Jakarta, Fusilatnews- Ulama menanggapi fenomena yang menghebohkan masyarakat mengenai pegunungan tandus di Mekkah, Arab Saudi yang tiba-tiba berubah menjadi hamparan hijau.
Mengutip The New Arab, seperti dilansir CNBC Indonesia, Ahad (15/1), hal ini disebabkan lantaran tingginya curah hujan di wilayah tersebut. Bahkan banjir sempat menggenangi di beberapa tempat. Meski demikian, sebagian masyarakat mengaitkan hal ini sebagai tanda-tanda datangnya kiamat. Benarkah?
Ulama dan Guru Besar Tafsir Quran, Prof Quraish Shihab menjelaskan sebenarnya tidak seluruh daerah di Arab Saudi merupakan daerah yang tandus. Dia menyebutkan sudah ada daerah yang memang sudah ditumbuhi tumbuhan hijau sejak lama.
“Sebenarnya Saudi itu tidak seluruhnya tandus. Daerah Taif itu hijau…. Ya memang sejak dulu sudah hijau, jangan lantas dianggap bahwa ya itu tanda kiamat,” ujar Shihab dalam program Shihab&Shihab di YouTube.
Mantan Menteri Agama di era Presiden Soeharto itu menambahkan, Nabi Muhammad SAW memang pernah menyebutkan sejumlah tanda kiamat, dan sebagian sudah terlihat sejak lama.
“Memang ada tanda-tanda kiamat disebutkan oleh Nabi SAW dan itu banyak sudah kita lihat. Misalnya kedurhakaan anak terhadap orang tua, misalnya perlombaan membangun gedung-gedung tinggi. Itu sudah kita lihat. Misalnya menjamurnya perzinaan, itu tanda-tanda kiamat, semua itu tanda-tanda umum,” ucapnya.
Namun, Quraish mengatakan ada tanda-tanda besar kiamat yang saat ini belum muncul seperti matahari yang terbit dari sebelah barat.
“Tapi ada tanda-tanda besar yang boleh jadi sekarang belum kita lihat, tapi itu dari segi ilmiah dimungkinkan bahwa matahari terbit dari sebelah barat, bukan dari sebelah timur, itu tanda besar,” pungkasnya.
Sebelumnya, mengutip The New Arab, hamparan rumput yang muncul disebabkan lantaran tingginya curah hujan di wilayah tersebut. Bahkan banjir sempat menggenang di beberapa tempat.
Hal sama juga dimuat media Haramain Sharifain. Disebutkan bagaimana Makkah menerima hujan 2-3 hari setiap tahun mengalami hujan terus menerus setiap dua hari sekali selama sekitar seminggu terakhir.
“Alhasil, lanskap dan lembah Dua Kota Suci menjadi hijau di tengah pasokan air hujan yang terus menerus. Namun diperkirakan lanskap akan kembali tandus setelah musim hujan reda,” tulis media itu dikutip Selasa (10/1/2023).
Sementara itu, pemandangan pegunungan yang tidak biasa mengejutkan dan menarik perhatian warga Arab Saudi. Mereka menanggapi dengan gambar dan video mereka sendiri tentang tanaman hijau yang mengesankan, yang telah menyebar ke daerah lain, termasuk pemerintahan kota Laith, Taif dan Jeddah.
Banyak yang mengungkapkan kekaguman mereka. Bahkan keinginan mereka untuk melestarikan alam baru seperti ini di Arab Saudi.
Sementara itu, dalam laporan Saudi Press Agency disebut tak sedikit masyarakat yang mendatangi wilayah tersebut untuk menikmati suasana keindahan alam. Mereka bahkan mengadakan barbekyu di area rerumputan hingga dini hari.


























