• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tantangan dan Peluang Guru PAI dan Madrasah di Era Digital: Antara Pembatasan Gawai dan Kualitas Pembelajaran

fusilatnews by fusilatnews
May 23, 2026
in Feature, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh:  Dr. Siti Muawanatul Hasanah M.Pd (Dekan Fakultas Ilmu Keisalman Universitas Islam Raden Rahmat) – Dr. Aries Musnandar (Dosen Media dan Desain Pembelajaran PAI Universitas Islam Raden Rahmat)

Ruang kelas hari ini telah bertransformasi menjadi medan laga kontemporer tempat kedaulatan perhatian siswa diperebutkan oleh layar gawai. Bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan pendidik di lingkungan madrasah, tantangan ini terasa ganda. Mereka tidak hanya bertarung memperebutkan fokus kognitif, melainkan juga menjaga benteng moralitas dan spiritualitas generasi muda dari derasnya tarikan ekosistem digital yang tanpa jeda.

Laporan Digital 2024 Indonesia dari DataReportal mencatat lebih dari 210 juta penduduk Indonesia telah terhubung dengan internet menggunakan telepon pintar. Durasi penggunaan gawai yang sangat tinggi setiap hari memicu perubahan pola perhatian (attention span) anak didik. Akibat stimulasi visual algoritma media sosial, para guru PAI dan madrasah kerap mengeluhkan ruang kelas yang kalah memikat dibandingkan dengan daya pikat konten siber.

Fenomena ini kian kompleks dengan hadirnya teknologi Kecerdasan Buatan (AI) generatif di tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Mahasiswa dan siswa cenderung menggunakan AI sebagai jalan pintas instan untuk menyalin jawaban tugas tanpa melalui proses refleksi kritis. Padahal, jika ditempatkan dalam koridor yang tepat, pendidikan digital menawarkan peluang inklusivitas informasi dan personalisasi pembelajaran yang luar biasa untuk melatih kecakapan adaptif mereka.

Keniscayaan Kecakapan Soft Skills

Di tengah disrupsi ini, peningkatan kompetensi guru PAI dan madrasah dalam mengembangkan aspek personal siswa menjadi keniscayaan yang mutlak. Kompetensi pendidik sangat diperlukan agar kualitas dan kecakapan soft skills siswa dapat meningkat secara berkelanjutan. Nilai-nilai karakter seperti integritas, tanggung jawab, dan etos kerja mutlak ditanamkan agar menjadi kompas mereka dalam berinteraksi secara akademik maupun sosial kemasyarakatan. Adapun mengenai metodologi taktis penerapan komponen tersebut di ruang kelas akan dijelaskan tersendiri dalam artikel lainnya.

Namun, peluang optimalisasi pendidikan digital dan penumbuhan karakter ini mustahil tercapai tanpa adanya lingkungan siber yang sehat. Di sinilah letak pentingnya PP Tunas 2026, sebuah regulasi strategis dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang membatasi akses media sosial bagi pengguna di bawah usia 16 tahun. PP Tunas Komdigi menjadi sangat penting dan perlu karena bertindak sebagai perisai hukum yang melindungi fase perkembangan psikososial anak dari agresivitas industri perhatian.

Secara akademis, urgensi PP Tunas ini sejalan dengan Teori Perkembangan Psikososial dari Erik Erikson, yang menyebut bahwa usia remaja awal adalah fase krusial pencarian identitas (Identity vs. Role Confusion). Tanpa pembatasan usia, algoritma siber yang manipulatif berisiko mendistorsi konsep diri mereka sebelum mereka matang secara emosional. Ditinjau dari neurosains kognitif, bagian otak prefrontal cortex yang berfungsi mengendalikan diri baru matang sempurna pada usia 20-an, sehingga pembatasan regulatif ini menjadi “rem eksternal” yang sah dari negara untuk melindungi anak dari adiksi digital.

Bagi lingkungan madrasah, PP Tunas Komdigi adalah instrumen defensif yang krusial untuk meminimalisasi paparan konten negatif, adiksi digital, dan degradasi moral sebelum anak-anak memiliki kematangan emosional. Regulasi ini memberikan “jeda bernapas” bagi pendidik dan orang tua agar dapat mengondisikan lingkungan tumbuh kembang anak secara lebih terkontrol. Pembatasan ini menjadi fondasi awal sebelum anak dilepas ke dalam ekosistem digital yang lebih luas.

Oase Kesabaran Kognitif

Meski demikian, kebijakan defensif berupa pembatasan melalui PP Tunas tidak akan pernah cukup tanpa strategi literasi digital yang substantif dari guru PAI dan madrasah. Literasi digital bukan sekadar kecakapan teknis (digital skills), melainkan kemampuan berpikir kritis, penanaman etika siber (akhlak digital), dan pemahaman atas batas-batas pemanfaatan teknologi. Landasan ini mengacu pada konsep Kognisi dan Literasi Media oleh Maryanne Wolf, yang mengingatkan akan bahaya atrofi (penyusutan) kemampuan membaca mendalam akibat paparan budaya instan digital.

Pada akhirnya, khitah pendidikan abad ke-21 adalah melatih manusia untuk berpikir mandiri, jernih, dan merdeka. Laporan Future of Jobs Report 2023 dari World Economic Forum menegaskan bahwa keterampilan berpikir analitis dan kreatif berada di urutan teratas kompetensi global yang paling dicari. Di era kelimpahan informasi, orisinalitas serta ketajaman berpikir kritis justru menjadi modalitas kemanusiaan dan spiritualitas kita yang paling mahal.

Berdasarkan rekam jejak empiris di level manajerial dunia usaha dan dunia industri (DUDI), kapasitas pemecahan masalah inilah yang menjadi pembeda utama kualitas keputusan. Oleh karena itu, tantangan guru PAI dan madrasah hari ini adalah menyelaraskan pembatasan gawai sesuai PP Tunas Komdigi seraya memastikan ruang kelas tetap menjadi oase kesabaran kognitif (cognitive patience). Di dalam oase inilah, melalui interaksi nyata yang menuntut ketekunan proses, akumulasi kecakapan soft skills siswa ditumbuhkan secara organik agar mereka matang dalam berpikir dan berakhlak dalam tindakan.

 DAFTAR PUSTAKA / BAHAN BACAAN

DataReportal. (2024). Digital 2024: Indonesia. Kepios; We Are Social; Meltwater. https://datareportal.com/reports/digital-2024-indonesia

Erikson, E. H. (2025). Identity and the Life Cycle (Reissue Edition). W. W. Norton & Company.

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (2026). Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tunas Digital: Pelindungan Anak di Ruang Siber dan Pembatasan Akses Media Sosial di Bawah Usia 16 Tahun. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2026. Jakarta: Komdigi.

Wolf, M. (2018). Reader, Come Home: The Reading Brain in a Digital World. Harper. (Referensi utama untuk konsep cognitive patience dan fenomena atrofi membaca mendalam akibat budaya instan layar digital).

World Economic Forum. (2023). The Future of Jobs Report 2023. World Economic Forum. https://www.weforum.org/publications/the-future-of-jobs-report-2023/

Tentang Penulis:

Siti Hasanah Muawanah adalah doktor Pendidikan Islam yang menjabar Dekan Fakultas Ilmu Keislaman (FIK) Universitas Islam Raden Rahmat. Beliau adalah penggiat literasi al Quran baik di sekolah umum maupun di madrasah dan lembaga keislaman lainnya.

Aries Musnandar adalah doktor Pendidikan Islam  yang  menjabat Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Raden Rahmat. Pengalaman kerja  20 tahun di dunia usaha dan Industri (DUDI) dan akademisi  hampir 20 tahun. Beliau menaruh perhatian mendalam pada isu transformasi pendidikan dan strategi pengembangan soft skills di dunia pendidikan & DUDI.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

fusilatnews

fusilatnews

Related Posts

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”
Birokrasi

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

May 23, 2026
Benchmark: Ketika Listrik Mati Berjam-jam, Indonesia Masih Berjalan dengan Logika Abad Lalu dan Jepang Berlari ke Masa Depan
Birokrasi

Benchmark: Ketika Listrik Mati Berjam-jam, Indonesia Masih Berjalan dengan Logika Abad Lalu dan Jepang Berlari ke Masa Depan

May 23, 2026
Feature

Dari Mikrofon Bocor, Gelar Profesor Abal-Abal hingga Dugaan Judi Online: Ujian Etika dan Krisis Kepercayaan terhadap Elit Politik

May 23, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati
Komunitas

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

by Karyudi Sutajah Putra
May 21, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.-- Dua puluh delapan tahun pasca-Reformasi 1998, demokrasi Indonesia justru bergerak mundur. Rezim hari ini mempertontonkan wajah kekuasaan...

Read more
Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

Membaca Tanda-tanda Zaman: Prabowo Aman?

May 21, 2026
Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

Pembebasan 9 WNI yang Ditahan Israel Jadi Pertaruhan Prabowo

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tantangan dan Peluang Guru PAI dan Madrasah di Era Digital: Antara Pembatasan Gawai dan Kualitas Pembelajaran

May 23, 2026
Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

May 23, 2026
Benchmark: Ketika Listrik Mati Berjam-jam, Indonesia Masih Berjalan dengan Logika Abad Lalu dan Jepang Berlari ke Masa Depan

Benchmark: Ketika Listrik Mati Berjam-jam, Indonesia Masih Berjalan dengan Logika Abad Lalu dan Jepang Berlari ke Masa Depan

May 23, 2026

Dari Mikrofon Bocor, Gelar Profesor Abal-Abal hingga Dugaan Judi Online: Ujian Etika dan Krisis Kepercayaan terhadap Elit Politik

May 23, 2026
Siapa yang Diprioritaskan Tuhan?

Sholat Cognitive dan Esensinya

May 23, 2026

Siasat Kotak Kosong di Negeri Kaya: Mengapa Mereka Gelisah dengan PP Ekspor Satu Pintu?

May 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tantangan dan Peluang Guru PAI dan Madrasah di Era Digital: Antara Pembatasan Gawai dan Kualitas Pembelajaran

May 23, 2026
Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

Potret Distorsi Kebijakan: Merawat Orang Sakit atau Sekadar “Membaca Buku”

May 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...