• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Tragedi di Gurun Jumum: Nyawa yang Gugur di Balik Visa Nonprosedural

fusilat by fusilat
June 5, 2025
in Feature, Spiritual
0
Tragedi di Gurun Jumum: Nyawa yang Gugur di Balik Visa Nonprosedural
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Ketika matahari mencakar langit Jazirah Arab, menyengat gurun-gurun gersang yang membentang tanpa ampun, seorang warga negara Indonesia bernama SM meregang nyawa dalam sepi dan dehidrasi. Ia tak sedang menunaikan ibadah haji secara resmi. Ia, bersama dua rekannya, nekat menembus panasnya gurun untuk mengejar bait suci Makkah dengan cara yang dilarang—nonprosedural, tak berbekal visa haji yang sah. Tragedi ini bukan hanya soal pelanggaran aturan imigrasi, tapi tentang manusia-manusia yang tertinggal dalam sistem perhajian yang semakin eksklusif dan mahal.

Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, dalam pernyataan videonya kepada wartawan pada Minggu, 1 Juni 2025, mengungkap bahwa SM ditemukan tak bernyawa di wilayah Jumum, Makkah, dua hari sebelumnya. Ia tak sendiri dalam perjalanannya. Bersama J dan S, dua WNI lainnya, mereka menyusuri gurun setelah sebelumnya terjaring razia otoritas Saudi dan diperintahkan kembali ke Jeddah. Namun keinginan spiritual untuk menjejakkan kaki di Tanah Haram membuat mereka kembali mencoba—kali ini lewat jalur tak lazim: padang tandus.

Mereka menyewa taksi lokal. Tapi ketika patroli polisi kembali melintas, sopir taksi menyerah. Ia menurunkan ketiganya di tengah gurun, menjauhkan diri dari potensi hukuman. SM tak pernah sampai di Makkah. Tubuhnya ditemukan kaku, kehabisan cairan, ditinggalkan oleh takdir di antara pasir dan batu. Dua rekannya ditemukan selamat namun lemas. Mereka kini dirawat di rumah sakit, sementara jenazah SM masih menunggu proses visum di rumah sakit forensik.


Cerita SM bukan kisah pertama, dan bisa jadi bukan yang terakhir. Ia mungkin bukan korban tunggal dari sistem yang memberatkan, yang membuat jutaan Muslim bermimpi tapi tak mampu menunaikan ibadah haji dengan jalan resmi. Biaya yang terus melambung, kuota yang terbatas, dan sistem visa yang ketat membuat banyak orang mencari celah, termasuk melalui jalur tak sah yang berbahaya.

Bagi sebagian orang, Tanah Suci bukan sekadar tujuan spiritual, melainkan harga diri religius yang dipertaruhkan. Di kampung-kampung, seorang jemaah haji adalah simbol keberhasilan hidup. Gelar ‘Haji’ menjadi kebanggaan keluarga. Maka tak heran jika sebagian memaksakan diri—melawan hukum negara orang lain—demi satu niat suci. Tetapi niat baik yang dibungkus dengan cara buruk selalu punya harga mahal, seperti yang dialami SM.

Pemerintah Indonesia, melalui KJRI Jeddah, mengaku telah menghubungi keluarga korban dan menyampaikan duka cita. Bantuan untuk proses pemulasaran dan pemulangan jenazah disiapkan, sesuai keinginan keluarga. Namun di balik itu, imbauan pun ditegaskan kembali—melalui jalur resmi, dengan visa yang valid, dan mendaftar melalui aplikasi Nusuk.


Namun pertanyaannya lebih dalam daripada sekadar kepatuhan terhadap prosedur. Tragedi ini seharusnya menjadi alarm bagi otoritas, baik Indonesia maupun Arab Saudi, untuk lebih terbuka soal akar masalah: mengapa masih banyak warga yang mencari jalur haji nonprosedural? Apakah semata karena kecerobohan? Atau karena sistem yang membatasi dan hanya berpihak pada mereka yang berduit?

Ironi kian kentara ketika niat suci berbalas tragedi. SM bukan kriminal. Ia bukan penyelundup, bukan perusuh. Ia hanya seorang Muslim yang terlalu ingin menunaikan rukun Islam kelima, hingga rela mengorbankan keselamatan diri di padang kematian.

Maka, ketika kita melihat daftar jemaah haji yang sah tengah bersiap menjalani wukuf di Arafah, mari kita ingat satu nama yang tak sempat sampai: SM. Seorang peziarah sunyi yang tak sempat mengucap talbiyah di hadapan Ka’bah, tapi meninggal dalam perjalanannya menuju harap.

Dalam padang pasir Jumum, bukan hanya nyawa yang terbuang, tapi juga pertanyaan yang belum dijawab: untuk siapa sebenarnya Tanah Suci itu terbuka?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tamat SD Saja Dianggap Tahu Hukum, Lantas Apa Alasan Jokowi Laporkan Warga yang Minta Transparansi Ijazah?

Next Post

Mungkinkah? Kecerdasan Lebih Banyak Diturunkan dari Ibu — dan Marilyn Monroe Punya IQ 165?

fusilat

fusilat

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Mungkinkah? Kecerdasan Lebih Banyak Diturunkan dari Ibu — dan Marilyn Monroe Punya IQ 165?

Mungkinkah? Kecerdasan Lebih Banyak Diturunkan dari Ibu — dan Marilyn Monroe Punya IQ 165?

Dalih Sosok Manusia Pendusta; “Tidak Wajib Memperlihatkan Ijazahnya”

Kuda Mati Bernama Ijazah: Membaca Sikap Jokowi dari Teori Dead Horse

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist