Depok-Fusilatnews – Setelah hampir dua dekade menguasai pemerintahan Kota Depok, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya harus menerima kekalahan dalam Pilkada Depok 2024. Pasangan calon nomor urut 2, Supian Suri-Chandra Rahmansyah, yang diusung Koalisi Perubahan Depok Maju, berhasil mengakhiri dominasi PKS dengan perolehan 451.785 suara. Sementara pasangan Imam Budi Hartono-Ririn Farabi A Rafiq yang diusung PKS dan Golkar hanya meraih 396.863 suara.
Bendahara DPD PKS Kota Depok, Ade Supriyatna, mengaku terkejut dengan hasil ini. Menurutnya, perubahan signifikan dalam pilihan pemilih terjadi di minggu terakhir sebelum pemungutan suara.
“Kami melakukan survei terakhir sekitar satu pekan sebelum pilkada dan hasilnya (masih unggul). Perubahan signifikan pemilih dalam satu pekan ini sangat mengejutkan buat kami,” ungkap Ade, Minggu (8/12/2024).
Berdasarkan survei internal PKS, pasangan Imam-Ririn unggul dengan elektabilitas 56 persen seminggu sebelum hari H. Hasil serupa juga terlihat dari survei independen VoxPol Center, yang mencatat elektabilitas pasangan tersebut di angka 50,3 persen dalam survei yang digelar pada 2-11 November 2024.
Namun, hasil akhir pemungutan suara menunjukkan fakta berbeda. Ade menyebut bahwa dinamika pemilih pada pekan terakhir menjadi perhatian khusus untuk dievaluasi.
“Kenapa warga Depok berubah pilihan dalam waktu kurang lebih sepekan itu harus dicari tahu,” ujar Ade, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Depok periode 2024-2029.
Faktor Kekalahan
Kekalahan PKS dinilai tak lepas dari kejenuhan masyarakat terhadap kepemimpinan partai tersebut selama hampir dua dekade. Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menyebut kurangnya kemajuan signifikan dalam mengatasi masalah perkotaan seperti kemacetan, banjir, polusi, sampah, dan transportasi publik menjadi penyebab utama pergeseran suara.
“Secara institusional memang ada kejenuhan pemilih terhadap PKS, karena setelah 20 tahun memimpin Depok, mungkin belum ada kemajuan yang signifikan dalam menuntaskan masalah-masalah konkret di kota ini,” ujar Agung, Jumat (6/12/2024).
Ade Supriyatna pun mengakui pentingnya refleksi dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja politik PKS di Depok. Namun, ia menegaskan bahwa hasil ini sepenuhnya merupakan pilihan warga Depok.
“Kami tidak bisa menyalahkan siapa pun, baik itu perorangan, kebijakan, atau situasi. Yang jelas, semua berpulang pada (pilihan) warga Depok,” pungkasnya.
Kemenangan Supian Suri-Chandra Rahmansyah
Pasangan Supian-Chandra yang diusung oleh Koalisi Perubahan Depok Maju dinilai berhasil menawarkan alternatif baru bagi masyarakat Depok. Dengan visi perubahan dan janji untuk memperbaiki infrastruktur serta pelayanan publik, pasangan ini berhasil menarik simpati warga yang menginginkan perubahan.
Kemenangan ini menandai berakhirnya dominasi PKS di Kota Depok dan menjadi titik awal baru dalam peta politik di wilayah tersebut.
























