• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

SETELAH PEMILU TERJADI PERTARUNGAN YANG INGIN KEMBALI KE UUD 1945 DAN KAUM NEO LIBERAL .

Ir. Prihandoyo Kuswanto by Ir. Prihandoyo Kuswanto
April 30, 2024
in Feature, Law, Politik
0
SETELAH PEMILU TERJADI PERTARUNGAN YANG INGIN KEMBALI KE UUD 1945 DAN KAUM NEO LIBERAL .
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Prihandoyo Kuswanto-Ketua Pusat Study Kajian Rumah Pancasila .

Prihandoyo Kuswanto ( Ketua Pusat Studi Pancasila )

Pertarungan kaum neoliberal dengan Bangsa Indonesia yang ingin kembali pada UUD1945 semakin terbuka dan terus melakukan agitasi nya setelah menumpang pemilu dan kalah di sengketa Pilpres dimana petitum 01 dan 03 tidak ada yang dikabulkan oleh MK alias ditolak .

Kaum Neo Liberal yang sembunyi dikampus kampus bergelar Profsor , Doktor ,dan civitas akademika selalu membuat diksi dan penyataan yang menggiring untuk menghancurkan pemerintah .
Diawal pilpres mereka membuat diksi pemilu curang ,kemudian dibuat filem Dirty Vote untuk mempengaruhi rakyat agar tidak memilih Prabowo Gibran ,ternyata rakyat sudah mempunyai pilihan sendiri ,dan kalahlah yang didukung kaum neo liberal ini .

Maka tuduhan nya pemilu Curang TSM dan ditambahi korupsi bansos 497 triliun untuk memenangkan Prabowo Gibran .dan memasuki persidangan dibuat Branding MK bukan makamah kalkulator.dan rupanya branding ini ditelan oleh tiga hakim konstitusi padahal sesuai dengan Pasal 24 (1) UUD 1945 Wewenang MK itu memutuskan sengketa hasil pemilu dengan batas waktu 14 hari .

Didalam persidangan Kecurangan TSM dan Bansos dibabat habis oleh 4menteri yang dihadirkan jadi rakyat semua tahu tuduhan itu omong kosong .

Bagaimana Tiga Hakim itu mengajukan Desseting opinion terhadap bansos dan kecurangan TSM kalau belum dilakukan persidangan sebab kalau ngomong Kecurangan TSM harus dihadirkan 59%+1 TPS yang jumlah nya 800 ribu .begitu juga dengan bansos harus diperiksa paling tidak 50%+1 dari Pemilih yang jumlah nya 160 juta .Apa mungkin dengan batas waktu yang hanya 14 hari walau kami rakyat yang bukan bergelar Profesor hukum tapi kami punya logika mana bisa mendapatkan bukti yang hanya dalam waktu 14 hari.
Belum lagi soal Amicus Curiae apa ya ada dengan perselisihan hasil itu Amicus Curiae walau itu dijamin UU tetapi apa pengirim Amicus Curiae itu memahami persoalan dengan batas perselisihan Hasil pemilu ?

Akhir nya Petitum kedua paslon 01 dan 03 ditolak oleh Hakim MK .
Dan KPU pun sudah menetapkan Prabowo Gibran pemenang nya.

Maka kaum Neo Liberal Refly Harun,Rocky Gerung ,Eep Syaifulloh Fatah ,,Zaenal Arifin Mochtar , Bivitri Susanti, Feri Amsari, tidak terima dan terus melakukan perlawanan terus ber koar-koar jika Aneis dan Cak Imin bergabung dengan Prabowo Gibran dianggap telah berkhianat .

Pertarungan berikut nya adalah para pengusung kembali ke UUD 1945 Yang sudah jelas menjadi musuh kaum Neo Liberal yang tidak ingin Sistem MPR dikembalikan dan tidak lagi menggunakan demokrasi liberal .

Yang lebih aneh lagi dari UGM mengumandangkan pengadilan rakyat
Para akademisi dan aktivis hukum dan demokrasi berkumpul di Balairung Gedung Pusat Universitas Gadjah Mada, Selasa (12/3) siang. Mereka menyuarakan penegakan etika dan konstitusi serta memperkuat demokrasi.

Salah satu peserta aksi, Pakar Hukum Administrasi UGM, Zainal Arifin Mochtar menegaskan, pentingnya menggelar pengadilan rakyat .
Setelah mengusung narasi Pemilu Curang TSM ,dan korupsi dana bansos kandas di persidangan petitum nya ditolak sekarang setelah kalah dan yang sudah mengakui kemenangan Prabowo Gibran dan partai partai pendukung akan bergabung dengan Prabowo Gibran merekapun membuat diksi baru Pengadilan Rakyat pertanyaan nya Kapan Aktivis di UGM mendapat mandat rakyat ? Dalam pemaksaan agenda -agenda demokrasi liberal ngomong nya menyelamatkan demokrasi tetapi tindakan nya jauh dari demokrasi itu sudah termasuk makar .

Sejak Reformasi bangsa dan Negara ini selalu di rundung dengan persoalan-persoalan yang sangat memcekam, , hilang nya kesetiakawanan sosial antar warga bangsa,hilang nya rasa persaudaraan antar warga bangsa , hilang nya rasa kebersamaan senasib dan sepenangungan sebagai warga bangsa, dan hampir punah nya “Gotong Royong “ sebagai karakter bangsa Indonesia .

Karut marut persoalan ketatanegaraan ,tidak ada nya saling percaya akibat dari merajalela nya Korupsi di semua lini kehidupan berbangsa dan bernegara, persoalan demokrasi liberal tanpa nilai , yang menjurus pada luntur nya jati diri bangsa .

Kalau memang aktivis seperti Rocky Gerung ,Rafly Harun ,Syaifulloh Fatah ,Zainal Arifin Mochtar,.Bivitri Susanti, Feri Amsari,Faisal Asegaf ,kalau memang mampu mengurus negeri ini ya dirikan Partai politik dan nyaman jadi Presiden ,anggota DPR DPD,buktikan ada rakyat yang memilih kalian .
Jangan selalu mengatasnamakan rakyat tetapi hanya klaim apa yang seperti itu anda semua punya Etik ? Tidak perna di beri mandat oleh rakyat tetapi mengatasnamakan rakyat .itu melanggar Etik dan melanggar hukum ,masak pakar hukum melanggar hukum .

Bangsa ini sejak 22 tahun reformasi dipaksa untuk menjalankan demokrasi liberal setelah UUD 1945 diganti dengan UUD 2002 .rusak nya tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dan kerusakan ini sudah meresap pada rusak nya mental bangsa tidak hanya rakyat tetapi juga kaum intelek Tual kampus dan aktivis merasa paling pintar berdemokrasi

Akibat nya dalam berdemokrasi yang tingkat pendidikan rakyat masih rendah menjadi kuda tunggangan para elit politik .
Bukan demokrasi untuk rakyat tetapi rakyat untuk demokrasi .
Demokrasi liberal hanya memilih yang dikehendaki oleh elit politik.

Pertarungan Pilpres juga bukan kehendak rakyat tetapi kehendak segelintir aktivis yang tidak bisa menerima kekalahan capres nya
Kalau melihat keadaan hari ini justru yang tidak siap berdemokrasi itu adalah para elit dan kaum intelektual kampus politik ,bukan rakyat .
Kemudian dilayar-layar TV mereka berbicara mencatut nama rakyat padahal rakyat tidak perna rakyat memberi mandat pada mereka.

Harus nya kita berfikir menyelamatkan negeri ini bukan dengan cara mengobrak abrik terus merobohkan pemerintahan yang ada tetapi harus nya dengan politik tingkat tinggi dan memberikan solusi bagaimana cara nya mengembalikan UUD 1945 dan Pancasila .
Jika kerusuhan terjadi yang paling dirugikan adalah rakyat pasti rakyat yang dikorbankan.*

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pengembangan Kasus Korupsi Timah Berlanjut, Setelah Tetapkan 5 Tersangka, Kejagung Periksa 5 Lagi Pihak Swasta

Next Post

AOTS E-Newsletter” is published by the Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS).

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Ir. Prihandoyo Kuswanto

Related Posts

Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Next Post
AOTS: Online Seminar (Subsidized Program)

AOTS E-Newsletter" is published by the Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS).

Dalam Kasus Bupati Labuhanbatu,KPK Sita Uang Rp48,5 Milyar di Berbagai Rekening Bank

Kasus Investasi Fiktif Rp 1 Triliun di PT Taspen, KPK Pastikan Beberapa Petinggi Taspen Bakal Jadi Tersangka

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...