• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sindrom Kekuasaan, dari Balai Kota ke Istana Merdeka

fusilat by fusilat
December 14, 2022
in Feature
0
Dendam Jokowi ke Anies, Rizal Ramli Ungkap Ini
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Moch Eksan

BALAI Kota DKI Jakarta adalah tempat kediaman Gubernur. Sedang, Istana Merdeka adalah tempat kediaman Presiden. Dua tempat ini merupakan simbol kekuasaan orang nomor satu di Jakarta dan Indonesia.

Hubungan di Persimpangan

Kendati secara geografis Balai Kota dan Istana Merdeka relatif dekat, hubungan Anies Rasyid Baswedan dan Joko Widodo berada dalam persimpangan jalan. Dari bahasa tubuhnya, dua mantan Gubernur Jakarta terlihat tegang, seperti pada acara Ngunduh Mantu Kaesang Pangarep-Erina Gudono pada 11 Desember 2022.

Memang, presiden dan calon presiden tersebut bersalaman, bertatap muka serta terlihat berbicara. Tapi nampak hambar dan penuh basa-basi. Anies dan Ferry Farhati Ganis, istrinya, tertahan sejenak di atas Pelaminan. Ini karena permintaan dari besan perempuan Jokowi untuk berfoto. Tapi rupanya, momentum penting bersejarah tersebut lewat begitu saja. Padahal, ini kesempatan untuk memberikan pesan bahwa hubungan dua pemimpin nasional ini tak terjadi apa-apa, tetap guyub dan rukun.

Anies dan Jokowi merupakan figur tokoh yang dipertentangkan dari sisi karakter, jalan politik dan kebijakan dalam memimpin Ibu Kota Negara. Dua sosok ini pernah menghuni Balai Kota sebagai Gubernur DKI Jakarta. Bahkan lebih dari itu, keduanya punya riwayat perjuangan bersama pada Pilpres 2014.

Anies adalah juru bicara tim kampanye Jokowi. Sementara Jokowi adalah calon presiden yang didukung oleh Anies. Hubungan mesra keduanya berlanjut dalam kabinet Jokowi pertama. Namun, hubungan itu memburuk pada saat Anies sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkena reshuffle kabinet pada 27 Juli 2016.

Perang urat saraf Anies dan Jokowi semakin mendebarkan, seketika Anies dicalonkan oleh Partai Gerindra dan PKS sebagai Gubernur DKI Jakarta bersama Sandiaga Uno pada 23 September 2016. Sedangkan, Jokowi mendukung Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok bersama Djarot Saiful Hidayat. Pasangan ini diusung oleh PDIP, Golkar, Nasdem dan Hanura.

Anies ketika berkuasa di Balai Kota, acapkali tak sejalan dengan pemerintahan Jokowi dalam beberapa hal. Penanggulangan Pandemi Covid-19,  penanganan banjir, upah buruh, penindakan pelanggaran protokoler kesehatan, untuk menyebut beberapa contoh. Ini imbas dari pertarungan Pilgub DKI Jakarta 2017 yang tak kunjung usai di masyarakat akar rumput.

Konflik tokoh asli Kuningan Jawa Barat dan Solo Jawa Tengah ini semakin mengeras sekarang, saat Anies dideklarasikan oleh Nasdem sebagai calon presiden pada 3 Oktober 2022. Surya Paloh dan Nasdem juga terdampak perang di bawah alam sadar antara presiden dan calon presiden yang sudah berlangsung 6 tahun lebih semenjak 2016 sampai saat ini.

Sepertinya, konflik Anies Jokowi mirip dengan konflik Megawati Soekarno Putri-Susilo Bambang Yudhoyono. Sebuah konflik yang sangat personal antara mantan dengan penguasa. Dan, antara mantan dan mantan penguasa. Sebuah sindroma kuasa dan pasca kuasa yang menjangkit para pemimpin di berbagai level.

Sindrom Kekuasaan

Power sydrome vs postpower sydrome merupakan masalah mentalitas. Sindroma kuasa lazimnya ditandai secara klinis dengan peningkatan self esteem (harga diri). Sebaliknya, sindroma pasca kuasa secara klinis ditandai dengan penuruan harga diri. Semua itu berkaitan dengan perasaan memaknai hidup, pengakuan orang, hak keuangan dan protokoler, balas budi dan dendam, prestasi kerja dan seterusnya.

Kata “sydrome” berasal dari Bahasa Yunani “Sindrom” yang berarti berlari bersama. Namun dalam The British Medical Association Illustrated Medical Dictionary, sindrom merupakan kumpulan tanda atau gejala klinis yang berhubungan dengan penyakit atau gangguan kesehatan.

Sindrom bahkan merupakan sebuah nama penyakit seperti Down Syndrome atau sindrom Crouzon. Yang disebut merupakan kelainan kromosom genetik 21 yang menyebabkan keterlambatan perkembangan dan intelektual. Sedang yang disebut kedua merupakan kelainan lahir dan cacat bawaan yang menyebabkan tulang tengkorak tak bisa tumbuh normal sehingga mempengaruhi bentuk kepala dan wajah.

Sesungguhnya, kekuasan merupakan sindrom yang menjadi penyakit bagi yang akan, sedang dan telah berkuasa. Sindrom ini berdampak terhadap kesehatan dan prilaku.

Orang yang berkuasa tampak secara fisik lebih sehat dan segar. Wajah  kelihatan lebih muda dan bersih. Jiwanya lebih stabil dan bahagia. Ekonominya lebih sehat, serta tindakan lebih berpengaruh dan berdampak luas.

Sebaliknya, orang yang tak berkuasa secara jasmani ringkih dan rentan sakit. Wajahnya terasa tua dan kusam. Rohaninya labil dan sedih. Keuangannya kurang sehat, dan tindakannya kurang berdampak dan berpengaruh luas.

Antara Anies dan Jokowi terjadi perang pengaruh dalam memenangkan hati rakyat. Keduanya terjangkit sindrom kekuasaan yang ingin berkuasa selamanya. Perang pengaruh ini telah menyeret para pendukungnya pada cara dan prilaku tak waras, serta mempertontonkan demokrasi topeng pada warga bangsa dan dunia.

Mencegah Sindrom

Sindrom kekuasaan itu harus dicegah agar tak terjerumus pada praktek kekuasaan yang salah dan sesat. Ini bisa dilakukan dengan glorifikasi pemimpin adil, tegak lurus pada prinsip good and clean governance (pemerintahan yang baik dan bersih), serta disiplin pada self control (pengendalian diri) demi menjauhi abuse of power (penyalanggunaan kekuasaan).

Dalam konteks pencegahan sindrom kekuasaan seperti saran Tarmizi Yusuf dalam buku “Mencegah Post-Power Syndrome Pascapensiun”, saya mengklafisikasikan 4 macam tipikal penguasa:

Pertama, penguasa yang tahu bahwa dirinya penguasa. Sehingga menggunakan kewenangannya untuk tujuan kekuasaan yang benar.

Kedua, penguasa yang tak tahu bahwa dirinya penguasa. Sehingga tak bisa mengunakan tugas dan fungsinya untuk tujuan kekuasaan yang benar.

Ketiga, penguasa yang tak berkuasa tahu bahwa dirinya tak berkuasa. Sehingga tak menjalankan kekuasaan apapun. Kecuali sebatas kewenangannya saja.

Keempat, penguasa yang tak berkuasa tak tahu bahwa dirinya tak berkuasa. Sehingga memanipulasi diri seolah penguasa tanpa legitimasi yang sah.

Jalan Senior-Yunior

Anies dan Jokowi memiliki pengertian kekuasaan yang spesifik. Kekuasaan bagi Anies adalah sarana melunasi janji kemerdekaan. Pengertian ini lebih mirip dengan perdefinisi kekuasaan menurut Max Weber yang lebih menekankan kekuasaan sebagai kesempatan mewujudkan cita-cita bersama.

Sementara, kekuasaan bagi Jokowi merupakan kekuatan untuk mengatur negara dan masyarakat. Pengertian ini lebih senada dengan perdefinisi kekuasaan menurut Mariam Budihardjo yang lebih menekankan kekuasaan sebagai kekuatan mempengaruhi orang lain.

Sesungguhnya, kekuasan bukan untuk kekuasan itu sendiri yang lebih melayani kepentingan penguasa dan kelompok oligarki. Di alam demokrasi, kekuasaan itu dari, oleh dan untuk rakyat. Kesejahteraan rakyat merupakan tujuan kekuasaan yang sebenarnya.

Kepemimpinan Anies dan Jokowi tampil berbeda. Selama memimpin Jakarta Anies lebih menghadirkan soft power (kekuasaan yang lembut). Sebaliknya, Jokowi lebih menunjukkan hard power (kekuasaan yang keras). Ini dibuktikan cara dua pemimpin memperlakukan para pengkritiknya.

Anies cenderung membiarkan para penghujatnya bebas mengkritik walau terkadang kritiknya sarat kebencian dan fitnah. Mereka tak satu pun yang dijerat secara hukum. Tak seorang pun selama pemerintahannya di Jakarta yang dibui lantaran membully Anies.

Jokowi sendiri lebih memilah-milih kritik konstruktif dengan kritik distruktif. Tak sedikit, pengkritik Jokowi yang berakhir di Hotel Prodeo. Apalagi, kritik yang sarat kebencian dan fitnah. Alasannya demi terbentuknya stabilitas sosial yang menghargai harkat dan martabat orang lain.

Sudah pasti, antara calon presiden dan presiden sepakat terhadap filosofi kepemimpinan Jawa. Betapa presiden memilki kekuasan yang besar sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, dalam menjalankan triaspolitica John Locke tak boleh bertindak semena-mena. Persis dengan pepatah Jawa yang dikutip oleh Jokowi berikut:

“Pertama lamun sira sekti, ojo mateni yang berarti meskipun kamu sakti, jangan sekali-kali menjatuhkan.

Kemudian kedua adalah Lamun sira banter, ojo ndhisiki yang berarti meskipun kamu cepat, jangan selalu mendahului.

“Dan ketiga adalah Lamun sira pinter ojo minteri. Meskipun kamu pintar, jangan sok pintar”.

Anies dan Jokowi sebetulnya memiliki hubungan senior-yunior di pemerintahan. Jokowi merupakan gubernur Jakarta  ke-14 yang berhasil menjadi presiden Indonesia ke-7. Kemudian Anies adalah gubernur Jakarta ke-17 yang paling berpeluang menjadi presiden Indonesia ke-8.

Semestinya, peta jalan Balai Kota ke Instana Merdeka yang dirintis oleh Jokowi juga bisa dilalui oleh Anies. Sehingga, keduanya dicatat sebagai presiden yang bangun karier presidensinya dari memimpin ibu kota lalu memimpin negara.  Sayangnya, api jauh dari panggang. Masing-masing bukan seperti senior-yunior. Mengapa demikian? biar sejarah yang menjawabnya.

Moch Eksan Pendiri Eksan Institute dan Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Timur

Dikutip Rmol.id Selasa, 13 Desember 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jelaga Demokrasi Kampus dalam Kecerdasan Rapuh

Next Post

India Melaporkan Cedera di kedua pihak Pada Bentrokan Kecil Perbatasan dengan China

fusilat

fusilat

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
India Melaporkan Cedera di kedua pihak Pada Bentrokan Kecil Perbatasan dengan China

India Melaporkan Cedera di kedua pihak Pada Bentrokan Kecil Perbatasan dengan China

Argentina VS Croatia 3:0

Argentina VS Croatia 3:0

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist