• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tapera Jadikan Buruh Sapi Perah, Muljono-Mulyani Menyerah

fusilat by fusilat
June 9, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
Sebagai Ekspresi Penyesalan Menteri Basuki Meminta DPR Rombak Peraturan Tapera
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Karyudi Sutajah Putra

Jakarta, Fusilatnews.– Bandung Bondowoso yang baru itu akhirnya menyerah juga. Bukan menyerah untuk melanjutkan memimpin pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, melainkan menyerah untuk memungut iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), yang kemungkinan hasilnya untuk membiayai pembangunan IKN.

Diberitakan, usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengklaim telah bersepakat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menunda pemungutan iuran Tapera melalui pemotongan gaji buruh/karyawan/pegawai sebesar 3%, sebagaimana yang sudah diputuskan Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Pasal 15 ayat (1) PP 21/2024 mengatur, gaji pekerja dan pekerja mandiri atau “freelance” akan dipotong 3% mulai tahun 2027 untuk iuran Tapera.

Dari 3% tersebut, 2,5% ditanggung oleh pekerja, sementara 0,5% ditanggung oleh pemberi kerja atau pengusaha. Dengan Tapera ini, kaum buruh seolah menjadi sapi perah pemerintah.

Ya, setelah ada penolakan dari buruh atau pekerja dan pengusaha, bahkan sampai ada gelombang demonstrasi, ditambah desakan dari DPR, akhirnya Muljono dan Mulyani menyerah. Keduanya sepakat untuk tidak melakukan pemungutan iuran Tapera mulai tahun 2027 nanti.

Entah sampai kapan penundaan ini. Yang jelas, saat iuran Tapera mulai ditarik 2027 nanti, Muljono dan Mulyani sudah tidak lagi menjadi menteri. Yang jelas pula, presiden terpilih Prabowo Subianto akan melanjutkan pembangunan IKN yang sudah dirintis Jokowi. Pembangunan IKN akan memakan waktu cukup lama, mungkin hingga 25 atau bahkan 45 tahun lagi.

Muljono yang juga Ketua Komite Badan Pengelola (BP) Tapera memang laiknya Bandung Bondowoso yang baru setelah ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita IKN setelah pejabat sebelumnya, Bambang Susantono mengundurkan diri.

Bandung Bondowoso, disebut dalam sebuah legenda, adalah sosok yang membangun Candi Prambanan hanya dalam waktu satu malam. Pembangunan candi Hindu terbesar di Nusantara pada abad ke-9 Masehi ini merupakan syarat yang diajukan Roro Jonggrang kepada Bandung Bondowoso yang hendak menikahinya. Jonggrang minta agar bangunan 1.000 candi (arca) sudah jadi seluruhnya sebelum pagi tiba.

Namun, sebelum fajar menyingsing, Jonggrang melancarkan siasat tipu muslihat agar Bandung Bondowoso gagal menikahinya dengan membunyikan “lesung”, piranti menumbuk padi, dan membakar jerami sehingga cahayanya yang terang-benderang dikira oleh pasukan jin yang membantu Bandung Bondowoso bahwa hari sudah pagi, sehingga mereka pun ketakutan dan kabur meninggalkan candi yang sedang dibangun. Padahal, masih kurang 1 candi (sebagian orang menyebutnya patung atau arca) lagi yang belum dibangun. Maka Bandung Bondowoso pun murka dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca/candi yang ke 1.000.

Bambang Susantono pun laiknya Bandung Bondowoso yang ditargetkan selesai membangun IKN tahap pertama pada Agustus nanti, karena pada tanggal 17 saat peringatan Hari Kemerdekaan RI, Jokowi akan menggelar Upacara Detik-detik Proklamasi di IKN.

Mungkin Bambang tak sanggup memenuhi target yang tinggal dua bulan lagi itu, sehingga bersama wakilnya, Dhony Rahajoe memilih mengundurkan diri. Jokowi kemudian menunjuk Basuki Hadimuljono dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Raja Juli Anthoni sebagai Plt Kepala dan Wakil Kepala IKN Nusantara.

Kini, ketika Mulyono sebagai Ketua Komite BP Tapera, dan Mulyani sudah mengibarkan bendera putih untuk menunda memungut iuran Tapera, lalu apa yang akan dilakukan Mulyono selaku Plt Kepala Otorita IKN?

Bisa jadi, sesuai kecurigaan publik, dana hasil pungutan iuran Tapera itu akan digunakan sementara untuk membiayai pembangunan IKN, sebagaimana publik juga curiga dana haji yang dihimpun dari para calon haji digunakan sementara untuk biaya pembangunan IKN.

Mulyono mengestimasi, selama 10 tahun ke depan iuran Tapera yang terkumpul akan mencapai Rp50 triliun. Tapi ada pengamat yang menduga sampai Rp70 triliun.

Adapun dana haji hingga tahun 2023 kemarin mencapai Rp166,7 triliun.

Selain jadi semacam sapi perah, kaum buruh juga punya kekhawatiran dana Tapera akan diselewengkan, sebagaimana dana haji.

Simak saja temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal Rp567,5 miliar dana Tapera yang belum dikembalikan kepada para pekerja pada 2021.

BPK juga menemukan permasalahan pengadaan barang/jasa oleh BP Tapera selama 2022 hingga semester I 2023.

Temuan tersebut diterbitkan BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan atas Pengelolaan Aset BP Tapera Tahun 2022 sampai dengan Semester I Tahun 2023 bernomor 6/LHP/XVI/01/2024, seperti dilansir sejumlah media.

Laporan tersebut mengungkapkan, BP Tapera merealisasikan Beban Umum dan Administrasi (dengan Pembatasan dari Pemberi Sumber Daya) sebesar Rp10.032.695.209 pada 2022 dan sebesar Rp120.988.907 pada Semester I 2023.

Kalau sudah begini, jangan salahkan bila kaum buruh dan juga pengusaha menolak pemotongan gaji untuk iuran Tapera. Sebab selain jadi semacam sapi perah, mereka sekali lagi juga khawatir dana Tapera disalahgunakan.

Sebab itu, tak salah jika akhirnya Muljono dan Mulyani menyerah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perilaku Bisnis Syariah

Next Post

Kembalinya Rezim Orde Baru

fusilat

fusilat

Related Posts

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Birokrasi

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Next Post
Tanggapan Presiden Jokowi Tentang Rencana PDIP Untuk Beroposisi Lawan Pemerintah

Kembalinya Rezim Orde Baru

*IRIANA DAN GIBRAN DALAM PERMAINAN CATUR JOKOWI*

Jokowi Harus Dinyatakan Melalui TAP MPR RI Sebagai Presiden Cacat Bangsa

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...