Oleh : Dr. Susilawati Saras SE.,MM.,MA.,M.han – Intelektual Bela Negara
Setelah berpuasa sebulan lamanya di bulan Ramadhan, tibalah hari kemenangan 1 Syawal 1444 H, di mana umat Islam di seluruh dunia saling bermaafan untuk memulai lembaran hidup baru yang lebih bersih, dengan mendekatkan diri pada kebaikan (kemaslahatan) dan menjauhi keburukan (kemudharatan) yang merugikan dan membahayakan keselamatan jiwa sebagai nilai hidup (kemuliaan).
Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan penuh rahmat (kasih sayang) dan hikmah (kebijaksanaan). Menjadikan momen bermuhasabah, untuk mengenal diri (intropeksi diri) sebagai pribadi yang sadar dan sabar serta lebih baik dari sebelumnya. Demikianlah pola yang terbangun dalam kehidupan sosial beragama, berbangsa dan bernegara sejatinya. Situasi kondusif yang tercipta menjadikan lingkungan adem, lebih sejuk, menenangkan, menyenangkan dan damai dirasakan di ruang bersama karena setiap pribadi sehat secara jasmani, rohani, mental dan spiritual.
Menjadi hamba yang taat pada perintahnya adalah bentuk kecintaan pada Illahi, namun hamba sejati adalah mereka yang dapat menjaga hubungan baik, menebarkan cinta dan kasih sayang terhadap sesama makhluk sebagai CiptaanNya. Umumnya lebih mudah menjalankan syariat agama yang berorientasi pada kepentingan diri dan tidak diketahui oleh orang lain, tapi bagaimana dapat menjalani hubungan antar manusia dalam bentuk kepedulian. Hikmah berpuasa menitik beratkan pada dua arah hubungan yaitu habluminallah (hubungan baik dengan Allah) dan habluminannas (hubungan baik dengan manusia).
Menjadi paradoks jika di satu sisi menjadi hamba yang taat, tapi kepada sesama manusia justru berperilaku sangat buruk jauh dari ukhuwah Islamiyah dan sense of humanity yang sejatinya dimiliki oleh setiap manusia. Spirit Idul Fitri sebagai pembentuk jiwa-jiwa yang bersih dan peduli terhadap sesama manusia maupun makhluk lainnya (rahmatan lil alamin).
Jiwa-jiwa bersih harus mengiringi setiap langkah, dengan jiwa bersih segala sikap dan perilaku selalu dalam jalur yang benar dan baik (terkendali) untuk menghadapi sebelas bulan ke depan hingga sampai pada Ramadhan berikutnya. Spirit Idul fitri menjadi momen untuk meningkatkan derajat kehidupan umat Islam, selalu selangkah lebih baik dari sebelumnya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Minal Aidin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin untuk seluruh umat Islam di tanah air.
























