• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

SPHP: Antara Stabilisasi Harga dan Ujian Tata Kelola Pangan Negara

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
February 1, 2026
in Economy, Feature
0
Menjaga Beras Rakyat dari Tangan Jahil: Saatnya SPHP Tidak Lagi Disalahgunakan!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Program Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) merupakan instrumen kebijakan pemerintah untuk mengendalikan harga beras di pasaran sekaligus memperluas akses pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui skema ini, beras disalurkan dengan harga terjangkau—saat ini ditetapkan Rp13.500 per kilogram—melalui jaringan distribusi yang dikendalikan negara.

Secara normatif, tujuan Program SPHP cukup mulia. Pertama, menjaga stabilitas harga beras agar tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat. Kedua, meningkatkan akses pangan, khususnya bagi kelompok rentan. Ketiga, memperkuat ketahanan pangan nasional. Keempat, memastikan ketersediaan beras di pasar domestik sekaligus menekan ketergantungan pada impor.

Dengan tujuan-tujuan tersebut, SPHP diharapkan menjadi penyangga kesejahteraan sosial sekaligus stabilitas ekonomi. Namun, di sinilah pertanyaan kritis patut diajukan: apakah Beras SPHP identik dengan Beras Bulog?

Secara konseptual, Beras SPHP dan Beras Bulog saling terkait, tetapi tidak sepenuhnya sama. SPHP adalah program stabilisasi harga, sedangkan Bulog merupakan institusi negara yang mengelola cadangan beras pemerintah. Dalam praktiknya, beras SPHP umumnya memang bersumber dari stok Bulog. Namun, tidak seluruh beras Bulog dialokasikan untuk program SPHP, karena sebagian digunakan untuk bantuan sosial, cadangan pemerintah, atau intervensi pasar lainnya.

Memahami dinamika SPHP berarti memahami proses perubahan dan interaksi dalam pelaksanaannya—mulai dari harga, pasokan, distribusi, hingga pola konsumsi. Dalam konteks inilah, efektivitas SPHP ditentukan bukan oleh niat kebijakan, melainkan oleh kualitas tata kelolanya.

Setidaknya terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi dinamika Program SPHP.
Pertama, penyesuaian harga acuan di pasar. Fluktuasi harga beras komersial sangat menentukan sejauh mana SPHP mampu berfungsi sebagai penyeimbang.
Kedua, ketimpangan pasokan antarwilayah. Perbedaan produksi dan kebutuhan beras di berbagai daerah kerap memengaruhi kelancaran distribusi.
Ketiga, kendala logistik dan keterlambatan penyaluran, yang berpotensi menggerus kepercayaan publik.
Keempat, disparitas harga antara beras SPHP dan beras komersial, yang sering kali memengaruhi minat pedagang serta membuka celah penyimpangan.

Pemerintah menyadari kompleksitas ini. Karena itu, berbagai langkah terus diupayakan, mulai dari perluasan jaringan distribusi, penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan, hingga wacana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP.

Menarik dicermati, Badan Pangan Nasional (Bapanas) berencana memperlebar batas maksimal pembelian beras SPHP mulai Februari 2026. Jika sebelumnya masyarakat hanya dapat membeli maksimal 2 kantong atau 10 kilogram per konsumen, ke depan batas itu direncanakan meningkat menjadi 5 kantong atau 25 kilogram.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyatakan bahwa kebijakan ini disiapkan untuk meningkatkan akseptabilitas beras SPHP pada tahun 2026. Untuk itu, Bapanas tengah memutakhirkan dan menajamkan petunjuk teknis penyaluran SPHP, termasuk soal pembatasan pembelian.

Alasan kebijakan ini cukup jelas: memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau. Sebelumnya, pembatasan 2 kantong diberlakukan untuk mencegah penimbunan dan penyalahgunaan. Kini, dengan kuota yang diperbesar, pemerintah berharap kebutuhan masyarakat—terutama di wilayah rawan pangan—dapat lebih terpenuhi.

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari antisipasi terhadap potensi gejolak harga beras. Negara, dalam konteks ini, dituntut benar-benar hadir untuk memastikan pangan pokok tidak menjadi sumber kecemasan sosial.

Soal harga, meski belum diumumkan secara rinci per kemasan, HET beras medium di Zona 1 tetap berada di angka Rp13.500 per kilogram. Dengan asumsi satu kantong berisi 5 kilogram, maka harga per kantong berkisar Rp67.500. Tentu saja, angka ini dapat bervariasi antarwilayah, tergantung biaya distribusi dan titik penjualan.

Ke depan, harapan publik sederhana namun mendasar: Program Beras SPHP dikelola secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Kualitas beras harus sepadan dengan harga yang ditetapkan, dan distribusinya benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan.

Jika dikelola dengan baik, SPHP bukan sekadar program stabilisasi, melainkan simbol kehadiran negara dalam menjamin hak dasar rakyat atas pangan. Sudah sepatutnya, beras SPHP menjadi kebanggaan bersama di Tanah Merdeka.

(Penulis, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kaesang–Jokowi Bertaruh Nyawa untuk PSI: Politik Darah Menuju Pemilu 2029

Next Post

Niat dan Kesalahan Pra-Kodifikasi dalam Hukum Pidana Modern Alasan Hukum Pidana Modern Mewarisi Sekaligus Mengerdilkan Makna Pertanggungjawaban

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Feature

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Feature

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Next Post

Niat dan Kesalahan Pra-Kodifikasi dalam Hukum Pidana Modern Alasan Hukum Pidana Modern Mewarisi Sekaligus Mengerdilkan Makna Pertanggungjawaban

Titik Uji PSI 2029:  Bila Menang Diserang – Gagal Lemah

Titik Uji PSI 2029: Bila Menang Diserang - Gagal Lemah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih
News

Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi Terkonfirmasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 30, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Rasa penasaran publik itu terjawab sudah. Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, yang juga sahabat Prabowo Subianto,...

Read more
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

June 24, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih

Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi Terkonfirmasi

June 30, 2026

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...