• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

“SUASANA KEBATINAN” BULOG DAN PETANI

fusilat by fusilat
March 18, 2025
in Feature
0
SIAPA TAKUT JADI PETANI ?
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Setidaknya ada tiga alasan penting, mengapa Pemerintah melahirkan Badan Urusan Logistik (Bulog) di negeri ini. Pertama, berkaitan dengan alasan ekonomi. Dalam kaitannya dengan stabilisasi harga, Bulog mengatur pasokan dan harga barang pokok. Kaitannya dengan pengamanan pasokan, Bulog mencegah kelangkaan dan ketergantungan impor. Dalam hal kepentingan petani, Bulog membeli produk petani dengan harga wajar. Selain itu dalam menekan inflasi, Bulog mengontrol harga barang pokok.

 

Kedua alasan sosial. Kaitannya dengan alasan ini Bulog menjamin keamanan pangan dengan memastikan ketersediaan bahan makanan. Lalu,

mengurangi kemiskinan dengan membantu petani dan masyarakat miskin. Bulog juga meningkatkan kesejahteraan dan menyediakan barang pokok dengan harga terjangkau.

Bulog mengurangi ketimpangan dengan mendistribusikan barang pokok ke daerah terpencil.

 

Ketiga terkait alasan strategis, utamanya menghadapi krisis dengan menyediakan stok barang pokok saat krisis. Lalu dalam hal menghadapi bencana dengan menyediakan bantuan logistik. Meningkatkan ketahanan nasional dengan mengurangi ketergantungan impor. Dan mendukung pertahanan dengan menyediakan logistik untuk keperluan pertahanan.

 

Berdasarkan alasan-alasan tersebut, maka dapat ditegaskan fungsi utama Bulog adalah pengadaan dan penyimpanan barang pokok; distribusi barang pokok ke daerah; pengaturan harga dan pasokan dan penyediaan bantuan logistik. Dalam konteks pembangunan pangan di Tanah Merdeka, Bulog dimintakan pula untuk menjaga cadangan pangan nasional.

 

Untuk menjalankan fungsi strategis seperti ini, sangatlah keliru kalau Bulog dijadikan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebagai BUMN, pasti Bulog dituntut untuk untung aebesar-sebesarnya. Padahal, kalau kita kaitkan dengan fungsi utama Bulog sendiri, maka yang terekam Bulog mestinya lebih banyak menjalankan peran pelayanan dan melaksanakan penugasan yang diberikan Pemerintah.

 

Akibatnya, menjadi sangat masuk akal, selama 21 tahun Bulog menjadi BUMN, kinerja Perum Bulog belum pernah memberi hasil maksimal, khususnya dalam menjalankan fungsi bisnisnya. Kehendak untuk menampilkan diri sebagai raksasa bisnis pangan ditingkat dunia pun lebih mengemuka sebagai wacana atau sekedar omon-omon belaka.

 

Begitulah Bulog. Sebuah lembaga parastatal yang penuh dengan dinamika kehidupan. Bulog terkadang penuh dengan tekanan politik. Bahkan petinggi Bulog pun layak bisa diaebut sedang menduduki “kursi panas”. Tentu kita ingat kasus yang menimpa Dirut Perum Bulog yang terpaksa menghuni hotel prodeo, karena tersangkut dengan penyimpangan penggemukan sapi.

 

Jabatan petinggi Bulog yang terkesan menduduki “kursi panas”, sebetulnya meminta kepada Dewan Pengawas dan Dewan Direksi Perum Bulog, untuk benar-benar menjalankan amanah yang diembannya dengan penuh kehormatan dan tanggungjawab. Sebagai Perusahaan Plat Merah, Perum Bulog punya kewajiban untuk mengelolanya secara profesional.

 

Adanya kemauan politik Presiden Prabowo untuk membebaskan Bulog dari statusnya sebagai BUMN dan berkeinginan untuk menjadikan Bulog sebagai lembaga otonom Pemerintah langsung dibawah Presiden, sebetulnya menarik untuk didiskusikan. Catatan pentingnya, mengapa kita harus menanti selama 21 tahun untuk mengembalikan Bulog kepada khitohnya ?

 

Pertanyaan lanjutannya, mengapa Presiden-Presiden sebelum Pak Prabowo, seperti yang tidak hirau menyaksikan Perum Bulog yang tidak maksimal memerankan diri sebagai BUMN ? Namun, disinilah bedanya Pak Prabowo dengan yang lain. Presiden yang pernah memimpin organisasi petani sekelas HKTI selama dua periode dan kini masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina HKTI, terekam lebih berani untuk melakukan perubahan dan pembenahan terhadap Bulog.

 

Berubahnya Bulog dari LPND menjadi BUMN, jelas bukan kemauan bangsa kita. Kalau tidak ditekan IMF, mana mungkin para petinggi bangsa kita, akan mau merubah Bulog. Saat itu, IMF betul-betul sangat berkarisma. Apa yang diinginkan IMF, seolah-olah “sabda pandito ratu”. IMF dianggap sebagai “dewa penolong”, yang akan menyelamatkan perekonomian bangsa dari krisis multi-dimensi yang dialami bangsa tahun 1997/1998.

 

Menurut purwadaksinya, Bulog dilahirkan untuk menjadi sahabat sejati petani. Para penentu kebijakan saat itu, berkehendak ada kelembagaan Pemerintah yang mampu menjadi penjenjang antara kebutuhan petani dengan kebijakan Pemerintah. Bulog diharapkan tampil sebagai “warung beras” yang mampu menjawab kebutuhan petani.

 

Hal ini bisa dipahami, karena pangan atau beras merupakan kebutuhan pangan pokok yang harus tersedia sepanjang waktu, dengan harga yang terjangkau masyarakat. Pemerintah berharap agar Bulog dapat menjaga ketersediaan beras dalam negeri guna memberi makan segenap anak bangsa. Akibatnya wajar, jika ada tagline di masyarakat : “ingat beras ya ingat Bulog”.

 

Kalau betul, salah satu alasan Presiden Prabowo ingin mengembalikan Perum Bulog ke masa lalu saat menjadi LPND adalah untuk mempertegas persahabatan Bulog dengan petani, maka bisa dikatakan Bulog memang harus dekat dengan petani. Bulog dan petani, penting untuk membangun “brotherhood spirit” yang semakin jelas dan tegas. Bulog pasti akan selalu Pro Petani. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mencermati Upaya TNI Perluas Kewenangan: di Legislatif dan Yudikatif

Next Post

Penjelasan Korlantas Polri, Terkait Penyitaan Kendaraan Bermotor Karena STNK 2 Tahun Belum Dibayar

fusilat

fusilat

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Penjelasan Korlantas Polri, Terkait Penyitaan Kendaraan Bermotor Karena STNK 2 Tahun Belum Dibayar

Penjelasan Korlantas Polri, Terkait Penyitaan Kendaraan Bermotor Karena STNK 2 Tahun Belum Dibayar

Presiden Prabowo Subianto Resmikan 17 Stadion di Seluruh Indonesia Secara Serentak

Presiden Prabowo Subianto Resmikan 17 Stadion di Seluruh Indonesia Secara Serentak

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist