• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Super Power atau Super Monster: China, Nikel, dan Kejahatan Negara oleh Presiden Jokowi

fusilat by fusilat
June 9, 2025
in Crime, Feature
0
Delapan Kesepakatan Pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Xi, Tak Singgung Klaim Illegal China Atas ZEE Kita
Share on FacebookShare on Twitter

Disarikan dari Christovita Wiloto

“Pengkhianatan terbesar dalam sejarah modern Indonesia tidak datang dari luar, tapi dari dalam istana sendiri.”


Sejarah akan mencatat, bahwa dalam kurun waktu satu dekade pemerintahan Joko Widodo, dari 2014 hingga 2024, telah terjadi tragedi nasional yang amat memalukan: pengkhianatan terang-terangan terhadap kekayaan bangsa oleh pemimpin yang semestinya melindunginya. Presiden Jokowi, tokoh yang dielu-elukan sebagai “pemimpin rakyat,” ternyata adalah arsitek dari sistem penghisapan sumber daya nikel secara sistematis dan brutal untuk kepentingan negara asing: Republik Rakyat Tiongkok.

Yang disebut sebagai kerja sama strategis, nyatanya lebih menyerupai kolaborasi predatorik. Ratusan juta ton nikel diekspor secara ilegal, lewat jalur laut yang disamarkan, dengan nilai mencapai ribuan triliun rupiah. Tongkang-tongkang pengangkut nikel tak hanya berlayar di malam hari, tetapi juga membawa nama-nama yang mencengangkan: Tongkang JKW dan Tongkang Iriana. Keduanya disebut-sebut sebagai simbol keterlibatan langsung keluarga presiden dalam jaringan ekspor ilegal mineral strategis Indonesia.

Kejahatan ini bukan kejahatan sembunyi-sembunyi. Ia terjadi secara terang-benderang, dipoles dengan narasi “hilirisasi” dan “investasi.” Tapi di balik kemasan manis itu, terjadi pengerukan brutal terhadap kekayaan bangsa. Nikel Indonesia mengalir deras ke Tiongkok, tak hanya mengisi perut industri kendaraan listrik dan baja tahan karat Negeri Tirai Bambu, tapi juga membiayai ambisi geopolitik mereka. Yang tragis, semua terjadi dengan restu negara, bahkan—jika merujuk dokumen investigasi dan nama-nama kapal tadi—atas perintah presiden sendiri.


Jejak kehancuran dimulai ketika Jokowi menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Maritim dan Investasi. Dalam tangan Luhut, Indonesia dijual habis-habisan atas nama investasi. Perusahaan-perusahaan tambang China digelontorkan kemudahan regulasi, insentif fiskal, hingga pemberian lahan dan tenaga kerja murah. Ironisnya, banyak dari tenaga kerja asing yang masuk tidak melalui jalur legal. Pemerintah membungkam suara-suara protes dengan narasi nasionalisme semu: “kita sedang membangun hilirisasi.”

Padahal, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Indonesia hanya menjadi penyedia bahan baku dan tenaga kerja murah. Teknologi tetap dimonopoli China. Lingkungan hancur lebur. Sungai-sungai tercemar, udara penuh logam berat, dan masyarakat lokal dipaksa tergusur oleh kepentingan korporasi tambang.

Lebih ironis lagi, praktik pengiriman nikel mentah secara ilegal diduga menggunakan jalur dan dokumen palsu. Sejumlah mantan pejabat bea cukai menyebutkan adanya tekanan dari atas agar “jangan terlalu rewel” terhadap pengangkutan nikel dari Sulawesi. Kapal-kapal dengan muatan nikel diduga tidak pernah tercatat secara resmi dalam sistem pelaporan ekspor nasional. Negara pun kehilangan potensi pendapatan triliunan rupiah—uang yang semestinya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur rakyat.


Indonesia seolah lupa sejarah. Zaman VOC dan penjajahan Belanda terulang kembali, hanya kali ini aktor utamanya adalah para elit nasional yang menjual bangsanya sendiri. Mereka bukan antek asing, mereka adalah pemilik kekuasaan. Mereka bukan penjajah dari luar, tetapi pengkhianat dari dalam. Presiden Jokowi, yang dulu dielu-elukan sebagai antitesis dari oligarki, berubah menjadi simbol pengkhianatan.

Kerusakan tidak hanya terjadi di level ekonomi dan lingkungan. Kerusakan paling mengerikan terjadi di dalam hati rakyat Indonesia: rasa percaya terhadap negara mulai runtuh. Bagaimana mungkin seorang presiden—yang bersumpah di bawah konstitusi untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia—justru menjadi bagian dari sindikat perampokan massal kekayaan nasional?


Hari ini, Indonesia tak hanya menghadapi krisis sumber daya dan lingkungan. Kita menghadapi krisis moral. Krisis kepemimpinan. China, dengan kekuatan modal dan teknologinya, telah menjadi super power di kancah global. Tapi bagi Indonesia, China menjelma super monster yang melumat habis kekayaan alam kita, dengan kolusi dari elit kekuasaan kita sendiri.

Doa-doa rakyat kini menggema dari lereng tambang yang hancur, dari sungai-sungai yang mati, dan dari perut anak-anak yang lapar. Mereka memohon: Tuhan, bangkitkan pemimpin yang jujur, yang tidak menjual bangsanya sendiri.

Indonesia harus bangkit. Rakyat harus melawan. Dunia harus membuka mata.

Karena jika tidak, sejarah akan mencatat bahwa di era Jokowi, merah-putih telah dikibarkan bukan sebagai simbol kemerdekaan, tetapi sebagai bendera tawar-menawar dalam meja perampokan global.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sekarang Ketahuan Akal Bulusnya – Mengapa ORMAS Ke Agamaan di Beri Ijin Nambang

Next Post

Nikel, China, dan Negara dalam Dosa: Jokowi dan Jejak Kejahatan Global

fusilat

fusilat

Related Posts

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka
Crime

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Next Post
Nikel, China, dan Negara dalam Dosa: Jokowi dan Jejak Kejahatan Global

Nikel, China, dan Negara dalam Dosa: Jokowi dan Jejak Kejahatan Global

KM 50: Keadilan Ditinggalkan, Hukum Ditikam, Rakyat Haruskah Turun Rame-Rame?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Catatan Pinggir: Haji dan Citra Kementerian yang Tercemar – Quota Bisa Tinggal 50%

Haji 2026 Dimulai Lebih Awal, Jemaah RI Terbang 22 April–1 Juli: Siapkah Semua Pihak?

April 15, 2026

Membangun Mitra dengan Offtaker Industri, Membangun Kualitas Unggul untuk Business Sustainability (Standarisasi Usia Panen, Distilasi, dan Logistik Kualitas Daun)

April 15, 2026
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...