• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sesat Pikir: “Yang Maha Pengasih, Penyayang, dan Pengampun—Malah Menerakan Ciptaannya”

Ali Syarief by Ali Syarief
February 7, 2026
in Feature, Spiritual
0
Sesat Pikir: “Yang Maha Pengasih, Penyayang, dan Pengampun—Malah Menerakan Ciptaannya”
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di banyak mimbar, teks kitab suci, dan ceramah keagamaan, Tuhan selalu diawali dengan pujian yang agung: Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun. Tiga sifat ini bukan sekadar atribut, melainkan fondasi moral relasi antara Tuhan dan manusia. Namun di titik inilah sebuah sesat pikir sering terjadi—ketika Tuhan yang digambarkan penuh kasih itu justru dihadirkan sebagai sosok yang gemar menghukum, menenggelamkan, membakar, dan menerakan ciptaan-Nya sendiri.

Pertanyaannya sederhana namun mengguncang:
bagaimana mungkin kasih yang maha luas berujung pada kehancuran massal?

Tuhan atau Proyeksi Manusia?

Sesat pikir pertama muncul ketika manusia memproyeksikan wataknya sendiri kepada Tuhan. Manusia yang mudah murka membayangkan Tuhan murka. Manusia yang pendendam menciptakan Tuhan pendendam. Padahal, jika Tuhan benar-benar Maha Pengasih, maka kasih-Nya semestinya melampaui ego, emosi, dan nafsu balas dendam manusia.

Ketika bencana, wabah, atau penderitaan sosial disebut sebagai “azab”, sesungguhnya yang bekerja bukanlah iman, melainkan ketakutan yang dibungkus doktrin. Tuhan direduksi menjadi algojo kosmik—bukan pembimbing, bukan pendidik, apalagi pengasuh ciptaan-Nya.

Hukuman sebagai Jalan Pintas Berpikir

Menyalahkan Tuhan atas penderitaan adalah jalan pintas berpikir yang nyaman. Ia membebaskan manusia dari tanggung jawab. Kerusakan alam? “Azab.” Ketidakadilan sosial? “Takdir.” Kemiskinan struktural? “Ujian.”

Di titik ini, Tuhan tidak lagi menjadi sumber etika, melainkan alibi moral. Kezaliman manusia disucikan dengan narasi ilahi. Ketidakbecusan penguasa dilapisi bahasa langit. Dan ironi terbesar: Tuhan yang Maha Pengampun justru dipakai untuk membenarkan penghukuman tanpa ampun.

Kasih yang Mendidik, Bukan Menerakan

Jika Tuhan benar Maha Penyayang, maka relasi-Nya dengan manusia lebih menyerupai pendidik, bukan penghancur. Kasih tidak identik dengan pemanjaan, tetapi juga tidak pernah berwujud pemusnahan. Kasih bekerja melalui kesadaran, pembelajaran, dan pertumbuhan—bukan melalui teror dan ketakutan.

Menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang gemar menerakan ciptaan-Nya sama saja dengan menuduh-Nya gagal dalam mencipta. Padahal, kegagalan sering kali justru terletak pada manusia yang menolak belajar, enggan bertanggung jawab, dan lebih suka berlindung di balik “kehendak Tuhan”.

Penutup: Membebaskan Tuhan dari Sesat Pikir Kita

Barangkali yang perlu dikoreksi bukan konsep ketuhanan, melainkan cara berpikir kita tentang Tuhan. Tuhan tidak perlu dibela dengan ancaman neraka, dan tidak perlu dimuliakan dengan cerita kehancuran. Tuhan Yang Maha Pengasih tidak kehilangan wibawa hanya karena Ia memilih mengampuni.

Sesat pikir terbesar bukan mempertanyakan Tuhan, melainkan mengklaim memahami Tuhan sambil mengkhianati sifat-sifat-Nya sendiri.

Jika Tuhan benar Maha Pengasih, Penyayang, dan Pengampun, maka kehancuran bukanlah bahasa-Nya.
Itu bahasa manusia—yang lalu dengan mudah menamainya: kehendak Tuhan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polisi Nabrak Rakyat Cukup Minta Maaf – Rakyat Nabrak Polisi Di Penjarakan

Next Post

Milad ke-79 HMI Digelar Sederhana di Markas PB, Tanpa Panggung Parkir

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Milad ke-79 HMI Digelar Sederhana di Markas PB, Tanpa Panggung Parkir

Milad ke-79 HMI Digelar Sederhana di Markas PB, Tanpa Panggung Parkir

Dari Shaum ke Shiyām: Mengikrarkan Diam Menjadi Puasa yang Bernilai Ibadah

Dari Shaum ke Shiyām: Mengikrarkan Diam Menjadi Puasa yang Bernilai Ibadah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist