• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Sekarang Ketahuan Akal Bulusnya – Mengapa ORMAS Ke Agamaan di Beri Ijin Nambang

Ali Syarief by Ali Syarief
June 9, 2025
in Crime, Feature, Lingkungan Hidup
0
Tragedi Longsor Galian C Gunung Kuda dan Pelajaran Bagi Izin Tambang ke Pihak Tidak Kompeten

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di negeri ini, ketika agama mulai berkelindan dengan tambang, kita patut curiga. Apalagi jika yang berkepentingan tak hanya mengenakan sorban keagamaan, tetapi juga duduk di kursi komisaris perusahaan tambang. Inilah paradoks besar negeri bernama Indonesia: tanah air yang konon diberkahi Tuhan, tapi dijarah atas nama berkah pula.

Sekarang ketahuan akal bulusnya. Keputusan pemerintah memberi izin usaha pertambangan kepada organisasi keagamaan, ternyata bukan hanya urusan ekonomi umat, tetapi menjelma menjadi fatwa-fatwa pembenar atas kerusakan lingkungan yang dilapisi legitimasi spiritual. Tuhan ditarik-tarik ke meja direksi, dibubuhi materai korporasi.

Kita ambil contoh terbaru: polemik tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Sebuah wilayah yang selama ini dikenal sebagai surga dunia, kini menjadi ladang polemik karena kehadiran PT Gag Nikel—perusahaan yang sebagian komisarisnya adalah tokoh penting dari ormas Islam terbesar di Indonesia.

KH Ahmad Fahrur Rozi, Ketua PBNU Bidang Keagamaan sekaligus Komisaris PT Gag Nikel, akhirnya angkat bicara. Ia menepis tuduhan bahwa tambang itu merusak kawasan wisata Raja Ampat. Bahkan menyebut bahwa narasi kerusakan lingkungan adalah hasil editan foto yang menyesatkan publik. Ia menegaskan bahwa Pulau Gag bukanlah destinasi wisata, melainkan wilayah konsesi tambang resmi.

Sampai di sini, logika mulai dipaksa tunduk pada narasi yang disusun rapi. Bahwa Piaynemo, ikon wisata Raja Ampat yang sesungguhnya, bukan wilayah yang mengandung nikel, karena formasi karst-nya tidak mungkin ditambang. Bahwa publik telah termakan hoaks, dan bahwa tambang berjalan sesuai kaidah, patuh pada AMDAL, dan diawasi KLHK.

Namun pernyataan-pernyataan ini menyingkap lebih dari yang ingin disembunyikan. Mengapa seorang tokoh agama begitu getol membela perusahaan tambang? Mengapa narasi kerusakan alam justru dikontraskan dengan isu separatisme Papua? Mengapa yang dibela bukan hutan, bukan laut, bukan masyarakat adat, melainkan reputasi perusahaan dan keberlanjutan izin eksplorasi?

Inilah akal bulus yang mulai terbaca: memberi izin tambang kepada lembaga keagamaan adalah strategi halus melumpuhkan resistensi moral. Ketika tambang dibungkus jubah keagamaan, kritik lingkungan bisa dituding sebagai hoaks atau bahkan makar. Ruang publik yang seharusnya menjadi arena debat rasional kini diredam oleh dalil-dalil setengah tafsir.

Padahal suara masyarakat Raja Ampat sendiri sudah cukup jelas: mereka tidak ingin pulau mereka ditambang. Bupati setempat pun menegaskan, rakyat menolak tambang di Pulau Gag. Tapi suara ini tenggelam di antara ceramah-ceramah pembenaran. Ironisnya, organisasi yang semestinya menjadi pelindung umat, kini berperan sebagai tameng bagi kepentingan bisnis ekstraktif.

Apa yang bisa kita pelajari dari kejadian ini? Bahwa ketika agama mulai berbisnis, nilai-nilai ilahiah bisa tergelincir menjadi alat kekuasaan. Bahwa kerusakan lingkungan bisa dicuci bersih oleh pernyataan komisaris yang juga kiai. Dan bahwa suara rakyat, sekalipun lantang, bisa dilipat dalam dokumen-dokumen resmi bernama IUP dan AMDAL.

Bukan berarti kita anti terhadap pembangunan atau pemanfaatan sumber daya alam. Tapi ketika pembangunan dilakukan dengan menyingkirkan warga, mengabaikan daya dukung ekologi, dan menutup mata terhadap aspirasi lokal—itu bukan pembangunan, melainkan perampokan yang dilegalkan.

Kini, wajah asli dari kebijakan yang memberi konsesi tambang kepada ormas keagamaan mulai terbuka. Dan seperti biasa, ketika moral agama dijual murah di pasar kekuasaan, yang paling menderita bukanlah pemilik tambang, melainkan masyarakat yang hidup dari tanah dan lautnya.

Di tengah hingar bingar “pembangunan”, mari kita ingat satu hal: surga itu tak bisa ditambang. Tapi bisa hancur jika yang kita gali bukan nikel, melainkan akal sehat dan nurani.***

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PUTIN: LELAKI DARI KOTA TUA DAN BAYANGAN KEKAISARAN

Next Post

Super Power atau Super Monster: China, Nikel, dan Kejahatan Negara oleh Presiden Jokowi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Next Post
Delapan Kesepakatan Pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Xi, Tak Singgung Klaim Illegal China Atas ZEE Kita

Super Power atau Super Monster: China, Nikel, dan Kejahatan Negara oleh Presiden Jokowi

Nikel, China, dan Negara dalam Dosa: Jokowi dan Jejak Kejahatan Global

Nikel, China, dan Negara dalam Dosa: Jokowi dan Jejak Kejahatan Global

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist