“Sudah lah, pasti (bagian dari kajian). Jangan Walhi merasa lebih tahu daripada pemerintah. Kalian ini sudah seperti negara ini seolah-olah diatur oleh lembaga lain,” kata Bahlil
Jakarta – Fusilatnews – Terhadap pernyataan Walhi Menteri Bahlil menegaskan pemerintah telah melakukan kajian menyeluruh mengenai proyek Eco City dan industri di Pulau rempang, Batam, Kepulauan Riau.
“Sudah lah, pasti (bagian dari kajian). Jangan Walhi merasa lebih tahu daripada pemerintah. Kalian ini sudah seperti negara ini seolah-olah diatur oleh lembaga lain,” katanya
Menurut Bahlil telah ada Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) mengenai proyek pembangunan di Rempang. Proyek Rempang Eco City tidak akan merugikan lingkungan sekitar.
“Mana ada negara yang mau menyengsarakan rakyatnya? Tulis baik-baik, kita hargai pemikiran Walhi, tapi juga negara punya tujuan,” ujarnya.
“Kan ada AMDAL-nya, negara kita ini kalau khawatir terus, curiga terus, kapan mau maju? Kita ini dikasih bumbu curiga orang, takut terus, kapan kita maju?” lanjutnya.
Bahlil menggelar konferensi pers usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Bahlil mengatakan bahwa Jokowi memberi arahan untuk menyelesaikan perkara Rempang secara kekeluargaan.
Menurut Bahlil , masyarakat Rempang bersedia dipindahkan ke lokasi lain di pulau yang sama. Bahkan, sambungnya, masyarakat menawarkan secara sukarela untuk mendaftar menjadi keluarga yang hendak dipindahkan.
“Mereka sangat menerima investasi, sampai Pak Gerisman (tokoh masyarakat Rempang) menyampaikan kepada saya, ‘Kiamat lima kali pun kampung kita ini, Pak Menteri, tidak maju kalau tidak ada investasi,’” katanya.






















