• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

TUGAS MULIA PRESIDEN DI TANAH MERDEKA

fusilat by fusilat
January 3, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Abolisi & Amnesti dari Prabowo: Awal Reformasi Hukum atau Sekadar Simbolik?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastratmadja

Tugas mulia seorang Presiden di Tanah Merdeka adalah memimpin negara dengan kebijaksanaan, keadilan, dan transparansi, serta memastikan kesejahteraan seluruh rakyat. Amanat itu mencakup kewajiban melindungi dan melayani rakyat, mengembangkan perekonomian dan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta menjaga keamanan dan persatuan nasional.

Lebih dari itu, mempersempit kesenjangan sosial-ekonomi merupakan tugas luhur yang tak terpisahkan dari kepemimpinan nasional. Upaya tersebut mutlak dilakukan demi mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Caranya antara lain dengan memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta penciptaan lapangan kerja, dan menerapkan kebijakan redistribusi kekayaan yang berkeadilan.

Realitasnya, kesenjangan sosial-ekonomi di Indonesia hingga kini masih menjadi tantangan besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan indeks Gini Indonesia pada 2023 berada di angka 0,38—sebuah indikator ketimpangan yang masih signifikan. Meski jumlah penduduk miskin menurun menjadi 25,22 juta jiwa pada Maret 2024, jurang antara si kaya dan si miskin tetap menganga, bahkan diperparah oleh dampak berkepanjangan pandemi Covid-19.

Lantas, apa saja faktor utama penyebab kesenjangan tersebut? Setidaknya terdapat lima hal yang perlu dicermati secara serius.

Pertama, ketimpangan pendapatan. Sebagian besar pekerja di sektor informal hanya memperoleh upah minimum, sementara segelintir pengusaha besar menguasai aset dan sumber daya ekonomi yang sangat besar.

Kedua, rendahnya mobilitas sosial. Anak-anak dari keluarga miskin kerap kesulitan naik kelas sosial akibat keterbatasan akses pendidikan dan peluang kerja.

Ketiga, monopoli dan dominasi perusahaan besar, yang semakin memperlebar jurang antara kelompok kaya dan miskin.

Keempat, kesenjangan akses teknologi. Pada 2023, baru sekitar 66 persen penduduk Indonesia yang memiliki akses internet, meninggalkan sebagian masyarakat dalam ketertinggalan digital.

Kelima, korupsi serta kebijakan yang tidak merata, yang pada akhirnya memperparah ketimpangan dan menggerus keadilan sosial.

Dalam konteks tersebut, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan sejumlah program untuk menjawab persoalan kesenjangan sosial-ekonomi. Salah satu program utamanya adalah Program 3 Juta Rumah, yang ditujukan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan kelas menengah bawah. Program ini diharapkan mampu mengurangi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan akses dan mutu pendidikan serta kesehatan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di seluruh wilayah Indonesia, sebagai fondasi peningkatan produktivitas tenaga kerja dan daya saing nasional.

Upaya lain yang tak kalah penting adalah pencapaian swasembada pangan dan energi, melalui peningkatan produksi lokal serta investasi di sektor energi terbarukan guna mengurangi ketergantungan pada impor. Pemberdayaan UMKM pun terus didorong sebagai basis penguatan ekonomi rakyat, khususnya di daerah tertinggal.

Di saat yang sama, pemerintah berencana meningkatkan infrastruktur dasar—jalan, listrik, dan air bersih—sebagai penopang pembangunan perumahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Untuk mendukung arah kebijakan tersebut, pemerintahan Presiden Prabowo bersama Kabinet Merah Putih menetapkan sejumlah strategi utama pembangunan nasional, antara lain:

  • Swasembada Pangan, Energi, dan Air, dengan target perluasan lahan panen hingga 4 juta hektare pada 2029 serta pengembangan energi terbarukan.

  • Pemberantasan Kemiskinan, dengan sasaran penghapusan kemiskinan ekstrem dalam dua tahun pertama pemerintahan melalui bantuan langsung, pelatihan keterampilan kerja, dan penciptaan lapangan kerja.

  • Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi, guna menciptakan iklim politik yang sehat, bersih dari korupsi, dan menjamin akses politik yang adil.

  • Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, sebagai langkah konkret meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Di samping itu, pemerintah juga menetapkan fokus-fokus strategis lain, yakni:

  • Ketahanan Pangan, melalui peningkatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor.

  • Energi, dengan percepatan pengembangan energi terbarukan dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.

  • Hilirisasi, untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral dan sumber daya alam di dalam negeri.

  • Program Gizi Gratis, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil, demi membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

Seluruh strategi dan fokus tersebut diarahkan untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045—sebuah cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada usia 100 tahun kemerdekaan.

Sejalan dengan visi tersebut, pemerintah juga menegaskan empat pilar utama Indonesia Emas 2045, yakni:

  1. Pembangunan Manusia dan Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, guna meningkatkan kualitas SDM dan daya saing bangsa.

  2. Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkesinambungan.

  3. Pemerataan Pembangunan, untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi antarwilayah.

  4. Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan, melalui stabilitas politik, keamanan nasional, serta pemerintahan yang bersih dan efektif.

Dengan visi dan pijakan tersebut, Indonesia diharapkan mampu menjadi negara maju dan sejajar dengan lima besar kekuatan ekonomi dunia pada 2045. Semoga demikian adanya.

(Penulis adalah Anggota Dewan Pakar DPN HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Demokrasi Pasar: Jika Menjadi Presiden Harus Jago Manipulasi Massa yang Bodoh

Next Post

FSA APP 87 dan KAHMI Lepas Bantuan Bencana untuk Korban di Sumatra

fusilat

fusilat

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
FSA APP 87 dan KAHMI Lepas Bantuan Bencana untuk Korban di Sumatra

FSA APP 87 dan KAHMI Lepas Bantuan Bencana untuk Korban di Sumatra

PKS dan Golkar Berkoalisi dalam Pilgub Jakarta, Siapa Bacagub?

Demokrasi Tanpa Kedewasaan: Ketika Syarat Pemilih Lebih Ringan dari Risiko Pilihan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...