• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Somasi atas Panggilan Polisi kepada Said Didu: Menyuarakan Keadilan atau Menghentikan Kritik yang Sah?

fusilat by fusilat
November 15, 2024
in Feature, Law
0
Somasi atas Panggilan Polisi kepada Said Didu: Menyuarakan Keadilan atau Menghentikan Kritik yang Sah?
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews.–Said Didu, seorang mantan pejabat BUMN yang dikenal lantang mengkritik kebijakan pemerintah, kini menjadi sorotan publik setelah menerima panggilan dari pihak kepolisian terkait keterlibatannya dalam gerakan menentang pembangunan Proyek PIK 2 (Pantai Indah Kapuk 2) di Banten. Panggilan ini memicu pertanyaan penting: apakah langkah hukum ini merupakan bentuk penegakan hukum yang sah atau justru upaya untuk menekan suara-suara kritis terhadap kebijakan yang kontroversial?

Gerakan menentang PIK 2 di Banten bukanlah semata-mata sebuah aksi provokatif, seperti yang mungkin ingin digambarkan oleh sebagian pihak. Sebaliknya, gerakan ini berakar dari keresahan dan perjuangan masyarakat yang merasa terpinggirkan dan dirugikan oleh proyek pembangunan yang berpotensi merampas hak-hak mereka. Pembangunan PIK 2, yang dipromosikan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, memang dijanjikan untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang besar, namun dalam prakteknya, ia turut menyisakan masalah serius yang mengancam keberadaan masyarakat sekitar. Salah satunya adalah penggusuran warga yang tidak diberi ganti rugi yang layak, sehingga menimbulkan trauma dan ketidakadilan yang mendalam.

Said Didu bukanlah seorang provokator yang sengaja menggiring masyarakat untuk berkonflik. Sebaliknya, ia adalah salah satu korban dari kebijakan yang diambil oleh pemerintah terkait proyek ini. Sebagai bagian dari masyarakat yang terdampak langsung, Said Didu menyuarakan ketidakadilan yang dialami oleh warga Banten yang tergabung dalam gerakan menentang PIK 2. Kritik yang disampaikan oleh Said Didu lebih kepada upaya untuk membela hak-hak rakyat, bukan untuk merusak ketertiban umum atau menggugat legitimasi pemerintah.

Bahkan, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang telah memahami permasalahan yang terkait dengan PIK 2 turut menunjukkan keprihatinannya. DPD bukan hanya mendengar aspirasi dari masyarakat Banten, namun juga bereaksi dengan langkah-langkah konkret, mengajukan pertanyaan dan memperjuangkan hak-hak warga yang terdampak. Reaksi dari DPD ini menunjukkan bahwa masalah PIK 2 bukan sekadar isu yang dapat dipandang sepihak, melainkan masalah yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang berwenang.

Panggilan polisi terhadap Said Didu seharusnya menjadi cermin bagi kita semua tentang sejauh mana kebebasan berekspresi dan hak-hak untuk mengkritik kebijakan pemerintah dijamin oleh negara. Justru dengan menanggapi kritik secara bijak dan konstruktif, pemerintah dapat membuka ruang bagi dialog yang lebih produktif dan memperbaiki kebijakan yang berpotensi merugikan rakyat. Menekan atau mengkriminalisasi kritik justru akan memperburuk hubungan antara pemerintah dan rakyat, menciptakan jarak, dan menghilangkan rasa kepercayaan.

Dalam hal ini, tidak ada kesalahan pada Said Didu atau gerakan yang mendukungnya. Mereka hanya berusaha memperjuangkan keadilan, hak-hak dasar, dan martabat manusia yang terpinggirkan oleh kebijakan yang tidak mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh. Oleh karena itu, panggilan polisi terhadap Said Didu perlu dilihat dengan kritis. Bukankah seharusnya negara yang hadir untuk melindungi rakyatnya, bukan justru mengintimidasi mereka yang berjuang untuk keadilan?

Sebagai kesimpulan, gerakan menentang PIK 2 bukan hanya soal proyek pembangunan semata, tetapi juga soal hak-hak asasi manusia dan keberlanjutan hidup masyarakat. Said Didu bukanlah provokator, tetapi seorang pejuang keadilan yang seharusnya dihargai, bukan dipanggil oleh pihak kepolisian. Negara harus berpihak pada rakyat, bukan sebaliknya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Said Didu: Sosok Vokal Bela Korban PIK 2, Hadapi Panggilan Polisi

Next Post

Energi Surya Berbasis Laut: Solusi Baru untuk Perubahan Iklim di Indonesia

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Energi Surya Berbasis Laut: Solusi Baru untuk Perubahan Iklim di Indonesia

Energi Surya Berbasis Laut: Solusi Baru untuk Perubahan Iklim di Indonesia

Pemanfaatan Laut secara Optimal dalam Perspektif Dakwah Islam: Bersyukur atas Karunia Alam

Pemanfaatan Laut secara Optimal dalam Perspektif Dakwah Islam: Bersyukur atas Karunia Alam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist