• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Soal Lembong: Kritik Habiburokhman dan Potensi Politisasi Hukum terhadap Prabowo

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
November 2, 2024
in Feature
0
Soal Lembong: Kritik Habiburokhman dan Potensi Politisasi Hukum terhadap Prabowo
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Damai Hari Lubis – Aktifis Mujahid 212.

Kasus yang melibatkan Tom Lembong kembali mencuat dalam wacana hukum Indonesia, memancing tanggapan kritis dari berbagai pihak, termasuk Habiburokhman, politisi Gerindra. Dalam pandangan Habiburokhman, penanganan kasus Lembong sarat dengan unsur yang dirasa sumir atau kurang substansial secara hukum. Selain itu, ia menyoroti potensi eksploitasi kasus ini sebagai upaya politik untuk melemahkan posisi Prabowo Subianto, Presiden RI,  yang juga merupakan tokoh sentral dalam Partai Gerindra. Kritik ini menggambarkan kekhawatiran akan penggunaan hukum sebagai alat politik untuk menimbulkan keresahan di masyarakat, bahkan berpotensi memicu skenario yang lebih besar seperti upaya impeachment.

Konteks Kasus dan Tudingan Politisasi Hukum

Tom Lembong, yang dikenal sebagai mantan pejabat dengan posisi penting pada era pemerintahan sebelumnya, dikaitkan dengan kasus yang dinilai memiliki relevansi hukum terbatas. Kasus ini kemudian dijadikan perhatian karena mencuatnya isu bahwa pihak-pihak tertentu, termasuk di antaranya politisi dan pejabat yang terkait dengan rezim lama, mungkin berusaha memanfaatkan jalur hukum untuk mencapai agenda politik terselubung. Hal ini menimbulkan spekulasi tentang apakah kasus ini disiapkan sedemikian rupa untuk menjebak atau memperkeruh reputasi Prabowo Subianto dan memperlemah kepercayaan publik terhadap dirinya.

Habiburokhman menyatakan bahwa jika benar ada skenario semacam itu, maka Gerindra perlu berhati-hati terhadap pejabat-pejabat yang memiliki kedekatan dengan pemerintahan sebelumnya. Hal ini penting untuk menghindari potensi penyalahgunaan jabatan mereka yang bisa berdampak negatif bagi koalisi saat ini. Dalam posisinya sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo adalah bagian integral dari pemerintahan Jokowi, sehingga segala tindakan atau kebijakan yang melibatkan pejabat tinggi akan berimplikasi langsung pada kredibilitas pemerintah secara keseluruhan.

Potensi Upaya Menjerat Prabowo secara Hukum

Habiburokhman juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa kasus Lembong bisa menjadi awal dari upaya untuk menjatuhkan Prabowo melalui langkah-langkah hukum. Dalam perspektif hukum, tuduhan atau penyidikan terhadap seseorang yang berstatus pejabat negara, apalagi yang memiliki peran sentral seperti Prabowo, dapat menciptakan dampak besar bagi stabilitas politik. Apabila kasus ini benar-benar berkembang hingga mengarah pada posisi Prabowo, maka publik bisa mempertanyakan transparansi hukum dan keadilan dalam proses tersebut.

Lebih lanjut, jika kasus ini benar dimaksudkan sebagai upaya politis untuk menggoyang posisi Prabowo, maka ini dapat menjadi bukti bahwa hukum telah menjadi alat untuk mencapai kepentingan politik tertentu. Ini membawa risiko besar terhadap prinsip-prinsip negara hukum yang seharusnya adil dan objektif, bukan sekadar alat untuk kepentingan kekuasaan.

Dampak Terhadap Pemerintahan dan Potensi Impeachment

Selain memperingatkan bahaya potensi penyesatan opini publik, kritik Habiburokhman menyoroti risiko lebih besar: skenario impeachment atau upaya untuk menggerakkan publik dalam rangka melemahkan pemerintahan Jokowi dari dalam. Jika skenario ini benar-benar terjadi, maka kasus Lembong dapat menjadi semacam pintu masuk bagi kelompok tertentu untuk menciptakan kegaduhan yang lebih luas di tingkat nasional. Hal ini bisa mengancam stabilitas politik, karena berbagai pihak yang beroposisi dapat memanfaatkan momen ini untuk membangun narasi bahwa Prabowo dan Gerindra tak lebih baik dari pemerintahan sebelumnya, menciptakan ketidakpercayaan di kalangan pendukung dan rakyat secara umum.

Pentingnya Koordinasi dan Transparansi di Lingkungan Pemerintah

Dalam konteks ini, harus menggarisbawahi pentingnya koordinasi dan transparansi di antara pejabat pemerintah untuk menghindari miskomunikasi atau potensi manipulasi hukum. Mengingat sensitivitas isu yang melibatkan tokoh-tokoh politik, Presiden selaku pemimpin tertinggi kabinet perlu memastikan bahwa setiap langkah hukum yang diambil terhadap pejabat tinggi, seperti Tom Lembong, harus dilakukan dengan integritas dan kehati-hatian yang tinggi.

Kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah hanya bisa terjaga apabila proses hukum dilaksanakan secara transparan dan objektif. Pemerintah juga harus lebih terbuka dalam menyampaikan informasi terkait dengan penyelidikan atau dugaan kasus agar tidak memunculkan spekulasi atau persepsi bahwa hukum sedang digunakan untuk kepentingan politik.

Kesimpulan: Keseimbangan Hukum dan Politik dalam Negara Demokrasi

Kasus ini mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan kepentingan politik dalam negara demokrasi. Di satu sisi, hukum harus ditegakkan secara adil tanpa memandang siapa yang terlibat. Namun, di sisi lain, pemerintah juga harus waspada terhadap kemungkinan penyalahgunaan hukum untuk tujuan politis yang bisa merusak kepercayaan publik dan stabilitas politik nasional.

Kritik Habiburokhman terhadap penanganan kasus Tom Lembong merupakan seruan untuk waspada dalam menghadapi potensi politisasi hukum. Gerindra dan pemerintahan Jokowi harus menjamin bahwa jalannya hukum tetap netral dan bebas dari kepentingan politik agar Indonesia dapat mempertahankan demokrasi yang sehat dan adil bagi semua.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Yurisprudensi Membanjingankan dan Mentololkan Presiden: “Bukan Lagi Perbuatan Melawan Hukum”

Next Post

Beberapa Staf dan Pegawai Komdigi Seharusnya Blokir Situs Judi Onlime Tapi Melindungi dan “Membina ” Judi Onlime

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika
Economy

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus
Feature

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS
Feature

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Next Post
Beberapa Staf dan Pegawai Komdigi  Seharusnya Blokir Situs Judi Onlime Tapi Melindungi dan  “Membina ” Judi Onlime

Beberapa Staf dan Pegawai Komdigi Seharusnya Blokir Situs Judi Onlime Tapi Melindungi dan "Membina " Judi Onlime

Peluang Kevin Diks Bela Timnas di Kualifikasi Piala Dunia November sangat kecil

Waktu Tunggu Masuk  Antrean Pembelian Tiket Indonesia vs Jepang Sangat Lama

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026
Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

Merawat Akar di Tanah Rantau: Halal Bihalal IKM Pare yang Tak Pernah Putus

April 27, 2026
PBNU: SKANDAL POLITIK – DARI INFILTRASI ZIONIS HINGGA ALIRAN DANA HARAM, MARWAH NU TERGERUS

Jaga NU dari Para Penghamba Kekuasaan

April 27, 2026
Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

Ketika Tembakan Membungkam Retorika: Ironi Trump dan Pers

April 27, 2026
Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

Syarat Dosen Lebih Tinggi dari Presiden/Wapres: Paradoks yang Dibiarkan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...