Jakarta – Fusilatnews – Kementerian Komdigi telah memecat sepuluh pegawai yang ditangkap karena terlibat dalam praktik judi online.
“Sepuluh sudah diberhentikan,” ujar Menteri Komdigi, Meutya Hafid, kepada wartawan di kantornya, Kamis (14/11/2024).
Ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus ini dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.
Peran 10 pegawai Kementerian Komdigi Sebelumnya,
Kementerian Komdigi seharusnya memiliki kewenangan untuk memblokir situs judi online,
namun beberapa pegawainya justru memanfaatkan wewenang tersebut untuk meraup keuntungan pribadi.
Mereka diketahui melindungi ribuan situs judi online dari sebuah kantor satelit yang berlokasi di Jakasetia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Sejauh ini, polisi telah melakukan penggeledahan di kantor satelit tersebut serta di Kementerian Komdigi pada Jumat (1/11/2024).
Penggeledahan juga dilakukan di dua tempat penukaran uang (money changer).
Kantor satelit yang dikendalikan oleh tersangka berinisial AK, AJ, dan A, melindungi sejumlah situs judi online yang telah menyetor uang setiap dua minggu sekali.
Menteri Meutya Hafid Minta Maaf
Dalam kunjungan kerja terkait pencegahan dan penanganan judi online di Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, pada Selasa (12/11/2024),
Ia berjanji akan membenahi sumber daya manusia (SDM) di Komdigi agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.
Meutya juga mengajak para ibu rumah tangga untuk memantau potensi judi online dalam lingkup keluarga mereka.
Meutya juga mengajak para ibu rumah tangga untuk memantau potensi judi online dalam lingkup keluarga mereka.
Makanya saya minta ibu-ibu, alat saja itu secanggih apa pun sebersih apa pun, alat pengawasan tidak akan cukup. Karena kami enggak bisa menjangkau rumah-rumah tangga,” ujarnya.
Ibu rumah tangga ini paling banyak merasakan, suaminya terpapar judi online, mereka merasakan (beli) susu anaknya enggak cukup (uang), makanan enggak cukup,” sambungny


























