• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“Sesak Napas” Perusahaan Rintisan

fusilat by fusilat
December 5, 2022
in Feature
0
“Sesak Napas” Perusahaan Rintisan

Dok.Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Kristianus Jimy Pratama Peneliti Center for Law, Technology, RegTech & LegalTech Studies

KETIDAKPASTIAN ekonomi dan bayang-bayang resesi sebagai dampak ikutan pandemi Covid-19 dan invasi Rusia ke Ukraina telah menjelma sebagai ancaman serius bagi perekonomian negara-negara di dunia, termasuk di Indonesia. Hal itu setidaknya tergambar secara tidak langsung melalui keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 16-17 November 2022 yang kembali menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DDR) menjadi 5,25 persen. Tingkat suku bunga itu telah naik 100 bps (basis points) dari keputusan RDG Bank Indonesia pada 21-22 September 2022 yang berada pada angka 4,25 persen. Keputusan RDG Bank Indonesia yang bersifat front loaded, pre-emptive, dan forward looking tersebut menunjukkan adanya keputusan bank sentral yang bersifat agresif untuk dapat menahan laju inflasi dan menurunkan ekspetasinya. Bank Indonesia sendiri merilis bahwa angka inflasi pada Oktober 2022 mencapai 5,71 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 5,95 persen, tetapi capaian tersebut terbilang tinggi dibandingkan periode Januari 2022 yang berada pada angka 2,18 persen.

Gelombang PHK

Tingginya angka inflasi itu pula yang diasumsikan kemudian oleh pelaku pasar sebagai biang keladi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan rintisan. Setidaknya dalam kurun waktu November 2022 saja, terdapat tiga perusahaan rintisan yang melakukan PHK kepada pegawainya.  Shopee Indonesia melakukan PHK gelombang ketiga pada 14 November 2022 disusul PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) melakukan hal serupa pada 1.300 orang atau 12 persen dari total pegawainya pada 18 November 2022. Sementara PT Ruang Raya Indonesia atau Ruangguru melakukan PHK pada ratusan karyawannya.

CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara, dan COO Ruangguru, Muhammad Iman Usman, dalam pernyataan mereka di media sosial menyebutkan bahwa rekrutmen berlebih pada dua tahun terakhir serta tingginya angka inflasi dan kenaikan suku bunga membuat iklim investasi di dunia memburuk secara signifikan. Itulah alasan yang melatarbelakangi dilakukannya PHK.

“Sesak napas” akut perusahaan rintisan

Pertanyaan yang muncul kemudian di benak saya adalah apakah alasan itu merupakan hal yang patut dimaklumi dalam ekosistem perusahaan rintisan nasional? Pada alasan pertama terdapat fakta telah terjadinya rekrutmen pegawai secara berlebih. Terkait alasan ini dapat ditegaskan bahwa pada hakikatnya itu adalah sebuah tindakan keliru sejak semula dari para pelaku perusahaan rintisan. Setidaknya hal ini didasarkan pada dua perspektif yaitu, perspektif teknologi dan perspektif tata kelola perusahaan.

Dalam perspektif teknologi, pengembangan ekosistem perusahaan rintisan dilakukan dengan memperhatikan prinsip efisiensi dan penguatan pemanfaatan aspek artificial intelligence (AI) sebagai pijakan dasar. Pelaksanaan rekrutmen berlebih pada prinsipnya telah sejak semula akan berimplikasi pada besarnya jumlah sumber daya manusia (SDM), baik yang bersifat konvensional ataupun telah memiliki kecakapan digital yang memadai untuk dapat berkoneksi langsung dengan AI ataupun aspek relevan lainnya. Dengan besar dan tidak terkendalinya jumlah SDM tersebut, terlebih apabila tidak didukung dengan kecakapan digital yang mumpuni, hal ini akan membuat pelaksanaan ekosistem perusahaan rintisan sudah rapuh dan tidak efisien untuk dikembangkan secara maksimal.

Pada perspektif tata kelola perusahaan, ekosistem perusahaan rintisan umumnya dibangun dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan, visioner, dan penguatan kultur virtual contact and mindset. Apabila kekeliruan dimulai dari jumlah SDM yang berlebihan daripada apa yang dapat ditanggung perusahaan rintisan, hal itu akan membuat sisi visioner dan virtual mindset menjadi tidak berjalan. Alasan kedua terkait angka inflasi dan kenaikan suku bunga yang membuat iklim investasi di dunia memburuk secara signifikan. Perusahaan rintisan patut menyadari bahwa kenaikan suku bunga Bank Indonesia secara agresif sudah dapat disadari semenjak kuartal II dan III-2022.

Perlu digarisbawahi bahwa dalam siklus perusahaan rintisan terdapat sebuah fase yang disebut fase “pecahnya gelembung” ataupun “lompatan S”. Apabila sebuah perusahaan rintisan gagal melakukan manajerialnya secara benar dan gagap dalam merespon keadaan perekonomian yang dinamis, “pecahnya gelembung” akan menjadi fase berikutnya yang akan dihadapi perusahaan rintisan. Jika perusahaan rintisan mampu memberikan suatu pertahanan yang efisien, fase “lompatan S” akan dapat dilalui. Permasalahannya adalah PHK yang dilakukan oleh perusahaan rintisan dengan “berlindung” pada alasan klasik ekonomi lesu adalah suatu hal yang “klise”, terlebih diucapkan oleh pelaku “virtual mindset”.

Pegawai perusahaan rintisan dapat disertakan dalam pembangunan ekosistem perusahaan rintisan yang lebih visioner dengan penguatan AI. Karena itu, pada dasarnya kedua alasan itu bukanlah alasan sesungguhnya perusahaan rintisan melakukan PHK, tetapi itu menunjukkan bahwa gejala “sesak napas” di tubuh perusahaan rintisan telah akut.

Kristianus Jimy Pratama Peneliti Center for Law, Technology, RegTech & LegalTech Studies UGM Alumnus Program Studi Magister Hukum Bisnis dan Kenegaraan FH UGM. Peneliti Center for Law, Technology, RegTech & LegalTech Studies UGM

Dikutip Kompas.com Minggu 04 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jane Fonda, 84: Ketakutan Terbesarnya Saat Sekarat Penuh dengan Penyesalan: ‘Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan yang terbaik’

Next Post

Safari Anies, Sambutan Rakyat dan Spanduk Penolakan

fusilat

fusilat

Related Posts

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah
Feature

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026
Feature

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?
Feature

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Next Post
Meng-Anies-kan Indonesia

Safari Anies, Sambutan Rakyat dan Spanduk Penolakan

Proyek Kereta Ambisius Sudah Bermasalah Dari Awal, Ada Apa?

KA CEPAT: Berapa Tahun Mangkrak? Berapa Puluh Trilyun Biaya Bertambah? Mengapa KA Parahyangan Dihapus?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Vitamin Demokrasi yang Mendadak Dilarang Konsumsi
Feature

Teddy, Gay, dan Luth

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta — Hubungan politik antara Amien Rais dan Prabowo...

Read more
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026
Saat Rakyat Menggemakan ‘Adili Jokowi’, Prabowo Teriak ‘Hidup Jokowi’: Loyalitas Kepada Siapa?

Qiamat Terjadi Ketika Tugas Dikerjakan Oleh Yang Bukan Akhlinya

May 3, 2026
Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

Perang Iran Membakar Inflasi AS: Angka 3,6% Jadi Alarm Bahaya Ekonomi

May 3, 2026
Bobby Kertanegara: Simbol Transformasi Prabowo dari Kerasnya Medan Perang ke Kasih Sayang

Prabowo: Kritik Tak Digubris – Penderitaan Bangsa Lain Direduksi

May 3, 2026
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat

May 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

Dari Langit ke Bumi: Jejak Budaya dalam Tubuh Syariah

May 3, 2026

Meraih dan Merawat Cinta Allah dengan Menggenggam Hidayah melalui Taufik-Nya

May 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist