Jakarta – Fusilatnews – Presiden Joko Widodo memberikan tanggapan singkat terkait gagalnya putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang juga Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), untuk maju sebagai calon Wakil Gubernur di Pilkada Jawa Tengah 2024. Hal ini terjadi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan Putusan Nomor 70/PUU-XXII/2024 yang menegaskan bahwa syarat usia calon kepala daerah harus dihitung sejak penetapan pasangan calon.
“Tanyakan ke Ketua PSI ya,” kata Joko Widodo singkat setelah membuka Kongres Ke-6 PAN di Jakarta, Jumat (23/8/2024).
Dalam putusan MK tersebut, Kaesang Pangarep tidak dapat maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah karena pada saat penetapan pasangan calon pada 22 September 2024 mendatang, usianya masih 29 tahun. Sementara itu, syarat usia minimum calon gubernur dan wakil gubernur adalah 30 tahun.
Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa sejak awal, pasangan Luthfi dan Taj Yasin memang telah menjadi pilihan utama PAN untuk Pilgub Jawa Tengah. Bahkan, PAN sudah mempromosikan pasangan tersebut melalui baliho yang dipasang di berbagai wilayah Jawa Tengah sejak beberapa bulan lalu.
“Kamu lihat dong baliho saya di Jateng, (baliho) saya ya. Iya, Pak Luthfi sama Taj Yasin. Saya sudah tiga bulan yang lalu, bertebaran, lihat di Jawa Tengah,” ujar Zulhas di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat.
Namun, Zulhas juga menegaskan bahwa keputusan akhir terkait pasangan calon yang akan diusung di Pilgub Jateng akan ditentukan oleh pemimpin Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto. Jika Prabowo menginginkan nama lain, PAN siap mengikuti keputusannya.
Sebelumnya, Partai Gerindra resmi mengusung Komisaris Jenderal (Komjen) Ahmad Luthfi sebagai calon gubernur (cagub) untuk Pilkada Jawa Tengah, dengan Taj Yasin Maimoen sebagai calon wakil gubernur (cawagub). Luthfi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Prabowo Subianto dan menyatakan bahwa dirinya siap mengakselerasikan pembangunan di Jawa Tengah bersama Taj Yasin.
Awalnya, Gerindra sempat berencana memasangkan Kaesang Pangarep sebagai cawagub untuk Ahmad Luthfi. Namun, rencana tersebut dibatalkan, dan Gerindra memutuskan untuk menggantinya dengan Taj Yasin. Luthfi mengaku tidak mengetahui alasan pasti di balik perubahan tersebut, namun menegaskan bahwa perjalanan politik ditentukan oleh keputusan partai-partai pengusung.
Ambisi Kaesang Pangarep untuk terjun dalam Pilkada Jawa Tengah akhirnya terganjal oleh aturan UU, serta keputusan Gerindra yang lebih memilih Taj Yasin untuk mendampingi Ahmad Luthfi dalam kontestasi Pilgub Jateng 2024.





















