FusilatNews, Jakarta – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam siarannya telah mengumumkan bahwa kondisi Turki di beberapa wilayah provinsi megalamai darurat yang diperkirakan kurang lebih sampai 3 bulan ke depan. Akibat Gempa Bumi yang sangat dahsyat tersebut, ribuan bangunan di Turki roboh dan hancur. Gempa tak terjadi sekali saja, namun hingga saat ini gempa susulan masih dirasakan oleh warga Turki bagian Tenggara dan Syiria Barat.
Pada Selasa (7/02)2023, Dalam siaran TV Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan bahwa “Pemerintah dan seluruh pejabat Turki Kami telah memutuskan untuk mengumumkan evakuasi pada wilayah darurat dan juga memastikan bahwa pekerjaan [penyelamatan dan pemulihan] dapat dilakukan dengan cepat.
Dalam pidatonya, Erdogan juga menyampaikan bahwa telah ada sekita 70 negara yang akan membantu dalam tindakan operasional pencarian dan penyelamatan. Negara-negara dan lembaga bantuan bergegas mengerahkan personel membantu para korban gempa di Turki.
Termasuk penggunaan Hotel Pariwisata Antalya yang dapat digunakan untuk para korban gempa. Erdogan juga menyampaikan bahwa jumlah korbanmeninggal akibat Gempa dahsyat ini terus meningkat hingga mencapai angka 8000 jiwa.
Namun, kondisi cuaca Turki yang diperkirakan buruk pada wilayah evakuasi akan semakin menghambat proses evakuasi dan penyelamatan. Ribuan bangunan yang runtuh dan hancur lebur, juga menjadi kendala para penyelamat dalam melakukan pencarian warga yang mungkin terjebak di dalamnya.(Riza.MD)
Editor : Riza.MD
Sumber : https://www.aljazeera.com/news/2023























