• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tak Ada Alasan Bisa Mempertahankan Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
April 17, 2025
in Feature, Tokoh/Figur
0
AHY Dari Pengkritik Jokowi Menjadi Penyanjung Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Kekuasaan yang kehilangan legitimasi tinggal menunggu waktu untuk ditanggalkan.

Tak ada lagi alasan rasional mempertahankan Joko Widodo dalam lingkaran kekuasaan. Bahkan, yang tersisa darinya bukanlah keteladanan seorang negarawan, melainkan jejak-jejak politik penuh kalkulasi yang merugikan akal sehat bernegara. Ia tak punya partai, tak punya gagasan besar, tak punya prestasi yang membanggakan, dan yang paling mendasar: ia kehilangan integritas sebagai kepala negara.

Di awal kemunculannya, Jokowi tampak seperti harapan yang tak datang dari dalam lingkaran oligarki. Ia dielu-elukan sebagai “anak rakyat” yang berhasil menembus benteng politik nasional. Namun, waktu adalah ujian paling keras bagi kemurnian niat seseorang. Dan Jokowi, dalam dua periode kepemimpinannya, gagal menjawab ujian itu.

Tanpa Kendaraan, Tanpa Tujuan

Jokowi adalah presiden yang tak memiliki rumah politik. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bukanlah ruang yang ia rintis dengan ideologi atau keringat. Ia menumpang lewat persekutuan pragmatis dengan Megawati Soekarnoputri. Ketika relasi personal itu merenggang, terbongkarlah fakta bahwa Jokowi hanyalah seorang pelintas dalam mesin politik yang besar. Maka wajar bila kini ia sibuk membangun dinasti, karena ia tak punya partai untuk mempertahankan pengaruh. Tidak ada Soekarnoisme, Marhaenisme, atau gagasan sistemik yang mengakar. Yang ada hanya proyek-proyek transaksional, dari Ibu Kota Negara (IKN) hingga penempatan anak-cucu dalam jabatan publik.

Seorang pemimpin tanpa partai ibarat perahu tanpa jangkar. Ia bisa terus melaju, tapi tak bisa mengakar. Jokowi tahu itu. Maka disulaplah Kaesang menjadi ketua partai dalam semalam, Gibran didorong menjadi wakil presiden dengan bantuan Mahkamah Konstitusi, dan Bobby diarahkan ke Sumatra Utara. Semua itu bukan untuk rakyat, melainkan untuk mempertahankan legacy yang rapuh—jika tidak ingin disebut sebagai politik keluarga yang murahan.

Kemampuan Intelektual yang Tak Pernah Berkembang

Tak ada pernyataan gagasan besar yang bisa dikenang dari Jokowi. Ia lebih banyak bicara dalam analogi pasar, kayu, dan tol. Dalam berbagai forum internasional, ia tampak ragu, kaku, dan tidak substansial. Dalam negeri, ia lebih senang meresmikan proyek infrastruktur daripada berbicara soal visi ekonomi, sains, atau teknologi. Dalam dunia yang dikuasai kecerdasan buatan dan transformasi digital, Indonesia justru dipimpin oleh seseorang yang masih bicara tentang sepeda dan blusukan.

Bandingkan dengan Bung Karno yang menyusun The Rediscovery of Indonesia, atau Gus Dur yang menulis esai-esai tajam di berbagai jurnal internasional. Jokowi jauh dari sosok pemikir. Dan ketika seorang pemimpin tak bisa berpikir jernih, ia akan memimpin dengan naluri, bukan akal sehat. Itulah yang terjadi kini: kebijakan yang serampangan, kebisingan politik yang dibiarkan, dan penumpukan utang yang tak terkendali.

Reputasi yang Retak, Integritas yang Memalukan

Selama dua periode kekuasaan, publik menyaksikan degradasi sistemik dalam pemberantasan korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilumpuhkan oleh UU hasil inisiatif pemerintah dan parlemen, seolah-olah Jokowi tak peduli. Penegakan hukum bersifat selektif, aparat digunakan sebagai alat kekuasaan, dan masyarakat sipil yang kritis dibungkam lewat berbagai regulasi yang mengekang.

Namun titik nadirnya adalah ketika Mahkamah Konstitusi, yang dipimpin oleh adik iparnya sendiri, mengubah syarat batas usia calon presiden dan wakil presiden—sebuah manuver vulgar yang membuka jalan bagi Gibran Rakabuming untuk melenggang sebagai cawapres. Sejak itu, runtuh sudah etika bernegara yang dulu dijaga dengan susah payah pasca-reformasi. Bangsa ini dipaksa menerima kebobrokan sistem sebagai kenormalan baru.

Kita dihadapkan pada sebuah rezim yang tanpa malu memperalat hukum untuk melanggengkan kuasa keluarga. Nepotisme bukan lagi aib, tetapi program politik. Reformasi seolah tak pernah terjadi.

Ini Hanya Soal Waktu

Sejarah telah menunjukkan bahwa kekuasaan tanpa landasan moral akan runtuh. Ferdinand Marcos di Filipina, Suharto di Indonesia, hingga Hosni Mubarak di Mesir—semuanya tumbang bukan karena kehilangan kekuatan, tetapi kehilangan legitimasi. Rakyat tidak bisa ditipu selamanya. Dan Jokowi, cepat atau lambat, akan menemui titik akhir-ajal-dari jalan politik yang dibangunnya sendiri.

Seperti kata Abraham Lincoln, “You can fool all the people some of the time, and some of the people all the time, but you cannot fool all the people all the time.”

Tak ada alasan untuk terus membela seorang presiden yang telah mengecewakan begitu banyak aspek fundamental bernegara. Yang kita butuhkan bukan pelanggengan kekuasaan keluarga, tapi pemulihan akal sehat berbangsa. Dan untuk itu, Jokowi harus ditanggalkan dari panggung sejarah—bukan sebagai tokoh yang dikenang karena prestasi, tetapi sebagai pelajaran pahit dari sebuah eksperimentasi politik yang gagal.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KRL Commuter Line Berencana Perpanjang Sampai Serang Pada 2026

Next Post

Kaki di Dua Perahu: Menteri-Menteri Galau Antara Jokowi dan Prabowo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet
Feature

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026
Feature

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Next Post
Presiden Jokowi Panggil Zulhas ke Istana Bahas Pilpres 2024? Atau Bahas Harga Beras?

Kaki di Dua Perahu: Menteri-Menteri Galau Antara Jokowi dan Prabowo

Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Bisik-Bisik Pemakzulan: Prabowo dan Dua Wajah Kabinet yang Menyimpan Agenda

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
News

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

by Karyudi Sutajah Putra
June 9, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-Banyak pihak, baik di eksekutif maupun legislatif, kini sedang ketar-ketir menunggu kelanjutan proses hukum dugaan tindak pidana korupsi...

Read more
Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

Pembubaran Perkemahan Ahmadiyah di Karangnganyar: Negara Kembali Tunduk Pada Kelompok Intoleran

June 7, 2026

Pancasila: Lahir untuk Mati!

June 2, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

Di Jepang – Tuhan Bersemayam di Toilet

June 9, 2026

MBG, Memutar Ulang Dosa Sejarah

June 9, 2026
Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

Peduli Orang Jepang Karena Rupiah Melemah

June 8, 2026
50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

50 Anak Muda Difabel Netra Ikuti Aksi Penanaman Mangrove dalam Green Justice Youth Program

June 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

Diskusi RUU Parpol, PERMAHI Jakarta Timur Tekankan Penguatan Demokrasi dan Kaderisasi

June 9, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...