• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sepertinya Jokowi Sudah Tak Punya Teman

Ali Syarief by Ali Syarief
June 6, 2025
in Feature, Politik, Tokoh
0
Jokowi Alami Alergi Kulit Usai Kunjungan ke Vatikan

Istimewa - Kompas

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di Solo yang hangat, Jumat itu,  Joko Widodo tampak sendirian. Bukan karena ia tidak dikerumuni awak media, tapi karena suara yang ia lontarkan seperti datang dari ruang kosong—dari seseorang yang tak lagi memiliki siapa-siapa untuk berdiskusi secara jujur, atau setidaknya, untuk membelanya secara terbuka. Ia menjelaskan sendiri ihwal isu pemakzulan Gibran Rakabuming Raka, anaknya sendiri, dengan nada yang nyaris seperti orang yang sedang mengajar pendidikan kewarganegaraan di kelas SMP.

“Pemakzulan itu hanya bisa jika presiden atau wakil presiden melakukan perbuatan tercela, pelanggaran berat, atau tindak pidana seperti korupsi,” ujar Jokowi, mencoba tetap tenang. Penjelasan normatif, ringan, sederhana—tapi menyimpan tanda tanya besar: Mengapa ia merasa perlu menjawab sendiri?

Sementara itu, suara dari luar Istana justru datang dari tempat yang tak terduga. Forum Purnawirawan Prajurit TNI—lembaga yang biasanya lebih dikenal karena kedekatannya dengan ide ketertiban dan loyalitas kepada negara—menjadi penggagas paling keras agar Gibran dimakzulkan. Empat jenderal senior, dengan penuh keberanian, menandatangani surat kepada pimpinan DPR, MPR, dan DPD. Nama-nama itu bukan sekadar nama: Fachrul Razi, Tyasno Soedarto, Hanafie Asnan, Slamet Soebijanto—mereka bukan pengamat biasa.

Kata mereka, dasar hukum pencalonan Gibran adalah putusan Mahkamah Konstitusi yang cacat secara etika dan moral. Anwar Usman, sang paman yang saat itu menjabat Ketua MK, dianggap menyalahgunakan wewenang, tak mengundurkan diri dari perkara yang jelas-jelas melibatkan keponakannya. Sebuah preseden yang membuat rasa keadilan publik seperti diinjak-injak oleh stempel kekuasaan.

Yang ironis, dalam suasana pelik ini, Jokowi terlihat seperti kehilangan barisan. Elite partai bungkam, para menteri tiarap, dan masyarakat sipil hanya bisa menggertakkan gigi sambil menatap layar. Bahkan, para pensiunan jenderal yang dulu menjadi pilar kekuatan politik Jokowi di periode pertama kini memilih barikade seberang. Dan di tengah kekosongan suara itulah Jokowi muncul: menjelaskan sendiri, membela sendiri, seolah-olah ia presiden dan penasihat hukumnya sendiri.

Mungkin Jokowi masih ingin kita percaya bahwa semuanya baik-baik saja. Bahwa ini hanya “dinamika demokrasi”, kata yang sudah terlalu sering dipakai untuk membungkus konflik serius agar terlihat sebagai perbedaan biasa. Tapi publik tak bodoh. Kita tahu, pemakzulan bukan sekadar soal hukum, tapi juga tentang legitimasi moral. Dan dari situlah keretakan mulai nyata.

Isu ini bukan semata-mata tentang Gibran. Ini tentang rekayasa sistemik yang menjungkirbalikkan hukum demi memuluskan jalan kekuasaan dinasti. Ini tentang keengganan elite untuk menolak saat kebenaran menjadi taruhan. Dan ini juga tentang seorang ayah yang perlahan kehilangan kawan di medan yang ia ciptakan sendiri.

Jokowi mungkin tidak merasa sendiri. Tapi dari luar, dari sudut rakyat biasa yang menyaksikan dari pinggir, semuanya terlihat seperti drama sunyi. Ketika seorang presiden harus menjelaskan sendiri bahwa anaknya tak layak dimakzulkan, itu bukan sekadar klarifikasi. Itu tanda bahwa ia telah ditinggalkan, perlahan, oleh mereka yang dulu bersumpah setia.

Dan seperti yang kita tahu dalam politik: ketika seorang pemimpin mulai bicara sendirian, bukan karena ia bijak, tapi karena tak ada lagi yang bersedia bicara untuknya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sindrom Kaget Berjamaah: Tambang Nikel Tiba-Tiba Muncul di Raja Ampat

Next Post

Idul Adha Adalah Perwujudan Ketundukan Paling Tulus Kepada Tuhan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah
Feature

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
Next Post
Idul Adha Adalah Perwujudan Ketundukan Paling Tulus Kepada Tuhan

Idul Adha Adalah Perwujudan Ketundukan Paling Tulus Kepada Tuhan

Badan Kesehatan Nasional  AS  Sedang Melacak Varian Virus Covid  Yang Sangat Bermutasi

BREAKING NEWS Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah, Varian Baru JN.1 Jadi Sorotan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist