• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Suara Petani dalam Pusaran Oplosan Beras: Di Antara Ketulusan dan Ketidakadilan Sistemik

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
July 27, 2025
in Economy, Feature
0
PETANI TANPA BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastroatmadja – Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat


Istilah “Suara Petani” bukan sekadar metafora dalam wacana pangan nasional, tapi jerit sunyi yang kerap tak terdengar di tengah hiruk pikuk kepentingan distribusi dan tata niaga beras. Dalam konteks maraknya praktik oplosan beras, suara ini semakin lirih—seolah tak relevan, tak penting, atau bahkan sengaja diredam.

Praktik oplosan beras—pencampuran beras bermutu rendah atau tak layak dengan label premium demi keuntungan semata—telah menyita perhatian publik. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah memeriksa sejumlah produsen yang diduga terlibat, termasuk Food Station dan mitra lainnya. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 100 triliun per tahun. Namun di balik angka-angka fantastis itu, siapa yang paling terdampak? Jawabannya jelas: petani.

Petani, sebagai produsen pertama dalam rantai pasok pangan, nyaris tak pernah diajak bicara dalam soal mutu dan harga beras. Padahal, merekalah yang paling berkepentingan menjaga nama baik beras Indonesia. Lalu bagaimana seharusnya petani bersikap menghadapi praktik culas ini?

Peran Strategis Petani: Dari Ladang Hingga Pasar

Petani memiliki posisi krusial untuk melawan praktik oplosan dengan:

  1. Meningkatkan Kualitas Produksi. Penggunaan benih unggul, manajemen panen dan pascapanen yang baik dapat meningkatkan daya saing beras lokal.
  2. Mendukung Transparansi Rantai Distribusi. Petani perlu menuntut keterbukaan dari tengkulak hingga pedagang besar.
  3. Mengikuti Standar Mutu Nasional. Sertifikasi mutu akan memberi nilai tambah produk petani dan memutus celah manipulasi.
  4. Bermitra dengan Pelaku Usaha Bereputasi Baik. Ini penting untuk memastikan harga jual wajar dan distribusi yang sehat.
  5. Mengedukasi Konsumen. Petani bisa jadi agen literasi pangan: mengajarkan konsumen membedakan kualitas beras secara visual dan tekstural.

Namun, pertanyaan krusialnya: apakah pemerintah telah membuka ruang yang cukup bagi petani untuk mengambil peran ini secara nyata?

Negara Hadir, Tapi Apakah Cukup?

Pemerintah tampaknya tidak tinggal diam. Beberapa kebijakan strategis telah digulirkan, antara lain:

  • Inpres No. 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras, yang mengamanatkan penyerapan hasil panen secara optimal.
  • Target pengadaan 3 juta ton beras oleh Bulog dengan HPP Rp 6.500/kg.
  • Penghentian impor beras pada 2025 sebagai sinyal keberpihakan pada produksi dalam negeri.
  • Kenaikan harga gabah dan jagung, untuk menyejahterakan petani.
  • Penegakan hukum tegas, dengan pengungkapan beras oplosan bernilai triliunan oleh Satgas Pangan.

Kebijakan lain seperti penghapusan kategori “premium” dan “medium” beras untuk menyederhanakan sistem klasifikasi, serta operasi pasar, juga merupakan langkah maju.

Namun, pertanyaannya: apakah kebijakan ini hanya teknokratis atau benar-benar membuka akses kuasa bagi petani?

Jika petani hanya dijadikan objek pelaksanaan—bukan subjek pembuat kebijakan—maka suara mereka tetap terpinggirkan. Kesejahteraan pun akan terus digantungkan pada “niat baik negara”, bukan hak yang melekat.

Penutup: Menyuarakan Keadilan dari Sawah

Praktik oplosan beras bukan sekadar masalah etik distribusi, tapi soal keadilan agraria dan martabat petani. Negara boleh saja menebar kebijakan, namun selama akses informasi, perlindungan harga, dan ruang partisipasi petani tidak dijamin, maka suara mereka akan terus tenggelam.

Maka, “Suara Petani” bukan hanya tentang kesedihan dan keluhan. Ini adalah seruan agar pemerintah, pasar, dan masyarakat mendengar dengan sungguh: bahwa beras bukan sekadar komoditas, melainkan hasil peluh, doa, dan ketabahan para penjaga dapur bangsa.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Orang Besar” dalam Siluet Jokowi itu Menurut Silvester adalah SBY!?

Next Post

PRESIDEN PALING SUPER POWER SEPANJANG SEJARAH REPUBLIK INI

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Feature

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP
Economy

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Feature

Lembaga Survei, Politik Aura, dan Ilusi Elektabilitas

August 2, 2026
Next Post
PRESIDEN PALING SUPER POWER SEPANJANG SEJARAH REPUBLIK INI

PRESIDEN PALING SUPER POWER SEPANJANG SEJARAH REPUBLIK INI

Rakyat Malaysia Tumpah ke Jalan: Tuntut Anwar Mundur, Biaya Hidup Tak Kunjung Turun

Rakyat Malaysia Tumpah ke Jalan: Tuntut Anwar Mundur, Biaya Hidup Tak Kunjung Turun

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026
Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

Pasien Keracunan MBG di Semarang Tak Ditanggung BPJS, Biaya Perawatan Dibebankan ke Dinas Kesehatan

August 3, 2026
Disetujui Presiden, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA naik

Listrik Padam Massal di Jaksel dan Tangsel Sejak Subuh, PLN Selidiki Gangguan Suplai Gardu Induk Gandul

August 3, 2026

Lembaga Survei, Politik Aura, dan Ilusi Elektabilitas

August 2, 2026
Dewan Penasehat SILU RAYA Sesalkan Pembakaran Peralatan Tambang, Minta Penegakan Hukum Humanis

Dewan Penasehat SILU RAYA Sesalkan Pembakaran Peralatan Tambang, Minta Penegakan Hukum Humanis

August 2, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal namun Mewah ​(Perspektif Etika Publik, Kepekaan Sosial, dan Dialektika Hedonisme dalam Islam)

August 3, 2026
42.385 Pekerja Jadi Korban PHK Januari-Juni 2025, Jawa Tengah TOP

PHK Massal: Ketika Angka Ekonomi Menutupi Derita Rakyat

August 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...