• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

WHOOSH BUKAN UNTUNG, TAPI BUNTUNG: MEGAPROYEK YANG DIPAKSA LARI KE SURABAYA

fusilat by fusilat
October 25, 2025
in Birokrasi, Economy, Feature
0
WHOOSH BUKAN UNTUNG, TAPI BUNTUNG: MEGAPROYEK YANG DIPAKSA LARI KE SURABAYA
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-Bandung saja sudah jadi monumen pemborosan: biaya membengkak dari Rp59 triliun ke Rp114 triliun, utang China menumpuk, tiket sepi, dan kini pemerintah berani-beraninya menggembar-gemborkan perpanjangan ke Surabaya. Ini bukan visi, ini kelanjutan dari sindrom “besar-besaran dulu, tanggung jawab belakangan.” Dan yang paling mengerikan: semua orang tahu risikonya, tapi tetap ngotot mewujudkan ambisinya.

Prabowo Subianto, presiden baru yang baru saja dilantik, langsung memberikan mandat khusus: Whoosh harus sampai Surabaya. Bukan sekadar pernyataan politik, ini instruksi operasional yang langsung direspons Agus Harimurti Yudhoyono—Menko Infrastruktur yang baru—dengan membentuk satgas khusus. Satgas apa? Satgas menyelamatkan muka dari jebakan utang warisan Jokowi. Tapi jangan salah, AHY bukan korban. Dia justru jadi eksekutor utama dari agenda yang sama: membangun kemegahan, meski dompet negara sudah bolong. Utangnya ya ” megah-i tenan! ”

Luhut Binsar Pandjaitan, sang koordinator investasi yang tak pernah lelah mempromosikan proyek China, kembali berbicara manis: “Lebih hemat dari Jakarta-Bandung.” Hemat dyasmuuu !? Kata siapa? Biaya per kilometer Whoosh fase pertama adalah yang termahal di dunia. Dan sekarang, dengan pengalaman pahit itu, Luhut malah menawarkan “versi hemat” ke Surabaya. Ini bukan logika, ini propaganda!

Di belakang layar, Erick Thohir—menteri BUMN yang dulu ikut menandatangani kontrak bermasalah—kini sibuk menyusun regulasi baru agar proyek lanjutan punya payung hukum. Payung untuk siapa? Untuk KCIC yang sudah terjerat utang, untuk China yang menunggu cicilan, dan untuk para pejabat yang ingin nama mereka tercantum di plakat peresmian.

Dan jangan lupa Rosan Roeslani, bos Danantara—entitas baru yang dibentuk untuk “membersihkan” utang BUMN. Dia bicara soal “harmonisasi” dan “restrukturisasi.” Tapi semua orang tahu: harmonisasi itu artinya Indonesia harus menelan lebih banyak utang agar China mau “memaafkan” sebagian bunga. Syaratnya? Lanjutkan proyek ke Surabaya. Ini bukan negosiasi, ini pemerasan berbungkus diplomasi.

Kontrak aslinya? Ditandatangani di Beijing tahun 2017, disaksikan langsung Jokowi dan Xi Jinping. Pihak Indonesia: perwakilan KCIC, didukung Kementerian BUMN era Rini Soemarno, dengan Luhut sebagai pengawal setia. Mereka meneken pinjaman USD 5,5 miliar dari China Development Bank dan Eksim Bank. Hari ini, utang itu sudah membengkak, cost overrun Rp18 triliun ditanggung APBN, dan penumpang Whoosh masih jauh dari target. Tapi bukannya evaluasi, malah ekspansi. Gimana ya cara berpikirnya, seneng kok jatuh ke jebakan yang sama.

Sekarang, rencana ke Surabaya masih di tahap kajian—dengan dua opsi rute: via Cirebon atau Tasikmalaya. Target operasi? 2029 untuk segmen Jogja-Solo dulu. Tapi kajian ini bukan kajian kelayakan, ini kajian politik. China sudah menyatakan: utang Whoosh direstrukturisasi kalau proyek lanjut. Artinya: Indonesia harus menggali lubang lebih dalam untuk menutup lubang lama.

Ini bukan soal kereta cepat. Ini soal siapa yang berani bilang “TIDAK” kepada proyek gagal yang sudah terlanjur dijual sebagai kebanggaan nasional. Semua pejabat yang kini ngotot—Prabowo, AHY, Luhut, Erick, Dudung—harus dicatat namanya. Bukan untuk dipuji, tapi untuk diingat. Karena kalau nanti Whoosh ke Surabaya jadi “buntung jilid 2,” mereka tidak boleh lari dari tanggung jawab dengan alasan “sudah busuk dari dulu.”

Mereka yang memaksakan, merekalah yang harus membayar—politically, financially, historically. Dan rakyat? seperti biasa, akan jadi penumpang yang dipaksa bayar tiket mahal di kereta yang salah jalur. Hasembuh !!😤( Malika’s Insight )

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PENGEJARAN REJIM

Next Post

Bahlil dan Sindrom L’Etat c’est Moi

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Tragis Indonesia dari Negara Pengekspor ke Pengimpor Energi

Bahlil dan Sindrom L'Etat c'est Moi

Kekaburan Ijazah Jokowi dan Gibran: Menggugat Integritas Kepemimpinan

Negara Siapkan Panggung Sirkus: Jokowi, Gibran, dan Lakon Ijazah Amburadul

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...