• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tanggapan DHL : Paradox Hukum di Indonesia: Antara Norma Hukum dan Realita Sosial

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
November 14, 2024
in Feature, Law
0
Tanggapan DHL : Paradox Hukum di Indonesia: Antara Norma Hukum dan Realita Sosial
Share on FacebookShare on Twitter

Menanggapi tulisan terdahulu; https://fusilatnews.com/menyimpan-buku-jihad-bisa-menjadi-delik-hukum-diduga-terrorist-merencanakan-korupsi-mega-trilyunpun-bukan-kejahatan/ 

Yang saya minta Senior Damai Hari Lubis menanggapinya, inilah pendapatnya :

Hukum di Indonesia kerap kali menjadi subjek perdebatan karena sering kali terdapat ketidaksesuaian antara nilai-nilai yang dikandungnya dengan implementasinya di lapangan. Fenomena ini mencerminkan adanya paradoks, di mana aturan-aturan yang seharusnya menjadi pedoman kehidupan masyarakat justru menyisakan ruang ambiguitas dan bahkan hipokrisi. Berikut ini adalah analisis terkait beberapa paradoks hukum yang terjadi di Indonesia berdasarkan pendekatan sosiologi hukum dan solusi yang diusulkan.

A. Analisis Sosiologi Hukum: Paradoks dan Hipokrisi dalam Hukum Indonesia

  1. Ambiguitas dalam Penegakan Moralitas Publik
    Fenomena ini tampak dalam hal ketidakkonsistenan terhadap norma moral, seperti dalam kasus konten-konten yang dianggap melanggar kesusilaan (misalnya pornografi). Peredaran gambar dan video pornografi masih mudah ditemukan di berbagai situs internet, namun upaya pemberantasannya masih setengah hati. Hal ini memperlihatkan bahwa penegakan hukum dalam hal moralitas sering kali bersifat ambigu dan kurang konsisten.

  2. Ajaran Komunisme dan Marxisme-Leninisme
    Hukum Indonesia melalui UU No. 27 Tahun 1999 melarang penyebaran paham komunisme, namun memperbolehkan masyarakat memiliki literatur terkait ajaran ini selama tidak disebarluaskan. Ini menunjukkan sikap ambivalen, di mana negara tampak membatasi tetapi tidak sepenuhnya melarang secara eksplisit. Paradoks ini menimbulkan kebingungan dalam masyarakat, yang sering kali menerima paham tersebut dengan konotasi negatif tetapi tidak memahami esensi maupun konteks hukumnya.

  3. Inkonsistensi Penguasa dalam Menjalankan Prinsip Keagamaan
    Meskipun mayoritas penguasa di Indonesia beragama Islam, banyak kebijakan yang seolah bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Al-Quran. Inkonsistensi dalam menjalankan nilai-nilai agama dalam kebijakan publik dapat mengarah pada persepsi hipokrisi. Banyak pemimpin yang terkesan mengedepankan retorika, tetapi dalam praktiknya justru melanggar nilai-nilai agama yang seharusnya dijunjung.

  4. Pemahaman Terhadap Pancasila yang Minim dan Sloganis
    Ayat pertama Pancasila, yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa,” seharusnya menjadi landasan moral bagi seluruh tindakan pemerintah dan masyarakat. Namun, implementasinya sering kali sekadar menjadi slogan, tanpa pemahaman mendalam. Maka, kebijakan yang diambil oleh penguasa sering kali hanya menampilkan Pancasila secara superfisial tanpa menginternalisasi nilai ketuhanan tersebut dalam berbagai kebijakan dan tindakan.

  5. Kurangnya Kajian Sejarah Terhadap Makna Pancasila Secara Resmi
    Untuk mengatasi paradoks ini, perlu adanya kajian historis yang mendalam tentang kelahiran Pancasila sebagai ideologi negara. Kajian ini harus dilakukan secara objektif dan jujur oleh para ahli sejarah untuk menghindari distorsi atau kebohongan sejarah yang kerap kali terjadi. Publikasi hasil kajian ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama mengenai arti sesungguhnya dari Pancasila, sehingga masyarakat tidak hanya memahami makna Pancasila sebagai slogan, tetapi sebagai fondasi nilai bangsa.

B. Solusi dan Usulan Metodologis

  1. Menjaga Integritas Sejarah
    Agar tidak terjadi kebohongan sejarah, diperlukan upaya pengarsipan dan publikasi resmi dari pemerintah mengenai sejarah kelahiran dan implementasi nilai-nilai Pancasila. Sejarah merupakan bagian penting dari ilmu pengetahuan, sehingga segala bentuk pemalsuan atau distorsi terhadapnya harus dihindari.

  2. Memperkuat Pemahaman Ideologi Pancasila di Kalangan Pemimpin dan Masyarakat
    Setiap pemimpin seharusnya mempraktikkan makna sila pertama Pancasila, yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa,” dalam segala tindakannya. Penekanan pada nilai agama mayoritas dalam negara ini tidak hanya sejalan dengan demokrasi, tetapi juga mencerminkan representasi budaya mayoritas bangsa Indonesia. Maka, pemimpin perlu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai ketuhanan sebagai bagian dari tuntutan moral dan etika bernegara.

  3. Menghapus Praktik Hipokrisi dalam Penegakan Pancasila
    Penting agar Pancasila tidak hanya sekadar menjadi alat retorika tanpa aplikasi nyata. Para penyelenggara negara diharapkan benar-benar mempraktikkan nilai-nilai Pancasila, bukan hanya sebagai bahan pidato. Pemahaman terhadap Pancasila yang mendalam perlu diberikan kepada masyarakat agar mereka tidak sekadar mengikuti simbol dan jargon, melainkan juga memahami substansi dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memahami makna Pancasila secara utuh dan berkomitmen pada nilai-nilainya, diharapkan sistem hukum dan politik di Indonesia dapat sejalan dengan prinsip ketuhanan yang menjadi dasar negara. Selain itu, penyelarasan antara tindakan pemerintah dan nilai-nilai moral Pancasila dapat mendorong masyarakat untuk mencintai dan menghayati makna Pancasila, sehingga Pancasila tidak sekadar menjadi slogan tetapi menjadi pedoman dalam membangun karakter bangsa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

HOT NEWS : UI Tunda Kelulusan Doktor Bahlil Lahadalia

Next Post

Hasil Survei Ungkap Alasan Orang Pakai AI, dari Asisten Menulis Hingga Menghibur Diri

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda
Feature

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku
Feature

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026
Feature

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026
Next Post
Pertumbuhan OpenAI Nirlaba, Timbulkan Pertanyaan tentang Kepatuhan Amal

Hasil Survei Ungkap Alasan Orang Pakai AI, dari Asisten Menulis Hingga Menghibur Diri

Projo Bukanlah Suara PDIP, Ketua Umum Projo ; “Biar Saja”

97,4% Responden "Setuju Budi Ari Harus Ditangkap - Berkaitan Dengan Judol

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral
Feature

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

by Karyudi Sutajah Putra
June 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Entah siapa yang memberikan hak kepada Idrus Marham, sehingga bekas...

Read more
Rakyat Melawan!

Rakyat Melawan!

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Membangun Mutual Dependence, Ekosistem Strategis Indonesia–China (Evaluasi Pasca “Surat Cinta” China atas Iklim Investasi Terkini di Indonesia)

June 15, 2026

Melampaui Tesis Satjipto Rahardjo

June 15, 2026
Purbaya Yudhi Sadewa: Dari Bayang-Bayang Luhut ke Kursi Menteri Keuangan

Rumor Reshuffle Makin Kencang, Kursi Menkeu dan Gubernur BI Dikabarkan Jadi Sasaran Perombakan Prabowo

June 15, 2026
Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

Harga BBM Naik hingga Suku Bunga Acuan Meningkat, Beban Masyarakat Kian Berat

June 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

Timnas Belanda, Selalu Saja Berbeda

June 15, 2026
Bangga dengan Ketololan: Negeri yang Membiakkan IP 2 dan Fobia Buku

Jokowi Akan Kembali Presiden Pasca Gibran

June 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist