• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

TPUA Ikon Perlawanan Umat Dibubarkan: Apakah Setop Melawan Segala Kezaliman?

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
February 20, 2026
in Feature, Komunitas
0
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Publik di tanah air, bahkan masyarakat internasional, tentu tidak asing dengan fakta bahwa selama satu dekade terakhir—hingga pasca suksesi kekuasaan—Indonesia menyaksikan perlawanan keras dari kelompok masyarakat oposisi terhadap apa yang mereka anggap sebagai Orde Jokowi. Perlawanan ini tidak berhenti hanya karena pergantian presiden, sebab realitas kekuasaan dinilai masih berlanjut melalui penanaman kroni-kroni istimewa dalam tubuh kabinet Merah Putih.

Dalam konteks inilah, TPUA (Tim Pembela Ulama dan Aktivis) hadir sebagai simbol perlawanan umat. TPUA merupakan fase transisi dari perjuangan besar umat Islam sejak 2016, yang bermula dari perlawanan terhadap penistaan agama oleh Ahok melalui GNPF MUI di bawah kepemimpinan Ustaz Bachtiar Nasir. Gerakan itu kemudian bertransformasi menjadi GNPF Ulama yang dikomandoi Ustaz Yusuf Martak, sebelum meredup dan digantikan oleh kehadiran TPUA.

TPUA digawangi oleh Dr. Eggi Sudjana—seorang figur yang dalam dinamika perjuangan berperan ganda: sebagai penjaga gawang sekaligus penyerang, bahkan kapten lapangan. Sosok Eggi Sudjana ibarat René Higuita, eks kiper legendaris Kolombia yang tak hanya bertahan, tetapi juga menyerang dengan penuh risiko. Ia bukan sekadar simbol, melainkan aktor utama perlawanan hukum dan politik.

Melalui TPUA, perlawanan terhadap dugaan kezaliman aparatur negara dijalankan secara terbuka dan sistematis. Aksi demonstrasi, langkah-langkah hukum, litigasi strategis, pelaporan ke lembaga penegak hukum, hingga pengujian ke Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, dan Komisi Yudisial menjadi bagian dari ikhtiar tersebut. Bahkan, terhadap figur publik dan artis yang dinilai arogan atau melanggar nilai moral publik, TPUA ikut berpartisipasi dalam jalur ajudikatif.

Ketika kemudian TPUA diumumkan dibekukan atau dibubarkan, euforia sempat muncul di berbagai pihak. Ada yang bersorak karena merasa perjuangan umat telah tamat. Ada pula yang gembira karena “menumpang nama” TPUA. Sebaliknya, para penghujat TPUA, Eggi Sudjana, dan penulis tentu berharap inilah akhir dari perlawanan.

Namun, kenyataan berbicara sebaliknya.

Hanya berselang tiga hari pasca pembekuan TPUA (15 Februari 2026), publik kembali dikejutkan. Pada 18 Februari 2026, Dr. Eggi Sudjana tampil eksis dan ofensif, mengumumkan secara terbuka di Mabes Polri bahwa dirinya menjadi salah satu Pembina KORLABI (Komando Koordinator Pelaporan Bela Islam). Organisasi ini dipimpin langsung oleh penulis, dengan manuver awal yang nyata dan lantang.

KORLABI segera mengaktifkan kembali agenda perjuangan: mengejar pertanggungjawaban hukum terhadap tokoh komika Panji atas laporan sebelumnya yang diajukan melalui Wakil Ketua KORLABI, Ustaz Novel Bamukmin. Lebih jauh, Eggi Sudjana juga menyerukan sikap politik internasional: mendesak Presiden RI Prabowo Subianto agar mencabut dukungan terhadap Donald Trump dan sebaliknya memberikan dukungan penuh kepada Palestina—negara yang secara historis menjadi pendukung awal kemerdekaan Indonesia pada 1945. Bahkan, disampaikan kesiapan menggalang milisi sukarelawan untuk berjuang langsung di Palestina apabila Presiden RI ke-8 memberikan restu.

Maka, sangat keliru jika ada yang beranggapan bahwa dibubarkannya TPUA berarti matinya perlawanan umat Islam di Indonesia. Sejarah perjuangan umat selalu membuktikan satu hal: gerakan boleh dibubarkan, organisasi bisa dibekukan, tetapi ide, kesadaran, dan spirit perlawanan tidak pernah bisa dimatikan.

Tokoh utama di balik TPUA, KORLABI, GNPF Ulama, API, dan berbagai organisasi perjuangan umat lainnya sejatinya berpijak pada satu sumber moral dan ideologis yang sama: Imam Besar Habib Rizieq Shihab, Lc., MA., Ph.D. Seorang figur sentral perlawanan terhadap kolonialisme modern, dominasi RRC, zionisme Israel, dan seluruh kebijakan politik yang dianggap menindas kedaulatan umat dan bangsa.

Karena itu, hentikan euforia prematur. Jangan pernah berharap bahwa perlawanan umat akan senyap hanya karena satu wadah dibubarkan.

Sejarah telah memberi pelajaran yang tegas:
mati satu, akan tumbuh seribu pengganti.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PARASTATAL ATAU OPERATOR? BULOG DI PERSIMPANGAN KEKUASAAN DAN PANGAN RAKYAT

Next Post

Soal PBB: Tanah yang Lebih Tua dari Negara

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Membedah Akar Filosofis Pendidikan Islam: Menepis Dikotomi, Membangun Integrasi

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!
Feature

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026
Feature

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Next Post
Soal PBB: Tanah yang Lebih Tua dari Negara

Soal PBB: Tanah yang Lebih Tua dari Negara

NEGARA BUNTUNG, OLIGARKI UNTUNG

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Membedah Akar Filosofis Pendidikan Islam: Menepis Dikotomi, Membangun Integrasi

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Membedah Akar Filosofis Pendidikan Islam: Menepis Dikotomi, Membangun Integrasi

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...