• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

TNI–Polri: Pelindung Negara dan Rakyat, atau Penjaga Kepentingan Modal?

fusilat by fusilat
January 6, 2026
in Birokrasi, Feature
0
TNI–Polri: Pelindung Negara dan Rakyat, atau Penjaga Kepentingan Modal?
Share on FacebookShare on Twitter

Dua dekade lebih pasca-Reformasi, klaim tentang profesionalisme dan netralitas TNI–Polri kembali diuji oleh kenyataan pahit di lapangan. Alih-alih tampil sebagai pelindung kedaulatan negara dan pengayom warga, aparat keamanan justru kian sering terlihat berdiri di garda terdepan sebagai benteng kepentingan modal. Dari hutan yang gundul di pedalaman hingga proyek-proyek mewah di pesisir Jakarta, fenomena yang kerap disebut sebagai “centeng negara” ini bukanlah kebetulan semata, melainkan manifestasi lama warisan Orde Baru yang kini bersemi kembali dalam balutan ekonomi politik modern.

Transformasi peran tersebut paling nyata terlihat dalam tiga sektor krusial yang selama ini dikenal sebagai ladang basah militerisme ekonomi: kehutanan dan sawit, pertambangan, serta Proyek Strategis Nasional (PSN).

1. Deforestasi: Sawit dan Pembalakan di Bawah Laras Panjang

Hutan Indonesia bukan hanya paru-paru dunia, melainkan juga arena konflik agraria yang kerap ditentukan oleh kehadiran moncong senjata. Dalam sektor kelapa sawit, aparat keamanan acap kali tidak berhenti pada fungsi menjaga ketertiban, melainkan menjelma instrumen represi terhadap masyarakat adat dan warga lokal yang mempertahankan tanah ulayatnya.

Pola ini merupakan replikasi nyaris sempurna dari praktik Orde Baru: perusahaan memperoleh konsesi dari pusat, lalu aparat hadir untuk memastikan “kelancaran” pembukaan lahan—sebuah eufemisme bagi deforestasi masif. Berbagai laporan konflik agraria menunjukkan bahwa kehadiran personel bersenjata di area pembalakan atau perkebunan sawit menciptakan efek gentar yang sistematis. Negara, melalui aparatnya, seolah menghalalkan perusakan lingkungan demi akumulasi profit, sembari melabeli perlawanan warga sebagai ancaman terhadap pembangunan.

2. Bisnis Tambang: Pengerukan Berpagar Baja

Sektor pertambangan—dari nikel hingga emas—menyuguhkan potret paling telanjang dari komodifikasi keamanan. Dengan dalih penetapan Objek Vital Nasional (Obvitnas), perusahaan tambang memperoleh legitimasi untuk “menyewa” kekuatan negara demi memproteksi wilayah operasional mereka.

Di titik inilah fungsi TNI–Polri mengalami pergeseran serius: dari aparat negara menjadi petugas keamanan korporasi. Ketika terjadi sengketa lahan, pencemaran lingkungan, atau protes warga, aparat kerap tampil sebagai mediator yang berpihak, bahkan tidak jarang menjadi pelaku kekerasan langsung. Situasi ini semakin keruh dengan maraknya isu “beking” aparat dalam tambang ilegal, di mana laras panjang berfungsi sebagai jaminan bahwa pengerukan kekayaan alam dapat berlangsung tanpa sentuhan hukum. Tambang pun tak lagi berbicara soal kedaulatan energi atau kesejahteraan rakyat, melainkan soal siapa yang memiliki akses terkuat terhadap alat kekerasan negara.

3. PSN dan PIK: Simbiosis Oligarki–Militer di Pesisir

Puncak dari fenomena ini terlihat dalam keterlibatan aparat—aktif maupun purnawirawan—dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Kasus Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 dan 2 menjadi ilustrasi paling terang tentang kaburnya batas antara penguasa, pengusaha, dan pengaman.

Penempatan purnawirawan jenderal di posisi komisaris atau manajemen puncak perusahaan pengembang besar tidak bisa dibaca sekadar sebagai upaya “pemberdayaan” pensiunan. Ia merupakan strategi kalkulatif untuk membeli pengaruh dan jaminan keamanan. Dengan figur militer di pucuk pimpinan, korporasi memperoleh akses istimewa ke jaringan kekuasaan sekaligus perlindungan psikologis dari kritik publik dan gugatan warga.

PIK pun menjelma simbol karpet merah negara bagi pengembang raksasa. Pengamanan proyek-proyek elit ini sering kali melibatkan personel aparat maupun organisasi-organisasi sipil bentukan atau beririsan dengan struktur keamanan, menciptakan semacam “negara dalam negara” yang kebal dari kontrol sipil dan kritik demokratis.

Mengakhiri Normalisasi “Centeng Negara”

Fenomena aparat sebagai centeng di sektor sawit, tambang, dan PSN menunjukkan bahwa roh Orde Baru sesungguhnya tidak pernah mati. Ia hanya berganti rupa—bertransformasi dari seragam represif menjadi manajer keamanan korporasi yang rapi dan legalistik.

Jika TNI–Polri terus dibiarkan berfungsi sebagai pelindung modal besar, maka cita-cita Reformasi untuk menempatkan militer kembali ke barak dan menjamin supremasi sipil akan selamanya tinggal utopia. Negara harus berhenti menjual wibawa dan kekuatan aparatnya kepada pemodal. Tanpa evaluasi total dan keberanian politik untuk memutus keterlibatan aparat dalam sektor-sektor ekonomi yang sarat konflik, pembangunan Indonesia akan terus berdiri di atas rasa takut warga—dan di bawah bayang-bayang laras panjang yang seharusnya tak pernah berada di sana.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menghadang Kembali ke UUD 1945 Awal: Membongkar Mitos Sakralitas dan Ancaman Otoritarianisme

Next Post

Bentrol Yuridis Antara Keputusan MK dan KUHP Yg Baru (Menguji Batas Negara, Moral, dan Kebebasan Warga)

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Paslon 02 Kalah: Kekuatan dan Ketidakpastian Putusan MK dengan 8 Hakim

Bentrol Yuridis Antara Keputusan MK dan KUHP Yg Baru (Menguji Batas Negara, Moral, dan Kebebasan Warga)

FISIP UNISMA Bekasi/UM.ID–BKPSDM Gelar Seminar Peningkatan SDM dan Sosialisasi Program S2 Ilmu Pemerintahan

FISIP UNISMA Bekasi/UM.ID–BKPSDM Gelar Seminar Peningkatan SDM dan Sosialisasi Program S2 Ilmu Pemerintahan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...