• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Yusril dan Hasyim: Pengkhianatan Kedaulatan Lewat Ekspor Pasir Laut

Pengkhianatan Kedaulatan dan Perbatasan Negara

Ali Syarief by Ali Syarief
October 4, 2024
in Crime, Feature
0
Yusril dan Hasyim: Pengkhianatan Kedaulatan Lewat Ekspor Pasir Laut
Share on FacebookShare on Twitter

Ekspor pasir laut, yang baru-baru ini kembali diizinkan melalui Peraturan Pemerintah No. 26/2023 dan Permendag No. 20/2024 serta Permendag No. 21/2024, menjadi isu yang sangat kontroversial di Indonesia. Tidak hanya menyangkut isu lingkungan dan ekosistem laut yang terancam rusak, tetapi lebih dari itu, ekspor pasir laut ini sesungguhnya mencederai kedaulatan negara. Ketika pasir dari garis pantai terluar dikeruk untuk dijual ke negara lain, seperti Singapura, kita tidak hanya menjual material alam, tetapi juga mempersempit wilayah kedaulatan kita sendiri.

Di masa lalu, kedaulatan bangsa ini dijaga dengan kekuatan penuh oleh para pendiri negara, dan batas wilayahnya dipertahankan dengan harga yang sangat mahal. Kini, melalui kebijakan ekspor pasir laut, batas wilayah tersebut dijual secara legal. Bagaimana rakyat tidak marah? Mereka yang rela hidup dengan kesederhanaan untuk menjaga kehormatan bangsa, kini harus melihat kedaulatan negara dijual murah oleh pejabat dan elit politik yang lebih mementingkan keuntungan finansial pribadi.

Kedaulatan yang Tergerus Pasir

Menurut hukum laut internasional yang diatur dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), batas wilayah negara maritim diukur dari garis pantai terluar. Artinya, pulau-pulau terluar yang memiliki garis pantai panjang adalah aset penting bagi kedaulatan wilayah Indonesia. Namun, ketika pasir dari garis pantai dikeruk, wilayah tersebut perlahan menyusut, dan dengan itu, batas kedaulatan Indonesia ikut tergerus.

Sementara itu, negara yang membeli pasir laut, seperti Singapura, memanfaatkan pasir tersebut untuk reklamasi, menambah luas daratan mereka. Dengan bertambahnya luas daratan, batas kedaulatan mereka pun bergeser, memperluas wilayah mereka dan secara tidak langsung mempersempit wilayah Indonesia. Ini bukan sekadar soal ekonomi atau lingkungan, melainkan tentang pergeseran batas wilayah yang merongrong kedaulatan bangsa.

Singapura sudah lama dikenal sebagai negara yang melakukan reklamasi besar-besaran. Dengan luas wilayah yang terbatas, reklamasi menjadi solusi untuk memperluas lahan mereka. Sayangnya, pasir yang digunakan untuk memperluas wilayah Singapura banyak yang berasal dari Indonesia, yang notabene memperkecil wilayah kedaulatan kita.

Pengkhianatan Elit Politik

Apa yang lebih menyakitkan bagi rakyat adalah kenyataan bahwa aktivitas merugikan ini justru didukung oleh para elit politik dan penguasa. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, yang seharusnya menjadi penjaga kepentingan nasional, justru mengeluarkan aturan yang melegalkan ekspor pasir laut. Padahal, tindakan ini jelas merusak kedaulatan bangsa. Sementara itu, Presiden Jokowi menjustifikasi ekspor pasir laut ini sebagai “pemanfaatan sedimentasi,” sebuah dalih yang tidak bisa diterima oleh rakyat. Pengakuan Jokowi bahwa pasir laut merupakan bagian dari material sedimentasi hanya memperkuat kesan bahwa pemerintah tidak sepenuhnya jujur dalam menjelaskan konsekuensi dari kebijakan ini.

Lebih parah lagi, tokoh-tokoh politik lainnya juga terlibat dalam bisnis ekspor pasir laut ini. Nama-nama besar seperti Yusril Ihza Mahendra dan Hashim Djojohadikusumo, adik dari Prabowo Subianto, juga terlibat dalam bisnis ini melalui perusahaan-perusahaan mereka yang baru didirikan setelah kebijakan ini dikeluarkan. Yusril melalui PT Gajamina Sakti Nusantara, dan Hashim melalui PT Rejeki Abadi Lestari, ikut serta dalam aktivitas yang berpotensi memperjualbelikan batas kedaulatan Indonesia demi kepentingan pribadi. Hal ini menambah lapisan kemunafikan di antara para elit politik, yang di depan publik berpidato soal nasionalisme, tetapi di belakang layar mereka terlibat dalam bisnis yang jelas merugikan kepentingan bangsa.

Dampak Lingkungan dan Kehidupan Nelayan

Selain merusak kedaulatan, ekspor pasir laut juga berdampak buruk bagi lingkungan. Pengerukan pasir laut merusak ekosistem bawah laut dan habitat ikan. Bagi para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut, kebijakan ini adalah ancaman langsung terhadap mata pencaharian mereka. Mereka kehilangan tempat mencari ikan dan sumber daya laut lainnya karena ekosistem yang rusak. Nelayan-nelayan ini adalah lapisan masyarakat yang paling rentan, namun suara mereka seringkali diabaikan oleh pemerintah.

Masyarakat pesisir yang tinggal di pulau-pulau terluar juga menghadapi risiko besar. Hilangnya garis pantai akibat pengerukan pasir tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membuat pulau-pulau terluar semakin rentan terhadap abrasi dan perubahan iklim. Ironisnya, di saat negara seharusnya memperkuat pertahanan di wilayah-wilayah perbatasan, pemerintah justru mengizinkan pengikisan wilayah-wilayah tersebut melalui kebijakan ekspor pasir laut.

Kesimpulan: Kedaulatan yang Dijual Murah

Ekspor pasir laut bukan hanya soal menjual material alam atau mengeruk keuntungan dari sumber daya negara. Ini adalah soal kedaulatan dan marwah bangsa. Kebijakan yang mengizinkan ekspor pasir laut sebenarnya adalah tindakan yang perlahan tapi pasti menggerogoti batas wilayah dan kedaulatan Indonesia. Sementara negara lain, seperti Singapura, memperluas wilayahnya dengan material dari tanah air kita, kita justru kehilangan luas wilayah kedaulatan. Dan ini semua dilakukan dengan legalisasi oleh elit politik yang seharusnya melindungi kepentingan bangsa.

Rakyat berhak marah. Mereka berhak mempertanyakan mengapa pemerintah justru melegalkan tindakan yang jelas-jelas merugikan bangsa. Marah adalah respon wajar ketika kedaulatan negara dijual murah, dan elit politik terlibat dalam transaksi yang mencederai kehormatan bangsa. Keadaan ini menunjukkan betapa rusaknya integritas sebagian besar elit politik kita. Mereka yang seharusnya menjadi benteng kedaulatan justru menjadi agen penjualan batas negara.

Jika kebijakan ini terus berlanjut, Indonesia tidak hanya akan kehilangan pasir laut, tetapi juga akan kehilangan kedaulatannya. Ketika batas wilayah negara menyusut, marwah bangsa ini pun turut tergerus, dan yang tersisa hanyalah rakyat yang marah dan elit yang mengkhianati.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kebulatan Tekad Mengadili Jokowi: Suara Rakyat yang Tak Terbendung

Next Post

Mantan Petinggi PT Timah :Biaya Sewa Smelter Harvey Moeis Cs Kemahalan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Next Post
Mantan Petinggi PT Timah :Biaya Sewa Smelter Harvey Moeis Cs Kemahalan

Mantan Petinggi PT Timah :Biaya Sewa Smelter Harvey Moeis Cs Kemahalan

Paru-Paru yang Terenggut: Pembabatan Hutan dan Ekspansi Pasir Laut

Paru-Paru yang Terenggut: Pembabatan Hutan dan Ekspansi Pasir Laut

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...