• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Surga yang Digadaikan: Mata Investor Asing Menyorot Raja Ampat

Menjual Emas Membeli Kerikil

Ali Syarief by Ali Syarief
June 9, 2025
in Crime, Feature, Lingkungan Hidup
0
Surga yang Digadaikan: Mata Investor Asing Menyorot Raja Ampat
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam peta surga dunia, Raja Ampat menempati baris teratas. Gugusan pulau-pulau karst yang membentang di wilayah Papua Barat Daya itu bukan hanya menjadi rumah bagi lebih dari 1.500 spesies ikan dan 75 persen terumbu karang dunia, tetapi juga simbol dari janji Indonesia sebagai benteng terakhir ekosistem laut tropis. Namun kini, riuh burung cendrawasih dan dentuman ombak beradu dengan suara mesin tambang yang kian mendekat.

Sejak kabar rencana penambangan nikel di kawasan tersebut mencuat ke permukaan, perhatian dunia mengarah ke Timur Indonesia. Bukan hanya aktivis lingkungan yang menggelengkan kepala, tapi juga para pemodal asing yang sebelumnya membidik Indonesia sebagai destinasi investasi hijau.

“Ini seperti menjual Berlian untuk beli kerikil,” ujar seorang investor dari sektor pariwisata asal Belanda yang menanamkan modal di Misool Eco Resort. Ia menilai, pemerintah Indonesia gagal menjaga reputasi lingkungan yang menjadi komoditas unggulan kawasan tersebut. “Sekali rusak, tak bisa dibalik,” katanya, lirih.

Para investor dari negara-negara Barat, terutama yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), menanggapi kasus Raja Ampat dengan kekhawatiran mendalam. Mereka sadar bahwa berinvestasi di negara yang mengabaikan prinsip keberlanjutan sama saja dengan bunuh diri reputasi. Tak heran bila sinyal penarikan investasi mulai menguat, terutama dari lembaga-lembaga dana pensiun Eropa yang selama ini aktif dalam sektor konservasi dan ekowisata.

Kontras dengan Barat, para investor dari Asia Timur—terutama Tiongkok—memilih diam. Bagi mereka, Raja Ampat bukan surga ekologis, melainkan ladang nikel basah yang menjanjikan bahan baku kendaraan listrik dunia. Dukungan politik dari Jakarta—yang gencar mengusung hilirisasi nikel sebagai agenda besar Presiden Joko Widodo—menjadi jaminan bahwa operasi tambang akan berjalan mulus, meski harus membungkam suara-suara keberatan dari masyarakat adat dan aktivis lingkungan.

Namun, keriuhan tak bisa disekap. Para pelaku wisata, asosiasi perhotelan, bahkan kelompok konservasi internasional menyuarakan protes. Greenpeace menyebut langkah ini sebagai “lompatan ke jurang ekologis”. Forum masyarakat adat menuding pemerintah abai terhadap hak ulayat. Di media sosial dan forum investasi internasional, nama Raja Ampat kini tak lagi lekat dengan keindahan, tapi dengan ancaman kehancuran.

Forum Reddit, yang biasa menjadi tempat diskusi para ekspatriat dan investor asing, menggambarkan keresahan itu dengan terang. “Ini seperti Prancis membongkar Bora-Bora untuk tambang batu bara,” tulis seorang pengguna dari New Zealand. Komentar lain menyebut Indonesia tengah “mengorbankan anak emas demi menambang logam murahan”.

Ironi Raja Ampat menjadi cermin dari ketegangan antara pertumbuhan ekonomi instan dan keberlanjutan jangka panjang. Indonesia yang ingin tampil sebagai raksasa kendaraan listrik dunia, justru mulai kehilangan kepercayaan dari mitra-mitra strategis yang menjunjung tinggi etika investasi.

Para investor bukan hanya menghitung laba-rugi, tapi juga memperhitungkan nama baik. Bila pemerintah tetap bersikukuh menambang di Raja Ampat, bukan mustahil Indonesia justru kehilangan peluang investasi besar dari sektor yang lebih lestari: pariwisata, energi terbarukan, dan konservasi.

Raja Ampat bukan hanya aset Papua, tapi warisan dunia. Dan dunia kini tengah memerhatikan. Pertanyaannya: apakah Jakarta cukup bijak untuk tidak menukarnya dengan sekepal nikel?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

HGU LAUT, WARISAN JKW

Next Post

Cara Menangani Skandal Tambang Raja Ampat: Tetap Tidak Akan Melindungi Geopark Global UNESCO, Kecuali Dihentikan Total

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Next Post
Menteri Bahlil Tuding Anies Sok Tahu dan Merasa Paling Pintar Tentang Etik

Cara Menangani Skandal Tambang Raja Ampat: Tetap Tidak Akan Melindungi Geopark Global UNESCO, Kecuali Dihentikan Total

Raja Ampat Dirusak Negara

Raja Ampat’s Mining Scandal: A Global Heritage Under Threat - A Call to the International Community to Act Now

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist