Papua,Fusilatnews– Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Papua berinisial YB tengah menjadi sorotan publik setelah dilaporkan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya. Dugaan KDRT ini muncul karena sang istri menolak permintaan YB untuk melakukan tindakan asusila berupa hubungan seksual bertiga (threesome) yang melibatkan kakaknya sendiri.
Menurut laporan yang diterima pihak kepolisian, insiden tersebut terjadi pada awal pekan ini di kediaman pribadi pasangan tersebut di wilayah Jayapura. Istri YB, yang identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan, dikabarkan mengalami kekerasan fisik dan verbal setelah menyatakan penolakan terhadap permintaan tersebut.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan asisten rumah tangga keluarga YB, pertengkaran bermula ketika YB mendesak istrinya untuk memenuhi permintaan tersebut. Ketika sang istri menolak, YB diduga emosi dan melontarkan kata-kata kasar sebelum melakukan tindakan fisik.
“Ibu terlihat menangis sambil memegangi lengannya yang lebam. Kami tidak berani campur tangan karena situasinya sangat tegang,” ujar saksi tersebut yang enggan disebutkan namanya.
Korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jayapura. Dalam laporan itu, ia juga menyertakan hasil visum yang menunjukkan adanya luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.
Tanggapan Publik dan Pihak Terkait
Kasus ini sontak menjadi pembicaraan hangat di masyarakat Papua, terlebih YB adalah salah satu kandidat kuat dalam Pilkada mendatang. Banyak pihak mengecam tindakan YB jika dugaan ini terbukti benar, mengingat posisinya sebagai figur publik yang seharusnya memberikan teladan baik kepada masyarakat.
Pihak kepolisian melalui Kapolres Jayapura, AKBP Hendrik Manurung, mengonfirmasi telah menerima laporan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami telah memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan. Proses hukum akan berjalan sesuai aturan,” ujar Hendrik dalam konferensi pers singkat.
Sementara itu, tim kampanye YB belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Salah satu juru bicara tim hanya menyebut bahwa mereka akan menunggu hasil penyelidikan sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut.
Dukungan untuk Korban
Organisasi perempuan dan lembaga pendamping korban KDRT di Papua telah menyatakan dukungan kepada istri YB. Ketua LSM Perempuan Papua Mandiri, Maria Ulim, menyebut bahwa kasus ini mencerminkan betapa pentingnya perlindungan terhadap perempuan, termasuk dari lingkup rumah tangga.
“KDRT adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi, apalagi jika dilakukan oleh tokoh publik. Kami mendesak aparat untuk bertindak tegas,” kata Maria.
Dampak terhadap Pencalonan YB
Kasus ini diperkirakan akan memengaruhi peluang YB dalam Pilkada Papua mendatang. Para pengamat politik menyebut bahwa masyarakat Papua cenderung tidak mentoleransi isu moralitas yang menyimpang, terlebih yang berujung pada kekerasan.
Hingga berita ini diturunkan, YB belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait tuduhan yang diarahkan kepadanya. Masyarakat kini menantikan langkah tegas dari pihak berwenang dalam menangani kasus ini.
Berita ini akan diperbarui seiring dengan perkembangan penyelidikan.
























