Jakarta-FusilatNews – Pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) oleh Panitia Kerja (Panja) berlangsung di Hotel Fairmont pada akhir pekan lalu. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh fraksi DPR untuk memastikan keputusan yang diambil mencerminkan suara rakyat.
Namun, pertemuan ini diwarnai insiden ketika sejumlah aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menerobos masuk ke ruang rapat. Staf Khusus Menteri Pertahanan Deddy Corbuzier menilai tindakan tersebut sebagai ilegal dan anarkis.
“Gangguan yang terjadi sudah mengarah pada tindak kekerasan anarkis,” kata Deddy dalam keterangan video yang beredar pada Ahad (16/3/2024).
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum tetapi juga mengancam proses demokrasi. “Ilegal, melanggar hukum, dan mengancam sebuah proses demokrasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deddy menekankan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemenhan) selalu menghargai kritik dan masukan dari berbagai pihak. Namun, ia menilai insiden yang terjadi bukanlah bentuk kritik yang membangun, melainkan tindakan yang melanggar hukum.
Mengenai substansi pembahasan, Deddy menegaskan bahwa rapat tersebut bersifat resmi dan konstitusional. Ia juga membantah isu bahwa RUU ini menghidupkan kembali dwifungsi TNI. “Menhan telah berkali-kali menegaskan bahwa dwifungsi TNI sudah dikubur sejak lama. Bahkan jasadnya pun sudah tidak ada,” kata Deddy.
Di sisi lain, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menyampaikan penolakan terhadap pembahasan tertutup RUU TNI. Mereka menilai kurangnya transparansi dalam proses ini sebagai indikasi rendahnya komitmen terhadap partisipasi publik.
“Pembahasan ini tidak sesuai karena diadakan secara tertutup. Kami menuntut agar pembahasan RUU TNI ini dihentikan,” ujar Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang turut serta dalam aksi menerobos ruang rapat.
Tiga perwakilan koalisi yang melakukan aksi tersebut sempat menyerukan penghentian rapat sebelum akhirnya diamankan oleh pihak keamanan dan dikeluarkan dari ruangan.





















