betul itu. 

Akan tetapi, STY agaknya alpa bahwa kontrak dia sebagai pelatih Timnas sebenarnya dengan PSSI sebagai institusi, bukan dengan Iwan Bule sebagai pribadi. Adapun desakan mundur terhadap Iwan Bule adalah dalam kapasitas personal dia yang kebetulan duduk di kursi PSSI-1, bukan institusi PSSI. 

Jadi, ada atau tidak ada Iwan Bule di PSSI, kontrak STY akan jalan terus sesuai waktu yang telah disepakati dengan PSSI. Iwan Bule boleh mundur, tapi STY tetap pelatih Timnas. Kecuali bila memang STY sudah tidak produktif lagi, tentu PSSI akan melakukan evaluasi dan koreksi. Tanpa mundur pun STY akan dipecat. Itu profesional namanya. 

Sebagai pelatih profesional, sebenarnya tak patut bagi STY untuk “mengintimidasi” publik terkait desakan mundur Iwan Bule. STY tak boleh baper (terbawa perasaan), apalagi dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. 

Soal desakan mundur Iwan Bule, itu adalah yuridiksi PSSI dan publik Indonesia. Sebagai seorang pelatih profesional, STY tak perlu ikut campur masalah “dalam negeri” PSSI dan masyarakat sepakbola Indonesia.

Indonesia cinta Iwan Bule, tapi lebih cinta PSSI. Indonesia sayang STY, tetapi lebih sayang PSSI. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PSSI Tak Memiliki Kekebalan Hukum dan Ikut Bertanggung Jawab Terhadap Tragedi Kanjuruhan

Next Post

Rizky Billar Ditetapkan Tersangka KDRT, Duh! 

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?
Feature

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik
Feature

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026
Feature

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Next Post
Rizky Billar Ditetapkan Tersangka KDRT, Duh! 

Rizky Billar Ditetapkan Tersangka KDRT, Duh! 

Tiga Langkah Jegal Anies Baswedan

Politik Transit Anies

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Rakyat Melawan!
Feature

Rakyat Melawan!

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Demonstran 1998 Kampus UNS Jakarta - Maka hanya ada satu kata: lawan! (Widji Thukul, 1963-1998). Demikianlah...

Read more
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026
Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

Siapa Saja Pemakan Duit Pajak dan Hidupnya Hedon?

June 14, 2026
RI 36 Milik Rafli Achmad Terungkap, Aksi Arogan Patwal Tuai Kritik

Seret Nama Raffi Ahmad, Bos Blueray: Air Susu Dibalas Air Tuba

June 14, 2026

Menguatkan Integritas dan Profesionalitas Pemegang Peran Pengganti Perusahaan Cangkang (Ketika Pemeran Pengganti Masuk ke Panggung Utama)

June 14, 2026
Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

Prabowo Menjadi Jenderal Karena Seragam – Jenderal di Pundak, Kopral di Mimbar

June 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DDII Depok Gelar Raker Perdana, Siapkan Program Dakwah 2026–2031

June 14, 2026
TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

TAJEN DI BALI: ARENA JUDI TERORGANISIR JADI KEJAHATAN KERAH PUTIH – TOKOH: HARUS DILEGALISIR UNTUK TUTUP RUANG KEHILANGAN

June 14, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist