Morowali – Fusilatnews – Tawuran terjadi di PT PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Kabupaten Morowali Utara, Sulteng, Sabtu (14/1) malam, melibatkan pekerja lokal dan asing. Mengakibatkan 2 pekerja lokal dan 1 pekerja asing.
Diduga tawuran dipicu oleh dua kelompok antara kelompok pekerjs lokal melawan kelompok pekerja asing. Masih tidak jelas apa yang menjadi pemicunya apakah terkait pekerjaan ataukah diluar yang tak ada kaitannya dengan pekerjaan.
Masih belum jelas pihak mana yang melakukan serangan lebih dulu dan tidak jelas mengapa ada mobilisasi massa kaum pekerja dari dua kelompok itu, bagaimana massa dimobilisasi dan siapa yang melakukan mobilisasi semua tidak jelas.Diawali dengan demo serikat buruh di dua lokasi yakni di pos 4 dan pos 5 kantor PT GNI. Mereka demo dengan membawa delapan tuntutan. Pihak PT GNI menyetujui tujuh tuntutan dari delapan tuntutan aksi.
Jumat (13/1)
-Pukul 06.00 Wita
Serikat buruh demo di dua lokasi yakni di pos 4 dan pos 5 kantor PT GNI. Mereka demo dengan membawa delapan tuntutan. Pihak PT GNI menyetujui tujuh tuntutan dari delapan tuntutan aksi.
Sabtu (14/1)
-Pukul 19.40 Wita
Sebanyak 500 massa masuk ke pos 4 PT GNI. Mereka merusak dengan melempari pos area jalan masuk.
-Pukul 20.15 Wita
Massa berhasil masuk ke mes karyawan melakukan pembakaran.
-Pukul 20.30 Wita
Aparat TNI-Polri datang dan berhasil memukul mundur massa.
-Pukul 20.50 Wita
Bentrok terjadi di area smelter 1 PT GNI dipicu adanya mogok kerja oleh pekerja dump truk.
Dalam bentrokan tersebut, sebanyak tiga pekerja meninggal. 1 TKA dan 2 pekerja lokal.
-Pukul 21.10 Wita
Pekerja yang bentrok berhasil dilerai dan dipukul mundur.
-Pukul 22.00 Wita
Sekitar 500 massa karyawan PT GNI melakukan pembakaran mess karyawan, 5 unit mobil loader dan 4 unit kendaraan roda 12 mobile crane juga dibakar.
-Pukul 23.50 Wita
Massa sempat bergeser ke mess PLTU tapi berhasil dihalau petugas gabungan TNI-Polri
Minggu (15/1)
-Pukul 02.00 Wita
Massa pekerja PT GNI membubarkan diri.
Berikut ini kronologi tawuran dua kelompok pekerja didalam PT GNI
Sampai Ahad malam ini belum ada penjelasan dari pihak kepolisian maupun dari pihak perusahaan. Fakta sebelum terjadi tawur terjadi pemogokan dan tuntutan dari kelompok pekerja lokal kepada perusahaan


























