• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

TATKALA BULOG JEMPUT GABAH

by
March 26, 2025
in Economy, Feature
0
Bulog Karawang Serap Gabah Petani Meski Capai 136 Persen dari Target
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Dicopotnya Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalimantan Selatan karena dinilai tidak proaktif dalam penyerapan gabah petani, menunjukkan BUMN Plat Merah ini, sedang menghadapi kinerja organisasi yang sedang tidak baik-baik saja. Pencopotan ini juga memberi gambaran kepada kita bahwa Pemerintah memang tidak main-main dalam memerankan Perum Bulog untuk menyerap gabah sebanyak-banyaknya.

Isu yang mengedepan dalam pencopotan orang penting Perum Bulog di Kalimantan Selatan diatas, antara lain “Petani di Sawah, Bulog di Gudang”. Ungkapan yang disampaikan Menteri Pertanian ini, dianggap sebagai faktor penyebab pencopotan Pimwil Bulog tersebut. Mestinya yang terjadi di lapangan adalah “Petani di Sawah, Bulog pum Siap di Sawah”.

Menteri Pertanian sendiri, pasti tidak akan asal mencopot, bila kinerja Pimwil Bulog Kalimantan Selatan ini, sesuai dengan apa yang diharapkan Pemerintah. Langkah Menteri Pertanian “mencopot” Pinwil Perum Bulog Kalimantan Selatan, tentu dilandasi oleh berbagai pertimbangan. Salah satunya, bisa saja karena ada laporan dari petani yang kecewa dengan kinerja Pimwil Perum Bulog itu sendiri.

Kalau betul pernyataan “Petani di Sawah, Bulog di Gudang” menjadi dasar pencopotan tersebut, jelas Pimwil Perum Bulog Kalimantan Selatan ini, belum melaksanakan semangat “Bulig Jemput Gabah Petani”. Artinya, kalau spirit ini ingin diwujudkan, mestinya Bulog selalu berada di sawah selama 24 jam, menunggu hasil panen para petani. Jadi, tidak seharusnya Bulog hanya menanti petani di gudang Bulog.

Target Pemerintah agar musim panen kali ini, Perum Bulog dapat menyerap gabah sebanyak-banyaknya, tentu dapat kita pahami. Pemerintah percaya Perum Bulog akan memberi kinerja terbaiknya dalam mendukung pencapaian swasembada pangan, utamanya beras. Itu sebabnya, Pemerintah pasti kecewa jika dilapangan terekam ada Pimwil Bulog yang bekerja hanya sekedar menunggu hasil panen para petani.

Sejatinya, “Bulog Jemput Gabah” adalah program yang diluncurkan oleh Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) untuk membeli gabah langsung dari petani. Program ini bertujuan untuk membantu petani meningkatkan pendapatan dan mengurangi risiko penjualan gabah. Makna dari Bulog Jemput Gabah adalah sebagai berikut : pertama membantu petani meningkatkan pendapatan dengan membeli gabah langsung dari mereka.

Kedua, mengurangi risiko penjualan gabah bagi petani, karena Bulog membeli gabah langsung dari mereka. Ketiga, membantu meningkatkan kualitas gabah, karena Bulog membeli gabah yang memenuhi standar kualitas tertentu. Dan keempat, mendukung ketahanan pangan nasional, karena Bulog membeli gabah untuk kebutuhan beras nasional.

Atas hal demikian, dapat ditegaskan, Bulog Jemput Gabah adalah program yang membantu petani, mengurangi risiko penjualan gabah, meningkatkan kualitas gabah, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Program ini sangat penting, ketika panen raya padi berlangsung. Saat itulah Perum Bulog perlu turun langsung ke sawah-sawah petani yang tengah panen.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, berdasar pengalaman selama ini, ada beberapa masalah yang butuh penanganan serius dalam program jemput gabah petani. Berikut beberapa masalah yang dihadapi oleh program Bulog Jemput Gabah antara lain,
keterlambatan pembayaran kepada petani dapat menyebabkan kesulitan keuangan bagi petani. Kemudian, harga beli gabah yang rendah dapat menyebabkan petani tidak mendapatkan pendapatan yang layak.

Selanjutnya, kualitas gabah yang rendah dapat menyebabkan Bulog tidak dapat membeli gabah tersebut. Lalu, keterbatasan infrastruktur, seperti jalan dan fasilitas penyimpanan, dapat menyebabkan kesulitan dalam pengangkutan dan penyimpanan gabah. Begitu pun dengan kurangnya transparansi dalam proses pembelian dan pembayaran dapat menyebabkan kesulitan bagi petani untuk memantau status pembayaran mereka.

Selain itu, ketergantungan pada cuaca dapat menyebabkan kesulitan dalam pengangkutan dan penyimpanan gabah. Kemudian, kurangnya partisipasi petani dalam program Bulog Jemput Gabah dapat menyebabkan kesulitan dalam mencapai target pembelian gabah. Tak kalah penting, keterbatasan sumber daya, seperti dana dan tenaga kerja, dapat menyebabkan kesulitan dalam melaksanakan program Bulog Jemput Gabah.

Masalah lain adalah kurangnya koordinasi antara Bulog, petani, dan stakeholders terkait dapat menyebabkan kesulitan dalam melaksanakan program Bulog Jemput Gabah. Last but no least,
ketergantungan pada sistem manual dapat menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan data dan informasi tentang program Bulog Jemput Gabah.

Disodorkan pada persoalan seperti ini, sangat dimintakan adanya langkah cerdas dari penyelenggara Program Bulog Jemput Gabah agar lebih mengena pada tujuan yang diharapkan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menyukseskan program Bulog Jemput Gabah Petani, pertama, meningkatkan koordinasi antara Bulog, petani, dan stakeholders lainnya untuk memastikan keselarasan dan efisiensi dalam pelaksanaan program.

Kedua, mengembangkan sistem informasi yang efektif untuk mengelola data dan informasi tentang program Bulog Jemput Gabah. Ketiga, meningkatkan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas gabah. Keempat,
mengembangkan infrastruktur yang memadai, seperti jalan dan fasilitas penyimpanan, untuk memudahkan pengangkutan dan penyimpanan gabah.

Kelima, meningkatkan transparansi dalam proses pembelian dan pembayaran untuk memastikan kepercayaan petani terhadap program. Keenam, mengembangkan kerja sama dengan stakeholders lainnya, seperti bank dan perusahaan input pertanian, untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas program. Ketujuh,
meningkatkan kualitas gabah melalui penggunaan teknologi dan praktik pertanian yang baik.

Kedelapan, mengembangkan sistem pembayaran yang efektif dan efisien untuk memastikan pembayaran yang tepat waktu kepada petani. Kesembilan,
meningkatkan partisipasi petani dalam program Bulog Jemput Gabah melalui sosialisasi dan promosi yang efektif. Dan kesepuluh, mengembangkan evaluasi dan pemantauan yang efektif untuk memantau kemajuan dan mengidentifikasi masalah yang timbul dalam pelaksanaan program.

Akhirnya penting untuk disampaikan, Bulog Jemput Gabah Petani, dalam kenyataannya, belum semulus yang dibayangkan. Di berbagai daerah, masih muncul problem yang menjelimet dan butuh penanganan lebih seksama. Sedihnya lagi, kasus yang menimpa Pimwil Perum Bulog Kalimantan Selatan karena dianggap kurang pro aktif dalam melakukan penyerapan gabah petani, tentu perlu dijadikan proses pembelajaran kita bersama.

Ke depan, jangan lagi ada Pimwil-Pimwil Bulog lain yang dicopot jabatannya. Bukankah bangsa ini memiliki budaya adiluhung ? Mari kembangkan nilai-nilai kehidupan “silih asah, silih asih, silih asih dan silih wawangi”. Semoga jadi percik permenungan kita bersama. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bagaimana Israel Mengubah Struktur Demografi di Gaza Melalui Genocida?

Next Post

KORUPSI DISEBABKAN SISTEM POLITIK KEPARTAIAN

Related Posts

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo
Feature

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)
Feature

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang
Feature

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Next Post
Muhaimin Iskandar Uber Alles

KORUPSI DISEBABKAN SISTEM POLITIK KEPARTAIAN

PSN PIK 2 Terindikasi Dugaan Korupsi

KPK Seharusnya Menjatuhkan Sanksi Bagi Pejabat / Penyelenggara Negara Tidak Melapor LHKPN

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia
News

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

by fusilat
April 17, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Awal minggu ini beredar sejumlah laporan media internasional yang mengungkap adanya upaya Amerika Serikat (AS) untuk memperoleh akses...

Read more
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

April 15, 2026
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026
Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

Gelombang Migrasi Politik ke PSI Menguat, NasDem Terkikis—Isu Merger dengan Gerindra Mencuat

April 18, 2026
Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

Ketika Kritik Dipidanakan, Demokrasi Sedang Diuji (dengan Kasus Ubedilah dan Saiful Mujani)

April 18, 2026
Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

Rismon Sianipar: Ketika “Ilmiah” Menjadi Senjata, Lalu Berbalik Menjadi Bumerang

April 17, 2026
Pilkada Jakarta Selesai, Inisial S atau Kaesang?

PSI Klaim ‘Borong’ Kader NasDem, Nama-nama Disimpan: Manuver Senyap atau Sinyal Perang Politik?

April 17, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

April 18, 2026
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Pemerintah Terapkan Skema Baru

April 18, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...