• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Simulasi Gaji 5 Juta/Bulan Dengan Kebijakan Tapera: Ia Harus Mencicil Rumah Selama 138 Tahun

Ali Syarief by Ali Syarief
May 30, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
Survei LSI Naiknya Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Jokowi, Penggiringan Opini Menyesatkan
Share on FacebookShare on Twitter

Lagi-lagi Jokowi akan mengeluarkan kebijakan baru, kali ini soal TAPERA (Tabungan Perumahan Rakyat). Kini sedang viral, karena dinilai, tidak masuk akal. Akan membebani karyawan. Bahkan kebijakan tersebut, dinilai cara lain Pemerintah sesungguhnya adalah “cara lain meminjam uang kepada rakyat”, senilai 200 T/tahun (dihitung dari UMR tertinggi di Tangerang + UMR Terendah di Banjar negara dibagi dua.

Simukasi Kebijakan Tapera

Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, baru-baru ini mengeluarkan kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), yang akan memotong 3% dari gaji sekitar 150 juta karyawan. Dengan rata-rata Upah Minimum Regional (UMR) di Indonesia sebesar Rp 3,645,000, diperkirakan pemerintah bisa mengumpulkan dana hingga 200 triliun rupiah per tahun.

Namun, mari kita lihat lebih dekat dampak dari kebijakan ini. Jika seorang karyawan bergaji Rp 5 juta per bulan harus dipotong 3% untuk Tapera, maka ia akan menyisihkan Rp 150,000 setiap bulan. Dalam skenario di mana uang ini digunakan untuk mencicil rumah senilai Rp 250 juta, maka karyawan tersebut akan membutuhkan waktu hingga 138 tahun untuk melunasi cicilan tersebut.

Kritik Terhadap Kebijakan

Kebijakan ini tampaknya lebih mirip sebagai cara negara meminjam uang dari rakyat ketimbang solusi yang efektif untuk menyediakan perumahan yang terjangkau. Berikut beberapa poin kritik terhadap kebijakan Tapera ini:

  1. Durasi Cicilan yang Tidak Masuk Akal:
    • Dengan simulasi di atas, jelas terlihat bahwa mencicil rumah selama 138 tahun adalah hal yang tidak realistis. Rata-rata umur harapan hidup di Indonesia adalah sekitar 73 tahun, yang berarti seorang karyawan tidak mungkin hidup cukup lama untuk melunasi rumahnya.
  2. Beban Finansial Tambahan:
    • Potongan 3% dari gaji mungkin terlihat kecil, namun bagi banyak karyawan dengan pendapatan rendah, ini bisa menjadi beban finansial tambahan yang signifikan. Terutama di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu, potongan ini dapat mengurangi daya beli mereka dan memperburuk kondisi keuangan keluarga.
  3. Ketidakpastian Manfaat:
    • Meskipun tujuan dari Tapera adalah untuk membantu rakyat memiliki rumah, manfaat nyata dari kebijakan ini masih dipertanyakan. Apakah dana yang terkumpul benar-benar akan digunakan secara efektif untuk menyediakan perumahan yang terjangkau dan layak? Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana ini menjadi sangat penting.
  4. Alternatif Solusi yang Lebih Efektif:
    • Daripada memotong gaji karyawan, pemerintah bisa mempertimbangkan alternatif lain yang lebih efektif dan adil, seperti subsidi langsung untuk perumahan, insentif pajak untuk pengembang yang membangun rumah terjangkau, atau program pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau bagi rakyat.

Menyoroti Kebijakan Pemerintah

Kebijakan Tapera ini tampaknya memerlukan tinjauan ulang yang serius. Pemerintah harus mempertimbangkan kembali apakah kebijakan ini benar-benar akan membantu rakyat atau justru menambah beban finansial mereka. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diterapkan tidak hanya adil, tetapi juga realistis dan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Presiden Jokowi dan tim ekonominya perlu mendengarkan suara rakyat dan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan-kebijakan seperti ini. Kritik dan saran dari berbagai pihak harus dijadikan bahan evaluasi untuk menciptakan kebijakan yang lebih bijak dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Jangan sampai kebijakan yang dibuat justru menjadi bumerang bagi pemerintah dan memberatkan rakyat yang sudah berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hotman Tegaskan 5 Terpidana Pembunuh Vina dan Eky nyatakan Pegy Bukan Pelaku

Next Post

Anak Petinggi BIN Korupsi Timah – Stalker Oknum Densus 88 Ditangkap Intel Kejagung dan Perspektif Unlawful Killing KM.50

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Next Post

Anak Petinggi BIN Korupsi Timah - Stalker Oknum Densus 88 Ditangkap Intel Kejagung dan Perspektif Unlawful Killing KM.50

Tikus-tikus Kantor Antam

Tikus-tikus Kantor Antam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist