• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Sinkronisasi Kebijakan: Menjaga Keseimbangan Penyerapan dan Penyimpanan Gabah

by
March 24, 2025
in Economy, Feature
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Sebagai warga negara, kita berhak mengkritisi kebijakan pemerintah, terutama jika kebijakan tersebut berpotensi menjadikan petani sebagai “korban pembangunan.” Di negeri yang merdeka ini, kesejahteraan petani harus menjadi prioritas. Pemerintah memiliki tanggung jawab mutlak untuk memastikan bahwa petani tidak hanya menjadi bagian dari pembangunan, tetapi juga sebagai pihak yang menikmati hasilnya.

Namun, kebijakan penyerapan gabah yang diterapkan pemerintah saat ini justru menimbulkan banyak pertanyaan. Langkah pemerintah yang membebaskan petani untuk menjual gabah kering panen (GKP) tanpa persyaratan kadar air dan kadar hampa tertentu menimbulkan risiko besar. Apakah keputusan ini benar-benar berpihak pada petani, atau justru dapat merugikan mereka dalam jangka panjang?

Seorang pakar perberasan pernah berbisik, “Baru saja ditemukan beras berkutu di gudang Bulog, dunia perberasan sudah heboh. Bayangkan jika terjadi penurunan mutu beras akibat kebijakan penyerapan gabah yang tidak terkontrol, kehebohan seperti apa yang akan muncul?”

Dampak Kebijakan Penyerapan Gabah

Sebelumnya, pemerintah menetapkan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10% untuk gabah yang bisa dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kini, aturan itu dicabut, sehingga petani bebas menjual gabahnya dalam kondisi apa pun.

Yang menarik, meski petani diberi kebebasan, pemerintah justru mewajibkan Perum Bulog, pengusaha penggilingan padi/beras, dan offtaker lainnya untuk membeli gabah dengan harga minimal Rp6.500 per kg. Namun, apakah Bulog dan sektor terkait siap menghadapi tantangan besar ini?

Pemerintah menargetkan penyerapan 3 juta ton setara beras oleh Bulog. Ini bukan tugas mudah. Selain proses penyerapan yang kompleks, penyimpanan gabah dalam jumlah besar juga menjadi tantangan tersendiri. Apakah gudang-gudang Bulog cukup untuk menampung tambahan stok ini?

Sinkronisasi Penyerapan dan Penyimpanan: Sebuah Keharusan

Kebijakan penyerapan dan penyimpanan gabah harus disusun secara selaras, holistik, dan sistematis. Jika pendekatan matematis digunakan, maka rumusnya jelas:

Sukses Penyerapan = Sukses Penyimpanan

Apa gunanya penyerapan berjalan lancar jika penyimpanannya gagal? Dengan stok cadangan beras nasional yang saat ini diklaim hampir mencapai 2 juta ton, bagaimana strategi pemerintah dalam mengelola tambahan pasokan ini?

Lalu, bagaimana jika panen raya terjadi bersamaan dengan musim penghujan? Apakah pemerintah sudah menyiapkan solusi agar sindrom gabah basah tidak menjadi masalah dalam penyimpanan? Jika tidak ada langkah antisipatif, kita berisiko menghadapi penurunan mutu beras yang akan berimbas pada harga dan ketahanan pangan nasional.

Perlu Evaluasi dan Koreksi Kebijakan

Menghadapi situasi ini, pemerintah perlu melakukan introspeksi dan segera mengevaluasi kebijakan yang sudah diterapkan. Setidaknya, ada dua pertanyaan mendasar yang perlu dikaji lebih dalam:

  1. Apakah kebijakan membebaskan petani dari persyaratan kadar air dan kadar hampa sudah tepat?
  2. Apakah infrastruktur penyimpanan yang tersedia mampu mengakomodasi lonjakan penyerapan gabah ini?

Saat ini, petani bersiap menyambut panen raya, sementara Bulog dan offtaker gabah lainnya bersiap menyerap hasil panen. Namun, apakah pemerintah juga memikirkan kesiapan gudang penyimpanan?

Mari kita tunggu jawabannya.

(Penulis, Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat)

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Strategi Radikal Pembelaan Hasto: Menantang Dakwaan KPK dengan Eksepsi Kuat

Next Post

Ingkar Janji, Penyidik Polrestro Jakarta Barat Aipda Ruslan Dipropamkan

Related Posts

Feature

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah
Feature

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Next Post
Ingkar Janji, Penyidik Polrestro Jakarta Barat Aipda Ruslan Dipropamkan

Ingkar Janji, Penyidik Polrestro Jakarta Barat Aipda Ruslan Dipropamkan

Terkait Rasa ” Sakit  hati ” di Laga  Pertama  Lawan Bahrain, Diperkirakan Berlangsung Seru

Terkait Rasa " Sakit  hati " di Laga Pertama Lawan Bahrain, Diperkirakan Berlangsung Seru

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Jakarta - FuilatNews.--, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimobilisasi untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa titik di Jakarta. Sehari sebelumnya,...

Read more
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...