• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Warisan Kolonial Belanda dan Kemerosotan di Era Jokowi: Sebuah Perbandingan Kritis

Ali Syarief by Ali Syarief
August 14, 2024
in Feature, Politik
0
Warisan Kolonial Belanda dan Kemerosotan di Era Jokowi: Sebuah Perbandingan Kritis
Share on FacebookShare on Twitter

JakartaSejahat-jahatnya kolonial Belanda yang telah konon menjajah Indonesia, tak dapat dipungkiri bahwa mereka membangun fondasi sistem hukum yang masih digunakan hingga kini. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang menjadi dasar hukum pidana Indonesia adalah salah satu peninggalan Belanda. Di bawah kekuasaan mereka, Indonesia diperkenalkan pada sistem hukum modern yang melibatkan pengadilan, hakim, dan jaksa—institusi yang dibangun untuk menjaga ketertiban dan keadilan, meskipun dalam konteks kolonial.

Tidak hanya dalam sistem hukum, Belanda juga memperkenalkan berbagai infrastruktur dan institusi yang menjadi tulang punggung bagi pembangunan Indonesia. Mereka membangun sistem transportasi yang solid, seperti jaringan kereta api yang menghubungkan berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatra. Sistem pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi juga diperkenalkan, menyediakan akses pendidikan formal bagi rakyat Indonesia. Sistem kesehatan yang didirikan oleh Belanda memperkenalkan rumah sakit modern dan klinik-klinik yang dikelola dengan standar yang cukup baik pada masanya. Mereka juga mendirikan sistem perkebunan yang sangat terstruktur, yang hingga saat ini menjadi salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia.

1. Sistem Hukum

Belanda meninggalkan warisan sistem hukum yang masih kita gunakan hingga hari ini. KUHP, yang menjadi dasar hukum pidana di Indonesia, adalah hasil dari sistem hukum modern yang diperkenalkan oleh Belanda. Mereka juga membangun institusi peradilan yang terdiri dari pengadilan, hakim, dan jaksa, yang bertujuan menjaga ketertiban dan keadilan.

Namun, di bawah pemerintahan Jokowi, sistem hukum ini mengalami kemunduran. Penegakan hukum sering kali terlihat tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Beberapa kasus hukum yang melibatkan pejabat tinggi tidak diusut tuntas, atau dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu. Hal ini menggerus kepercayaan publik terhadap independensi dan keadilan sistem hukum di Indonesia.

2. Sistem Transportasi

Belanda membangun jaringan transportasi yang efektif, termasuk jaringan kereta api yang menghubungkan berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatra. Jaringan ini menjadi tulang punggung transportasi yang vital, mendukung mobilitas dan perekonomian daerah.

Di era Jokowi, meskipun ada pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan bandara, sistem transportasi umum warisan Belanda, seperti kereta api, tidak dioptimalkan. Jalur kereta api tidak berkembang sesuai kebutuhan zaman, dan pelayanannya kerap kali tidak memadai. Pembangunan infrastruktur baru lebih berfokus pada proyek-proyek besar yang kadang kala mengabaikan kebutuhan transportasi publik yang lebih mendasar dan menyeluruh.

3. Sistem Pendidikan

Belanda mendirikan sistem pendidikan formal yang mencakup pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Mereka memperkenalkan sekolah-sekolah modern dan memperluas akses pendidikan, yang menjadi fondasi penting bagi kemajuan intelektual bangsa.

Di bawah pemerintahan Jokowi, sistem pendidikan sering kali diwarnai oleh kebijakan yang tidak konsisten. Kurikulum yang berubah-ubah, serta komersialisasi pendidikan tinggi, membuat akses pendidikan berkualitas semakin sulit dijangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Alih-alih memperbaiki kualitas pendidikan, sering kali fokus lebih pada pencitraan politik daripada perbaikan substantif.

4. Sistem Kesehatan

Belanda memperkenalkan sistem kesehatan modern di Indonesia dengan mendirikan rumah sakit dan klinik-klinik yang dikelola dengan standar tertentu. Mereka juga memperkenalkan praktik-praktik medis modern yang menjadi dasar bagi pelayanan kesehatan di Indonesia.

Namun, di bawah pemerintahan Jokowi, sistem kesehatan menghadapi berbagai tantangan yang serius. Banyak fasilitas kesehatan, terutama di daerah terpencil, kekurangan tenaga medis dan sumber daya. Program kesehatan yang diluncurkan sering kali lebih mementingkan pencitraan dan pengumuman besar, tanpa disertai perbaikan nyata dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas.

5. Hukum Agraria dan Perlindungan Hukum Adat

Belanda mengakui dan melindungi hukum adat dalam konteks agraria. Mereka mencoba menyesuaikan sistem hukum mereka dengan kebutuhan lokal, walaupun tidak sepenuhnya adil dalam pelaksanaannya. Namun, hukum adat masih diakui dan dihormati dalam pengelolaan tanah.

Sebaliknya, di era Jokowi, perlindungan terhadap hukum adat semakin melemah. Undang-Undang Cipta Kerja, misalnya, lebih banyak menguntungkan investor besar dan sering kali mengabaikan hak-hak masyarakat adat serta petani kecil yang telah lama menetap di tanah mereka. Hal ini menunjukkan bagaimana pemerintah lebih berpihak pada kepentingan modal daripada perlindungan hak-hak tradisional dan kesejahteraan masyarakat.

6. Sistem Militer

Belanda membentuk cikal bakal angkatan bersenjata Indonesia dengan mendirikan institusi militer yang kemudian menjadi TNI. Mereka melatih tentara dan membangun struktur militer yang terorganisir, yang menjadi dasar pertahanan negara setelah kemerdekaan.

Namun, di bawah pemerintahan Jokowi, netralitas militer sering kali dipertanyakan. Militer kadang menjadi alat politik, digunakan untuk mendukung kepentingan pemerintah, dan tidak jarang netralitas TNI dalam urusan politik dipertanyakan. Ini menunjukkan kemunduran dari tujuan awal pembentukan militer sebagai penjaga kedaulatan negara yang netral.

7. Sistem Pertanian

Di era kolonial Belanda, Indonesia dikenal sebagai pusat rempah-rempah terbesar di dunia. Pulau-pulau di Nusantara menjadi penghasil utama rempah-rempah seperti cengkeh, pala, lada, dan kayu manis yang sangat dicari di pasar internasional. Belanda mengeksploitasi sumber daya ini melalui sistem tanam paksa dan kebun-kebun besar, tetapi juga membangun infrastruktur dan sistem manajemen pertanian yang menjadikan Indonesia pusat agrikultur global.

Namun, di era pemerintahan Jokowi, sektor pertanian Indonesia mengalami kemunduran yang signifikan. Ironisnya, negara yang dulu menjadi penghasil rempah-rempah terbesar di dunia kini justru harus mengimpor bahan pangan pokok seperti garam, jagung, dan beras. Keterbatasan dalam teknologi pertanian, ketidakstabilan kebijakan, dan minimnya dukungan terhadap petani lokal telah melemahkan sektor pertanian nasional. Indonesia yang dahulu menjadi pusat pertanian dunia kini bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik.

Kesimpulan

Pemerintahan kolonial Belanda, meskipun penuh dengan penindasan, meninggalkan sejumlah warisan institusi dan sistem yang solid dan terstruktur, yang menjadi fondasi bagi perkembangan Indonesia. Namun, di bawah pemerintahan Jokowi, banyak dari sistem tersebut tidak hanya diabaikan tetapi juga dirusak oleh kebijakan yang lebih mengedepankan kepentingan politik jangka pendek daripada kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Seharusnya, fondasi yang sudah ada diperkuat dan ditingkatkan, bukan malah digerus oleh kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prerogatif Presiden: Menang atau Bergabung dengan Kedaulatan Rakyat?

Next Post

Jokowi Berencana Larang Petugas Paskibra Berjilbab Kibarkan Bendera Pusaka, Orang Tua Kecewa: Pemerintah Harus Hormati Hak Warga Negara

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
Jokowi Berencana Larang Petugas Paskibra Berjilbab Kibarkan Bendera Pusaka, Orang Tua Kecewa: Pemerintah Harus Hormati Hak Warga Negara

Jokowi Berencana Larang Petugas Paskibra Berjilbab Kibarkan Bendera Pusaka, Orang Tua Kecewa: Pemerintah Harus Hormati Hak Warga Negara

AS Menyetujui Paket Senjata Senilai $20 Miliar untuk Israel di Tengah Perang Genosida di Gaza

AS Menyetujui Paket Senjata Senilai $20 Miliar untuk Israel di Tengah Perang Genosida di Gaza

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist