• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Tsunami Moral Akademisi

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 7, 2022
in News
0
Islam dan Spirit Kesetaraan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Waode Nurmuhaemin

Jakarta – Dalam bukunya yang berjudul Pengkhianatan Kaum Cendekiawan, intelektual Prancis Julian Benda mengatakan bahwa tugas utama cendekiawan adalah menjaga moral. Belum lama berselang kita dipertontonkan jual beli kursi di kampus negeri oleh seorang rektor yang kemudian digelandang KPK dengan berbaju oranye, dan kejadian itu cukup menyentak publik.

Menyusul, di media-media mainstream dunia pendidikan kembali dihebohkan oleh mundurnya tujuh orang guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) salah satu universitas di Indonesia Timur. Surat guru besar yang mundur itu kemudian viral di media sosial. Di sana secara gamblang diuraikan poin-poin mengapa mereka tidak mau lagi mengajar di Program Doktor FEB kampus tersebut. Apa pasal?

Dekan Ekonomi FEB kampus itu memaksa salah seorang guru besar untuk meluluskan seorang mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen yang tidak bisa lulus karena kehadiran sang mahasiswa tersebut nol. Sang guru besar bertahan untuk tidak meluluskan, dan kemudian sang dekan mati-matian berusaha agar si mahasiswa yang tidak pernah masuk tanpa keterangan tersebut diluluskan.

Tentu saja sebagai guru besar yang punya nurani dan akal sehat menolak mentah-mentah, apalagi mahasiswa itu tidak pernah sekalipun beriktikad baik untuk sekadar mengabari alasan keidakhadirannya, baik melalui Whatsapp atau media lain, padahal perkuliahan berlangsung online. Apakah masalahnya selesai sampai intervensi pemberian nilai? Justru hal itulah yang menjadi pemicu masalah ini menjadi berlarut-larut; guru besar yang tidak mau meluluskan mahasiswa “istimewa” yang dibela habis-habisan oleh dekan itu tidak diberikan mata kuliah untuk mengajar, padahal dia sangat pakar di bidangnya.

Kemudian beberapa guru besar yang lain turut mundur untuk memberikan dukungan moral. Menurut para guru besar itu, masalah ini adalah hal puncak dari gunung es akumulasi masalah-masalah lain yang juga terjadi. Kabar terakhir, masalah ini akan diselesaikan pada rapat senat, dan rektor kampus itu pun pun membuat klarifikasi bahwa sudah dibentuk tim investigasi.

Kepercayaan Masyarakat

Universitas adalah sebuah lembaga pendidikan tertinggi di semua negara. Dalam tata kelolanya ada bermacam-macam jenjang yang diselenggarakan mulai dari program Diploma sampai S3 atau Doktor. Kepercayaan masyarakat sedikit demi sedikit tergerus dengan berbagai kasus-kasus yang melibatkan akademisi perguruan tinggi.

Besar harapan masyarakat institusi pendidikan paling tinggi ini tidak usah mempertontonkan perilaku tidak bermoral atau tidak etis. Orang bergelar di mata masyarakat memang masih menjadi panutan. Dosen di perguruan tinggi paling tidak bergelar master. Ada dua gelar di belakang namanya. Kalau mengajar di program pascasarjana, maka gelarnya akan semakin panjang dan terkadang bikin pusing kepala orang awan yang membacanya.

Data pada 2021, hanya ada 7192 profesor dan melihat jumlah tersebut dari 270 juta penduduk Indonesia, jelas saja kejahatan dan perbuatan yang melanggar moral dan etika yang dilakukan oleh akademis menimbulkan luka psikologis di banyak hati orang Indonesia.

Entah mengapa, pejabat di Indonesia hanya sedikit yang memiliki rasa malu ketika melakukan pelanggaran. Berkaca dari negara Jepang, jika pejabat publik melakukan kesalahan walaupun kecil, maka mereka akan sangat malu, terlebih jika nama institusinya terseret. Mereka akan langsung mengundurkan diri agar tidak berimbas ke nama baik pimpinan, orang-orang yang bekerja di sana, alumni, dan sebagainya sehingga kepercayaan masyarakat tidak hancur terhadap institusi tersebut.

Terlebih yang menyangkut pendidikan. Pimpinan di Jepang pun jika anak buahnya melakukan kesalahan tidak serta merta pasang badan dalam rangka menyamarkan masalah yang terjadi. Mundur dan minta maaf, sesimpel itu. Toh, pada waktu melakukan aksi tidak etis juga dilakukan secara sadar.

Tertinggal Jauh

Banyaknya kasus-kasus amoral yang terjadi di perguruan tinggi semakin membuat terjal jalan kampus-kampus Indonesia menapaki World Class University. Kampus yang guru besarnya banyak yang mundur tadi adalah salah satu kampus Indonesia yang masuk peringkat 1000 besar Times Higher Education. Bagaimana kampus yang lain –yang bahkan belum masuk sama sekali ke dalam ranking tersebut?

Kampus Indonesia sudah lama tertinggal jauh dari kampus-kampus Malaysia. Bahkan Universitas Malaya ada di peringkat 70 dunia versi QS World, dan ada tiga kampus Malaysia lain di peringkat 100 besar dunia. Bandingkan dengan Indonesia, kampus terbaik Indonesia, UGM hanya ada di peringkat 231. Kampus-kampus di sana dikelola dengan profesional. Mereka tengah berpacu dengan masalah-masalah serius yang menjadi patokan kampus kelas dunia.

Di Indonesia kampus-kampus masih berjuang untuk menjadi kampus ideal kelas dunia. Di kampus-kampus besar saja masih banyak kasus-kasus yang tidak terlihat. Meluluskan mahasiswa yang tidak kuliah memang kerap menjadi masalah Program Doktor di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum, yang kuliah program ini banyak dari kalangan birokrasi, entah sekadar gagah-gagahan atau hanya untuk mendapatkan gelar.

Yang jelas, seorang yang betul-betul bertekat jadi doktor akan mengikuti perkuliahan dengan serius. Kalaupun tidak lulus, dia pasti akan mengulang dengan senang hati. Yang aneh di kasus kampus tadi, si mahasiswa tidak kuliah, dekan yang jungkir balik mengintervensi agar mahasiswa tersebut lulus. Membuat publik bertanya-tanya, siapa gerangan dirinya?

Kalau mau pendidikan Indonesia setara dengan negara maju, pimpinan kampus sudah harus berani bersih-bersih tanpa pandang bulu. Menyelesaikan masalah secara kekeluargaan bukan saja narasi yang tidak cocok, tapi juga menimbulkan tanya. Maklum saja kata “kekeluargaan” jika berhadapan dengan masalah besar nan serius menimbulkan konotasi negatif. Apa kampus itu milik keluarga? Keluarga siapa? Namun, belakangan kampus tersebut membentuk tim investigasi atas kasus itu untuk diselesaikan secara profesional.

Tidak Ramah

Kasus lain yang juga cukup membuat nama pendidikan tinggi tercoreng terjadi di salah satu kampus negeri di Sulawesi. Salah seorang guru besarnya bahkan sudah tersangka kasus pelecehan seksual. Sang guru besar memang terkenal dengan kasus-kasus demikian, namun tidak pernah diungkap. Seharusnya pihak kampus segera memecat dosen tersebut. Di kampus-kampus lain pun kasus pelecehan seksual marak terjadi.

Banyaknya kasus-kasus amoral di kampus-kampus negeri menjadikan wajah kampus sebagai tempat yang tidak ramah. Selain kasus korupsi, mis-manajemen, pengelolaan organisasi kampus yang menyalahi prosedur, kasus-kasus asusila juga menjadikan citra kampus terpuruk. Terlebih lagi sudah lama kampus-kampus di Indonesia menyimpan cerita-cerita undercover yang banyak diselesaikan secara” kekeluargaan” sehingga penyelesaiannya pun tidak tuntas serta tidak melalui jalur hukum dan bakalan terulang lagi, karena hukuman yang diberikan tidak menimbulkan efek jera.

Saya sangat mendukung kampus-kampus mulai membentuk wadah resmi untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual. Harkat dan martabat mahasiswa bisa lebih terjaga. Banyaknya kasus yang tidak terungkap menjadikan kampus-kampus di Indonesia terkurung oleh fenomena gunung esnya masing-masing, yang hanya diketahui secara internal, dan tiba-iba meledak, lalu viral dan masyarakat pun tercengang-cengang. Seharusnya fungsi pengajar di kampus adalah seperti kata Julian Benda, penjaga moral, bukan koruptor, predator, dan manipulator.

Waode Nurmuhaemin, Doktor Manajemen Pendidikan.

Dikutip dari detikom, Rabu 7 Desember 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bising Malam Hari dan Ganggu Tetangga Bisa Didenda Rp 10 Juta atau 9 Tahun Penjara

Next Post

Seorang Anggota Polisi Tewas Dalam Ledakan Terjadi di Polsek Astana Anyar, Diduga Bom Bunuh Diri

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi
daerah

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Next Post
Seorang Anggota Polisi Tewas Dalam Ledakan Terjadi di Polsek Astana Anyar, Diduga Bom Bunuh Diri

Seorang Anggota Polisi Tewas Dalam Ledakan Terjadi di Polsek Astana Anyar, Diduga Bom Bunuh Diri

Kepala BNPT : Pelaku Bom Bunuh Diri di Astanaanyar ‘Lone Wolf” Siapa Membantu?

Kepala BNPT : Pelaku Bom Bunuh Diri di Astanaanyar 'Lone Wolf" Siapa Membantu?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist