• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Setelah Kasus Dokter Aulia, Kemenkes Temukan Ratusan Kasus Perundungan di RS Pendidikan

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
September 4, 2024
in News
0
Kemenkes Beberkan Hasil Investigasi Untuk Sanggah Tudingan Undip
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Fusilatneews – Kasus dugaan perundungan yang diduga menjadi penyebab kematian dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), membuka fakta baru tentang maraknya praktik perundungan di berbagai rumah sakit pendidikan di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan ratusan kasus perundungan di berbagai rumah sakit pendidikan, termasuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan hingga saat ini terdapat 1.500 laporan yang masuk ke kanal pengaduan Kemenkes. Setelah melalui proses verifikasi, teridentifikasi sebanyak 542 kasus yang memenuhi kategori perundungan atau bullying, yang sebagian besar terjadi di rumah sakit pendidikan yang berada di bawah naungan Kemenkes.

“Dari 1.500 laporan yang masuk, kami telah memverifikasi dan menemukan 540 kasus yang memang benar-benar masuk dalam kategori perundungan,” ujar Siti Nadia Tarmizi di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/9/2024).

Kasus Perundungan di Rumah Sakit Pendidikan

Menurut Nadia, dari total 542 kasus yang terkonfirmasi, 221 kasus di antaranya terjadi di rumah sakit vertikal yang berada di bawah Kemenkes. Rumah sakit tersebut termasuk RS M Djamil Padang, RS Mohammad Hoesin Palembang, RS Adam Malik Medan, RSCM Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Kariadi Semarang, RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, dan RS Kandou Manado.

“Perundungan ini terjadi di hampir semua rumah sakit vertikal Kemenkes yang juga menjadi tempat pendidikan bagi sebagian besar dokter spesialis,” jelasnya. Ia menambahkan, khusus di RSCM Jakarta, terdapat dua hingga tiga kasus perundungan yang dilaporkan.

Perubahan Besar di Lingkungan PPDS Diperlukan

Menanggapi situasi tersebut, Nadia menegaskan perlunya perubahan besar dalam lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Ia menyatakan bahwa praktik perundungan tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa atau lumrah.

“Harus ada perubahan besar untuk menghentikan kebiasaan yang sudah lama dianggap normal, tetapi sebenarnya merugikan,” kata Nadia.

Tindakan Kemenkes Terhadap Pelaku Perundungan

Kemenkes berjanji akan bertindak tegas terhadap kasus perundungan di lingkungan rumah sakit vertikal. Tim investigasi akan diturunkan jika ada laporan perundungan, dan sanksi akan diberikan kepada pihak yang terbukti melakukan perundungan sesuai dengan Instruksi Menteri Kesehatan yang dikeluarkan pada Juli 2023.

“Instruksi Menteri Kesehatan sudah mengatur dengan jelas mengenai upaya pencegahan dan penanganan perundungan di institusi di bawah Kementerian Kesehatan. Kami akan memastikan siapa saja yang melakukan perundungan akan dikenai sanksi,” tegas Nadia.

Dukungan terhadap Korban dan Pencegahan Kejadian Serupa

Kemenkes berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap korban perundungan. Nadia menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mengawasi proses pendidikan dokter spesialis dan mengambil langkah-langkah preventif untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Dengan semakin banyaknya kasus yang terungkap, diharapkan perubahan dalam budaya pendidikan kedokteran di Indonesia dapat segera terlaksana demi terciptanya lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi para calon dokter.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Marwan Jafar Tuding Kemenag RI Hambat Kinerja Pansus Angket Haji, Saksi Penting Tak Hadir

Next Post

PSI Jelaskan Keberadaan Kaesang – KPK Akan Panggil Kaesang

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Feature

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026
Export Manusia – Apa Untungnya?
Feature

Export Manusia – Apa Untungnya?

May 2, 2026
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Next Post
Politik Telikung Indonesia

PSI Jelaskan Keberadaan Kaesang - KPK Akan Panggil Kaesang

KPK Apresiasi Langkah Prabowo Siapkan Anggaran Khusus untuk Pemberantasan Korupsi

KPK Apresiasi Langkah Prabowo Siapkan Anggaran Khusus untuk Pemberantasan Korupsi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo
Pojok KSP

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan...

Read more
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026

Menuju Ul Albab: Memadukan Integritas, Akademik, dan Kebermanfaatan

May 2, 2026
Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

Mengapa Jokowi Tak Mau Berkacamata?

May 2, 2026
Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

Jumhur Hidayat: Dari Terdakwa Hoaks hingga Dinyatakan Tak Bersalah

May 2, 2026
Export Manusia – Apa Untungnya?

Export Manusia – Apa Untungnya?

May 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

Republik Oligarki: Menakar Kedalaman Jurang Ketimpangan Indonesia 2026

May 2, 2026
Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

Ketika Buruh Tampar Muka Prabowo

May 2, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist