“Statement yang disampaikan Bu Mega itu adalah statement kegelisahan sebagai orang tua, kegelisahan sebagai partai pengusung yang kebetulan sebetulnya berharap supaya Pak Jokowi itu dijadikan alat partai politik dan petugas partai politik tertentu,” kata Sekretaris TKN, Nusron Wahid .
Jakarta – Fusilatnews – Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka membantah pernyataan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyatakan penguasa sekarang mau bertindak seperti penguasa era Orde Baru (Orba) TKN menilai, kepemimpinan Presiden Jokowi sama sekali tidak menyerupai rezim Orde Baru.
“Kalau ada Orde Baru, ada kritik seperti dilakukan oleh bu Mega sudah ditangkap itu. Tapi hari ini yang terjadi enggak,” kata politikus Golkar itu
Bahkan, orang-orang yang sudah terbukti menghina Presiden Jokowi saja dibiarkan dan tidak ditangkap. Karena itu, Nusron menilai pemerintahan yang dipimpin Jokowi sudah sesuai dengan semangat reformasi 1998.
Selain itu, ciri-ciri rezim Orde Baru adalah jumlah partai politik dibatasi hanya tiga. Adapun sekarang terdapat 18 partai politik peserta Pemilu 2024.
Maka dari itu kesimpulan Nusron pernyataan Megawati itu jelas tidak terbukti. pernyataan tersebut hanya ilusinasi dari sosok orang tua yang sedang gelisah.
Megawati diyakini sedang gusar karena gagal menjadikan Presiden Jokowi petugas partai yang tunduk atas semua keinginan PDIP.
“Statement yang disampaikan Bu Mega itu adalah statement kegelisahan sebagai orang tua, kegelisahan sebagai partai pengusung yang kebetulan sebetulnya berharap supaya Pak Jokowi itu dijadikan alat partai politik dan petugas partai politik tertentu,” kata Nusron.
Tetapi, Pak Jokowi lebih memilih menjadi petugas negara dan petugas rakyat daripada menjadi petugas partai politik,” ujar anggota DPR RI itu menambahkan.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri berpidato dengan berapi-api dalam Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023). Dia menegaskan kalau tak menginginkan masa seperti Orde Baru kembali, yakni masa ketika penguasa melanggengkan kekuasaan segelintir kelompok.
Megawati memperingati para “bapak-bapak” untuk tidak bertindak seperti penguasa era Orba. “Mestinya Ibu nggak boleh ngomong gitu, tapi Ibu jengkel, karena republik ini penuh pengorbanan tahu tidak. Kenapa sekarang kalian yang baru berkuasa itu mau bertindak seperti waktu zaman Orde Baru?” ujar Megawati.

























