Jayapura – Fusilatnews – Tentara Nasional Indonesia ( TNI) dengan tegas menolak tuduhan menjadikan guru dan tenaga kesehatan menjadi agen mata – mata untuk kepentingan operasi. miter TNI
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Candra Kurniawan menepis klaim dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) bahwa pembunuhan guru dan tenaga kesehatan di Papua dengan alasan para korban tersebut sebagai anggota/agen intelijen Militer.
Candra memastikan mereka semua bukan agen militer. Candra bahkan menantang agar klaim OPM itu dikonfirmasi lagi kebenarannya.
“Semua korban kebiadaban dari gerombolan OPM penjahat kemanusiaan itu korbannya jelas adalah guru dan tenaga kesehatan, bukan anggota atau agen militer.
Candra menyebut OPM hanya mencari alasan saja dalam membunuh WNI. Candra merasa pola-pola semacam itu sudah diketahui publik.
Tahun
Candra mengungkapkan OPM membunuh masyarakat dan kemudian mencari-cari alasan pembenaran dengan menuduh para korban sebagai anggota atau agen intelijen Militer.
“Pantas saja masyarakat luas selalu mengutuk dan menyebut gerombolan OPM sebagai penjahat kemanusiaan, pelanggar HAM berat,” ujar Candra.
Atas kejadian itu, Candra mensinyalkan tentara tak akan tinggal diam dengan mengambil tindakan terhadap OPM.
“OPM harus bertanggungjawab aksi biadabnya. Aparat keamanan akan bertindak tegas,” ucap Candra.
Sebelumnya, Sayap bersenjata OPM Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) bertanggungjawab atas tewasnya enam guru dan tenaga kesehatan di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (21/3/2025).
Sebby menuding para korban guru dan tenaga kesehatan tersebut sebagai mata-mata militer Indonesia. Ia menegaskan, TPNPB-OPM tak akan membiarkan aksi mata-mata yang menyaru sebagai guru maupun tim medis. Rizky Surya.
























