Jakarta – Begitu tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (20/8/2/25) malam, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel langsung “dibuang” oleh partainya, dan juga oleh Presiden Prabowo Subianto dari Kabinet Merah Putih.
Noel ditangkap KPK terkait dugaan pemerasan kepada perusahaan-perusahaa dalam pengurusan sertifikasi K3 (keselamatan dan kesehatan kerja).
Noel adalah Ketua Jokowi Mania, organ relawan yang mendukung Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Noel kemudian menjadi Ketua Prabowo Mania 08 di Pilpres 2024.
Di Pemilu 2024 itu pula Noel maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Gerindra di daerah pemilihan Kalimantan Utara.
Akan tetapi, Wakil Ketua Umum yang juga Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad ketika ditanya ihwal status Noel apakah sebagai kader Gerindra atau bukan, Wakil Ketua DPR itu tak menjawab gamblang. Ia mengaku mau mengecek dulu.
Artinya, begitu Noel tertangkap KPK, Gerindra hendak cuci tangan atau lepas tangan. Jika nanti ia menjadi tersangka, maka hal itu menjadi tanggung jawab pribadi Noel. Partai tidak ikut-ikutan. Apalagi memberikan bantuan hukum.
Sikap Prabowo pun setali tiga uang. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan Prabowo mempersilakan KPK memproses hukum Noel sebagaimana mestinya.
Ihwal apakah Noel akan didepak dari Kabinet Merah Putih, Pras yang juga Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu menyatakan sedang menunggu keputusan KPK. Jika Noel jadi tersangka maka secepatnya akan dicarikan penggantinya, apakah sebagai Pelaksana Tugas ataukah Wakil Menteri Ketenagakerjaan ad interim.
Prabowo pun diyakini tak mau memberikan bantuan hukum buat Noel. Bahkan pasti akan lepas tangan dan cuci tangan jika nanti Noel jadi tersangka.
Dengan kata lain, Partai Gerindra, Prabowo dan Kabinet Merah Putih tak mau terkena abu panas gegara kasus Noel. Jika nanti jadi tersangka, niscaya itu menjadi tanggung jawab mutlak Noel seorang diri.
Ihwal apakah Noel akan jadi tersangka atau tidak, sepertinya sudah dapat dipastikan akan menjadi tersangka. Apalagi KPK sudah melakukan penyitaan puluhan kendaraan mewah milik aktivis relawan itu.
Dan, Noel sepertinya akan benar-benar terbuang dari Gerindra dan Kabinet Merah Putih, bahkan dari episentrum kekuasaan. Ia akan kembali menjadi orang jalanan.
Itulah politik. Tak ada kawan atau lawan abadi. Yang abadi kepentingan.
Gerindra dan Prabowo tak mau ambil risiko citranya dalam pemberantasan korupsi tergerus gegara Noel.


























