• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

PUTIN: LELAKI DARI KOTA TUA DAN BAYANGAN KEKAISARAN

Radhar Tribaskoro by Radhar Tribaskoro
June 9, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
Dubes Ukraina Minta RI Bersuara Keras agar Didengar Diktator Rusia
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Radhar Tribaskoro

Di sebuah kota tua bernama Leningrad—yang oleh sejarah dipanggil dengan nama-nama berbeda, dan oleh rakyatnya dikenang dengan luka yang sama—lahir seorang lelaki kecil pada musim gugur 1952. Ia menyandang nama yang sudah akrab dalam sejarah darah Rusia: Vladimir. Seperti Lenin. Seperti Vlad sang Penakluk dalam dongeng Eropa Timur. Namanya mengandung ketegasan dan doa.

Ia tumbuh dari reruntuhan. Ibunya hidup nyaris mati selama pengepungan Nazi. Ayahnya pulang dari perang dengan kaki pincang dan dada penuh isak yang tak sempat ditangisi. Vladimir Putin, seperti diceritakan Vladimir Brovkin dalam From Vladimir Lenin to Vladimir Putin, tumbuh dari generasi Rusia yang tidak pernah benar-benar mengenal damai, hanya jeda yang diberi nama perestroika.

Putin bukan Stalin. Ia bukan Lenin. Tapi seperti bayangan yang menyerap warna ruang, Putin hidup dari apa yang ditinggalkan para pendahulunya: rasa malu, kejatuhan, dan ambisi untuk bangkit.

Putin, Anak KGB dan Penjaga Luka

Brovkin mencatat bahwa Rusia adalah negeri yang tak pernah selesai dengan identitasnya. Setiap penguasa menulis ulang sejarahnya. Dan Putin, anak dari KGB, bukan sekadar penerus kekuasaan, melainkan kurator narasi tentang siapa itu Rusia. Ketika ia muncul dari kegelapan birokrasi Petersburg dan duduk di puncak Kremlin, banyak yang melihat wajah dingin yang tak menunjukkan gairah. Tapi di balik dingin itu ada panas yang terpendam.

Putin menyerap rasa kehilangan Soviet bukan sebagai kesedihan, tapi sebagai hinaan. Dan seperti anak yang melihat ayahnya dipermalukan, ia bersumpah: martabat Rusia tak akan diinjak lagi.

Itulah sebabnya, ketika Tucker Carlson menemuinya pada awal 2024, Putin tak banyak bicara tentang invasi atau strategi. Ia malah bercerita tentang abad ke-13, tentang baptisan Vladimir Kievan Rus, tentang kerajaan-kerajaan kuno, tentang Polandia dan Jerman dan petanya yang terus berubah.

Itu bukan sejarah. Itu terapi.

Putin, lelaki yang hidup dalam jantung kekuasaan, sedang menyusun kembali bangunan mental sebuah bangsa yang tercerai, yang mabuk demokrasi palsu tahun 1990-an, yang kalah dalam Perang Dingin bukan karena lemah, tapi karena percaya pada janji orang lain.

Ia sedang mengatakan: “Aku tahu siapa kita.”

Keheningan sebagai Senjata, Kejelasan sebagai Topeng

Wartawan Barat kadang menyebut Putin “tidak bisa dipahami”. Tapi barangkali, seperti kata Brovkin, justru keterbacaan Putin adalah jebakan. Ia terlalu mudah ditebak karena ia tidak pernah menyembunyikan ambisinya: menjadikan Rusia sebagai kekuatan yang dihormati. Ia tak ingin Rusia menjadi superpower dalam pengertian Amerika. Ia hanya ingin dunia berhenti menganggap Rusia sebagai catatan kaki sejarah.

Putin adalah murid KGB yang belajar bahwa kekuatan tidak selalu harus diumumkan. Keheningan bisa lebih menyakitkan daripada serangan. Seperti samurai tua yang tak pernah mencabut pedangnya, tapi selalu menatap seperti bisa membelah siapa pun kapan saja.

Witkoff, utusan Amerika yang datang membawa pujian, menyebutnya “super pintar” dan “bukan orang jahat.” Pernyataan yang oleh sebagian orang dicibir, oleh sebagian lagi diyakini sebagai kebenaran yang tak nyaman: bahwa Putin bukan monster, tapi manusia—manusia yang menyusun kehidupannya di antara reruntuhan moral politik pasca-Soviet.

Ia bisa lembut. Ia mengirimkan lukisan untuk Trump. Ia berdoa untuk keselamatan tokoh Amerika itu. Tapi ia juga bisa sangat dingin, seperti danau beku di Siberia: tampak damai tapi bisa menelan siapa saja.

Putin dan Perdamaian yang Tak Pernah Netral

Ironi terbesar dari Putin bukan pada perang yang ia mulai, tapi pada perdamaian yang ia tawarkan. Ia bukan Khrushchev yang menggedor meja PBB. Ia bukan Brezhnev yang membekukan waktu. Ia seperti aktor Chekhovian, berjalan pelan di atas panggung diplomasi, menawarkan perjanjian dengan wajah tenang, tapi dengan tangan lain menggenggam kekuatan.

Brovkin menyebutnya “penjaga kontinuitas.” Ia tidak menciptakan sistem baru. Ia hanya merestorasi kebanggaan lama: keluarga, gereja, tanah air, dan kekuatan negara. Dalam wawancara bersama Carlson, ia tidak membantah bahwa Rusia sedang berperang. Ia hanya mengulang bahwa Ukraina bukan negara yang berdiri sendiri, bahwa NATO berbohong, bahwa Barat selalu mengkhianati janji.

Dalam narasi itu, Putin melihat perdamaian sebagai kondisi yang bisa dinegosiasikan, bukan sebagai keharusan moral. Dunia boleh berdamai, asalkan tidak merugikan kehormatan Rusia. Ini bukan perdamaian Yesus, ini perdamaian seorang ayah yang akan membunuh demi melindungi keluarganya.

Antara Lenin dan Putin: Siapa yang Lebih Rusia?

Pertanyaan ini muncul dari buku Brovkin sendiri: di antara dua Vladimir ini, siapa yang lebih merepresentasikan jiwa Rusia?

Lenin adalah revolusioner, pemusnah tatanan lama, pelopor utopia. Putin adalah penjaga, pelestari arsitektur kedaulatan. Lenin membenci kekaisaran. Putin mencintai reruntuhannya. Lenin ingin menghapus agama, Putin memeluk Gereja Ortodoks dan memanggilnya sekutu. Lenin mencintai internasionalisme, Putin membela “dunia Rusia” yang tidak mengenal batas.

Kita tahu siapa yang akan dikenang lebih lama. Tapi kita juga tahu siapa yang sedang membentuk masa kini.

Putin, Akhir dan Awal

Kini ia berusia lebih dari 70. Wajahnya masih nyaris tak berubah. Garis-garisnya tetap keras. Senyumnya jarang. Tapi dalam setiap langkah, Putin bukan lagi sekadar presiden. Ia adalah fenomena psikologis dari bangsa yang tak pernah tahu kapan harus menyerah. Seorang filsuf pernah menulis bahwa setiap negara besar memiliki “jiwa”. Dan jiwa Rusia, jika benar ada, telah lama hidup dalam bayangan pria ini.

Ia bukan orang yang sempurna. Tapi dalam ukuran Rusia, ia cukup. Cukup kuat untuk tidak runtuh, cukup kejam untuk bertahan, cukup visioner untuk membuat dunia mendengarkan.

Dan mungkin, itu sudah lebih dari cukup.===

Cimahi, 9 Juni 2025

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Raja Ampat dan Harga dari Tanah yang Dijual – Kamu Mendapat Ijin Dari Siapa?

Next Post

Sekarang Ketahuan Akal Bulusnya – Mengapa ORMAS Ke Agamaan di Beri Ijin Nambang

Radhar Tribaskoro

Radhar Tribaskoro

Related Posts

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan
Economy

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

May 10, 2026
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi
Feature

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026
Feature

SUMPAH JABATAN 2004–2029: ANTARA KONSTITUSI DAN VISI-MISI POLITIK

May 10, 2026
Next Post
Tragedi Longsor Galian C Gunung Kuda dan Pelajaran Bagi Izin Tambang ke Pihak Tidak Kompeten

Sekarang Ketahuan Akal Bulusnya - Mengapa ORMAS Ke Agamaan di Beri Ijin Nambang

Delapan Kesepakatan Pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Xi, Tak Singgung Klaim Illegal China Atas ZEE Kita

Super Power atau Super Monster: China, Nikel, dan Kejahatan Negara oleh Presiden Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi
Feature

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

by Karyudi Sutajah Putra
May 10, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Rocky Gerung konon telah pamit dari program...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Mendadak Ayam Sayur

May 10, 2026
LBH Keadilan: Diperlukan Standardisasi “Pemaafan Hakim” dalam Implementasi KUHP Nasional

LBH Keadilan: Diperlukan Standardisasi “Pemaafan Hakim” dalam Implementasi KUHP Nasional

May 8, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

May 10, 2026
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026

SUMPAH JABATAN 2004–2029: ANTARA KONSTITUSI DAN VISI-MISI POLITIK

May 10, 2026

Dissecting the Philosophical Roots of Islamic Education: Eliminating Dichotomy, Building Integration

May 10, 2026

Saat Merasa Paling Beriman, Saat Itulah Iblis Mendekat

May 10, 2026
Rahasia Umur Panjang – Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun

Rahasia Umur Panjang – Jepang dan Generasi Hikikomori: Ketika Orang Tua 90 Tahun Masih Mengurus Anak Usia 60 Tahun

May 10, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

Ekonomi Tumbuh, Rupiah Tumbang: Negeri yang Dipuji Angka, Dihantui Kenyataan

May 10, 2026
Berkat Perseretuan PDIP vs Jokowi, PDIP Cabut Laporan Terhadap RG Terkait Sangkaan Pencemaran Nama Baik Jokowi

Rocky Gerung yang Tak Lagi Menggerung

May 10, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...